Kanggo para psikolog waktosna nalungtik kunaon jalmi anu aya kacenderungan Pedofil..malihan janten Kiai..kumaha tah amal maruf nahi mungkarna.....Ataqwa janten Kiai supados tiasa gaduh kedok..ari agduh kasalahan supados diampunan ku masyarakat..Kiai keur khilaf.......
On 12/23/08, Waluya <[email protected]> wrote: > > Haneut keneh beja guru ngaji di Sumut nu nyodomi muridna, jelegur deui > beja > nu leuwih heboh, Kiai di Pati nyodomi murid-murid SMP/SMK nu yayasanna boga > > Pa Kiai. Gelona dina ngalakukeunana di kamar masjid!. Beu euy taun 2008 bet > > rame ku kasus "pedopil" nya? > > Kiai AHM Mencabuli Korban di Kamar Masjid > Didi Syafirdi - detikNews > > Jakarta - Ulah Kiai AHM dari Pati, Jawa Tengah, ini benar-benar > keterlaluan. > AHM berkali-kali melakukan pelecehan seksual pada siswa-siswa SMP dan SMK > Telkom Terpadu AKN Marzuki. Pelecehan ini kadang dilakukan di kamar sebuah > masjid atau kamar AHM sendiri. > > Seorang korban, sebut saja IR, mengaku sudah dicabuli saat ia masuk ke SMP > Telkom Terpadu AKN Marzuki, pada tahun 2004 lalu. > > "Saya mengalami selama 3 tahun, sejak saya mulai masuk di SMP," ujar IR > saat > mengadu ke Depdiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (23/12/2008). > > IR menuturkan, untuk menjalankan aksinya Kiai AHM selalu mengiming-imingi > korban. AHM selalu berjanji jika korban mau menuruti keinginannya, nantinya > > orang tersebut kan menjadi orang pintar dan sukses. > > "Saya mau karena saya lihat murid-murid yang keluar dari sini rata-rata > sukses," sesal IR. > > IR mengaku tidak berani melawan, karena kiai tersebut merupakan orang yang > terpandang. Namun akhirnya karena tidak kuat ia memilih mengundurkan diri > pada pertengahan tahun 2008. > > "Setelah naik ke kelas II SMK saya memilih mengundurkan diri karena tidak > tahan lagi," ujar pria kurus ini. > > Saat ia mengundurkan diri, IR mengaku AHM masih sering meneleponnya untuk > kembali ke sekolah. Namun IR menolak karena takut. > > Saat ini IR belum bisa melanjutkan sekolah ke tempat lain karena ia tidak > berani meminta surat berhenti belajar dari sekolah milik sang kiai > tersebut. > > "Saya takut, Mas," pungkasnya. > > >

