Punten Kang, 
Leadna ge teu mawa hayang, Kang. Punten...

--- On Fri, 1/9/09, H Surtiwa <[email protected]> wrote:

From: H Surtiwa <[email protected]>
Subject: Re: [Urang Sunda] Miskin itu Aib yang Sangat Memalukan !
To: [email protected]
Date: Friday, January 9, 2009, 1:23 PM






Cobi dibaca sareng dismpulkeun sacara gembleng hiji artikel..... ..

Di awal artikel

' ......Masalahnya
jadi wong kere alias wong miskin itu sangat memalukan dan merupakan
aib yang paling besar; lebih memalukan daripada ...."

Menjelang akhir artikel

" Walaupun demikian percayalah bahwa kemiskinan itu bukanlah sesuatu hal
yang perlu ditakutkan dan juga bukanlah suatu aib yang memalukan..."


On 1/9/09, jaka ekalaya <jekal...@yahoo. com> wrote:










Miskin=aib? Miskin moral mungkin. Mung upami ngan sakadar miskin harta, ah, 
mana boa. Yang lebih aib adalah menakar martabat hanya dengan isi perut kita. 
 
Darmawan Sepriyossa

--- On Thu, 1/8/09, mangucup88 <mangucu...@yahoo. de> wrote:

From: mangucup88 <mangucu...@yahoo. de>
Subject: [Urang Sunda] Miskin itu Aib yang Sangat Memalukan !
To: urangsu...@yahoogro ups.com
Date: Thursday, January 8, 2009, 12:57 AM




Momok yang paling menakutkan di tahun 2009 ini bukannya kuntilanak
atau setan gondoruwo sejenis, melainkan takut jadi miskin. Masalahnya
jadi wong kere alias wong miskin itu sangat memalukan dan merupakan
aib yang paling besar; lebih memalukan daripada penyakit AIDS.
Penyakit ada obatnya tapi jatuh miskin tidak ada obatnya. Loe boleh
nungging dari pagi s/d malam, bahkan berdoa tanpa diputus oleh kata
Amin, bahkan melakukan demo sampai pintu sorga sekalipun jangan harap
akan digubris, kalho sudah ketiban jatuh miskin tidak ada pilihan lain
selainnya N'rimo!

Berdasarkan laporan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Jusuf Wanandi di akhir tahun ini saja secara diam-diam sudah ratusan
ribu orang terkena PHK dan trend pasti akan meningkat hingga jutaan
buruh. Mereka yang terkena PHK berarti satu langkah sudah memasuki
jurang pintu kemiskinan.

Kemiskinan ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan secara
bertahap. Diawali dengan tidak adanya pemasukan uang. Barang-barang
mewah yang ada dirumah mulai di lego satu demi satu. Kendaraan pribadi
roda empat pun akan diganti jadi roda dua; setelah itu menurun jadi
kaki dua alias naik angkot ato ojek. Anak yang tadinya duduk di
sekolah international maupun national plus, terpaksa harus pindah ke

 














      

Kirim email ke