Bandung Blossom Minus Bunga yang Mekar

RIBUAN warga menyaksikan iring-iringan kendaraan hias yang melintas,
saat parade kendaraan hias "Bandung Blossom 2008" di Jln. Merdeka Kota
Bandung, Sabtu (6/12). Acara yang bertema "Parade Bandung Creative"
tersebut, dalam rangka HUT ke-198 Kota Bandung.* ADE BAYU INDRA

JIKA Kota Kembang hanyalah kenangan masa lalu, kenangan itulah yang
coba dihadirkan kembali lewat "Bandung Blossom Parade Bandung Creative
198", Sabtu (6/12).

Sejak pukul 9.00 WIB, sedikitnya 700 kendaraan, termasuk delman,
becak, dan sepeda ontel mulai berjajar di depan podium di samping
Balai Kota Bandung Jln. Merdeka. Namun, dari ratusan kendaraan
tersebut, tak terlihat bunga-bunga yang bermekaran.

Sejumput rangkaian bunga hanya dipasang di pintu mobil milik kepala
satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Hanya terlihat mobil hias dari
Dinas Pertamanan, Dinas Pertanian, dan PDAM yang ditutupi bunga secara
keseluruhan, sementara kendaraan hias dari Dinas Pendapatan Daerah
(Dispenda) Kota Bandung berhiaskan bulu unggas asli.

Peserta paling banyak justru dari kalangan motoris yang menampilkan
berbagai atraksi. Antusiasme masyarakat pun tidak tampak saat parade.
Mereka hanya menyemut di dekat podium utama. Padahal jalur parade
melewati 16 jalur utama lalu lintas di Kota Bandung.

Parade bunga tanpa bertabur bunga itu menjadi ironi. Bahkan, tidak
tampak bunga ki merak sebagai Puspa Kota Bandung berdasarkan SK. No.
552.51/SK.070-huk 1994 pada puluhan mobil berhias tersebut.

Memang, konsep parade tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya
yang mewajibkan menghias kendaraan dengan bunga. Pada pergelaran kali
ini, peserta dibebaskan untuk menghias kendaraan mereka sekreatif
mungkin dengan menggunakan bahan-bahan yang ada dan ramah lingkungan
sesuai dengan julukan Bandung Kota Kreatif.

"Secara teknis lapangan, banyak hal yang perlu diperbaiki. Harapan
kami, Bandung Blossom bisa menyerupai Tournament of Roses di Pasadena
Amerika Serikat yang betul-betul tampilan parade bunga dengan
kendaraan bermotor," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung M.
Askary Wirantaatmadja.

Tournament of Roses Pasadena dimulai sejak satu abad lalu dan biasa
digelar setiap awal tahun dengan menawarkan parade kendaraan 90%
hiasan bunga dan daun yang diikuti berbagai negara di belahan dunia.
Event tersebut lahir dari keinginan untuk mempromosikan daerah
penghasil bunga sekaligus memberdayakan ekonomi warga Pasadena.

Sementara, bunga belum menjadi budaya dan sumber penghasilan bagi
warga Bandung. Bahkan, Bandung harus mengimpor bunga untuk menggelar
acara tersebut. Lalu, dimanakah gaung Gerakan Sejuta Bunga yang sudah
digagas sejak 2003 lalu?

"Terus terang, kami kesulitan bunga. Selain karena musim hujan
produksinya berkurang, juga harganya jadi mahal. Kami jadi kesulitan
merias kendaraan, bunga terpaksa didatangkan dari daerah lain, mulai
Cihideung, Purwakarta, sampai Majalengka," ungkapnya.

Wali Kota Bandung Dada Rosada seusai parade mengakui pergelaran
Bandung Blossom minim bunga. "Selain bunga yang dipakai kurang, juga
harganya sedang mahal," ujarnya.

Dada meminta maaf kepada warga Bandung yang terganggu perjalanannya
karena kegiatan tersebut menimbulkan kemacetan di sejumlah titik lalu
lintas. Rute yang ditempuh setiap kendaraan berbeda sesuai dengan
klasifikasi kendaraan.

Sepeda, becak, dan delman melewati rute Jln.
Merdeka-Lembong-Veteran-Sunda-Sumbawa-Citarum-Diponegoro, dan berakhir
di Gasibu. Sementara mobil dan kendaraan hias melewati jalur Jln.
Diponegoro-Ir. H. Djuanda-Merdeka-Tamblong-Asia
Afrika-Sudirman-Rajawali-Supadio-Pajajaran-Cihampelas-Abdul
Rivai-Cipaganti-Dr. Djundjunan-Pasupati, dan berakhir di Gasibu.

Kekecewaan sedikit terbayar pada puncak acara berupa pergelaran
kesenian, budaya, dan bazar di Gasibu. Terdapat area yang menampung
sejumlah komunitas di Bandung,dan area bazar yang menawarkan ragam
kuliner modern dan tradisional. Namun, predikat Kota Kembang masih
sebatas kenangan, meskipun hanya dalam parade bunga. (Ririn
N.F./"PR")***

Citation: 
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=46808

Kirim email ke