His kade ah.. momok .. momok... araringgis teuing...
--- In [email protected], "mangucup88" <mangucu...@...>
wrote:
>
> Momok yang paling menakutkan di tahun 2009 ini bukannya kuntilanak
> atau setan gondoruwo sejenis, melainkan takut jadi miskin.
Masalahnya
> jadi wong kere alias wong miskin itu sangat memalukan dan merupakan
> aib yang paling besar; lebih memalukan daripada penyakit AIDS.
> Penyakit ada obatnya tapi jatuh miskin tidak ada obatnya. Loe boleh
> nungging dari pagi s/d malam, bahkan berdoa tanpa diputus oleh kata
> Amin, bahkan melakukan demo sampai pintu sorga sekalipun jangan
harap
> akan digubris, kalho sudah ketiban jatuh miskin tidak ada pilihan
lain
> selainnya N'rimo!
>
> Berdasarkan laporan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
> Jusuf Wanandi di akhir tahun ini saja secara diam-diam sudah ratusan
> ribu orang terkena PHK dan trend pasti akan meningkat hingga jutaan
> buruh. Mereka yang terkena PHK berarti satu langkah sudah memasuki
> jurang pintu kemiskinan.
>
> Kemiskinan ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan secara
> bertahap. Diawali dengan tidak adanya pemasukan uang. Barang-barang
> mewah yang ada dirumah mulai di lego satu demi satu. Kendaraan
pribadi
> roda empat pun akan diganti jadi roda dua; setelah itu menurun jadi
> kaki dua alias naik angkot ato ojek. Anak yang tadinya duduk di
> sekolah international maupun national plus, terpaksa harus pindah ke
> Sekolah SD Inpres. Pekerjaan rumah tangga pun terpaksa harus
dilakukan
> sendiri tanpa adanya pembantu lagi. Apakah hal ini; tidak akan jadi
> gunjingan dan cibiran orang sekampung tuh ?
>
> Suami yang biasanya setiap pagi dijemput oleh supir perusahaan,
> diganti oleh tukang ojek yang jemput sang istri untuk mengantar
> belanja kepasar tradisionil bukannya di Mall atau Carefour lagi.
> Apabila dahulu kita butuh sesuatu tinggal gesek saja Credit Card,
maka
> sekarang tinggal menunggu waktunya saja kapan kita digasak oleh sang
> Debt Collector.
>
> Rasa momok ketakutan seperti tersebut diatas bukan hanya dimiliki
oleh
> kaum buruh kecil saja, bahkan konglomerat super kaya sekalipun
> merasakan hal yang serupa. Misalnya Mr Merckle konglomerat yang
pernah
> memiliki predikat sebagai orang terkaya no 34 di kolong langit ini
dan
> memiliki harta kekayaan 110 triliun Rp dan termasuk orang nomor lima
> terkaya di Jerman, Senin kemarin melakukan bunuh diri dengan cara
> menabrakkan diri ke kereta api yang tengah berjalan. Walaupun
usianya
> sudah mencapai 74 tahun yang seyogiyanya harus bisa lebih arif,
> ternyata tidaklah demikian. Masalahnya ia takut harus menanggung Aib
> sebagai Wong Miskin, padahal berdasarkan Bank Dunia, orang baru bisa
> dinilai sebagai wong miskin apabila penghasilan Anda dibawah satu
AS$
> per hari.
>
> Walaupun demikian percayalah bahwa kemiskinan itu bukanlah sesuatu
hal
> yang perlu ditakutkan dan juga bukanlah suatu aib yang memalukan.
> Buktinya banyak penganut agama seperti Hindu, Budha maupun Katolik
> yang khusus menjalankan kaul atau ikrar untuk jadi wong miskin.
Mereka
> merasa bangga dan bahagia memilih kehidupan jadi wong miskin. Begitu
> juga mereka yang menganut filsafah hidup Kynismus yang merasa
bahagia
> bisa hidup seperti anjing jalanan, kata Kynis diserap dari bahasa
> Yunani = Anjing.
>
> Apakah kalau mang Ucup ini wong kere, tidak akan ada orang yang
> bersedia mengenal diri saya lagi ? Saya lebih mengutamakan naik Ojek
> daripada Taxi, bahkan lebih senang makan di Warteg kaki lima
daripada
> di restoran.
>
> Orang yang hanya menilai diri kita dari segi materi saja, bukanlah
> seorang sahabat yang baik. Harga diri anda maupun saya; tidak bisa
> dinilai dari harta yang kita miliki, melainkan dari jiwa yang kita
> miliki, tanpa adanya jiwa di dalam tubuh anda, berarti anda "No
Body"
> tulen, karena sudah Koit. Maka dari itulah barang yang paling
berharga
> yang dimiliki oleh setiap orang di dunia ini adalah "kehidupan",
oleh
> sebab itulah pula mang Ucup setiap hari mengucapkan terima kasih
> kepada Sang Pencipta dimana saya masih diberikan kesempatan untuk
bisa
> hidup sehari lebih lama lagi di dunia ini.
>
> Mr Merckle melakukan bunuh diri, karena sudah putus asa, dan merasa
> jalan hidupnya sudah bener2 mentok total, karena dari pihak Bank
tidak
> mau membantu memberikan kredit lagi. Ia bukan saja sudah tidak
percaya
> kepada Bank tetapi juga kepada Sang Pencipta sekalipun; ia sudah
tidak
> percaya lagi, hal inilah yang membuat dia jadi nekad melakukan
> tindakan bunuh diri !
>
> Apakah tindakan dia itu benar ? SALAH TOTAL, buktinya sehari saja
> setelah ia melakukan bunuh diri; terjadi Mukjizat dimana pihak Bank
> akhirnya bersedia mengucurkan kredit lagi untuk membantu
membangkitkan
> group usahanya. Hanya sayangnya bagi Mr Merckle; berita ini sudah
> terlambat! Maka dari itulah di dalam kehidupan ini jangan
> sekali-sekali mengucapkan kata "Tak Mungkin", sebab selama kita
masih
> hidup selama itu pula masih ada jalan.
>
> Segelap apapun malam ini, pasti akan selalu diakhiri oleh sinar
> matahari dipagi hari! Hanya pada umumnya kita tidak mengetahui jam
> berapa sekarang ini, dan berapa jam lagi saya harus nunggu sehingga
> bisa melihat sinar paginya matahari? Bersabarlah sejenak sambil
> menyanyikan lagu: "Morning Has Broken" dari Cat Steven. Matahari
pasti
> akan terbit untuk menghilangkan kegelapan dan menyinari hidup anda
lagi.
>
> Bagi mereka yang tidak merasa malu untuk bersahabat dengan mang Ucup
> silahkan Add di Facebook
>
> Mang Ucup
> Email: mang.ucup<at>gmail.com
>