Sababaraha minggu katukang, nyebar warta cenah Gereja Katholik Amerika mere
kompensasi ka korban pelecehan  seksual para Pastor bangkawarah. Di urang
kasus pelecehan seksual samodel kitu, sanes teu aya, malah bejana lumayan
loba. Bieu kuring neangan di Google, make kata kunci "Guru Ngaji" &
"sodomi". Na ari burudul teh eta beja, kasusna nyebar dimana-mana. Nu paling
anyar beja ti Tempointeraktif dihandap ieu.

Nu jadi patarosan, saha nya nu kudu mere kompensasi ka para korban di nagara
urang ????


Guru Ngaji Jadi Buronan Kasus Sodomi
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2008/12/09/brk,20081209-150261,id.html

Selasa, 09 Desember 2008 | 19:35 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Kepolisian Sektor Kota Percut Sei Tuan menetapkan
pria yang berprofesi sebagai guru ngaji sebagai buronan. Bu, 26 tahun, sejak
Selasa (9/12) siang, dicari penyidik kepolisian hingga ke rumah orang tuanya
di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Kepala Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan, Ajun Komisaris Polisi Edi Bona
Sinaga mengatakan, Bu diduga melakukan penyimpangan seks terhadap empat
murid ngajinya yang berumur, 9 tahun hingga 13 tahun. "Perbuatan itu terjadi
sejak Februari hingga menjelang Idul Adha kemarin. Korban mungkin bisa lebih
karena muridnya ada 26 orang," kata Edi.

Terungkapnya perbuatan Bu atas pengakuan para korbannya. "Tadi tiga korban
didampingi orang tua mereka sudah membuat laporan pengaduan. Kita masih
lakukan pemeriksaan berita acara, dan akan melakukan visum kepada para
korban," jelas Edi.
Menindak lanjuti laporan korban, sejumlah petugas polisi memburu Bu. "Kita
sudah cari Bu hingga ke rumah orang tuanya. Tapi dia sudah tidak ada," kata
Edi.

Para korban mengaku disodomi secara terpisah. Modusnya, kata Edi, Bu
berdalih memberikan ilmu kebal kepada korban. "Itu dilakukan di rumah
kontrakannya, dan di samping rumah warga di Gang Pancasila, Dusun 9,
Kecamatan Percut Sei Tuan," aku Edi.

Selain berdalih menurunkan ilmu kekebalan, Bu juga berpura-pura kesurupan
dan meminta salah satu muridnya untuk masuk ke kamar dan membuka seluruh
pakaian. "(Saat kesurupan) muridnya memanggilnya kakek," jelas Edi.

Kirim email ke