Maaf saya tidak menulis basa sunda, karena dari tulisan di bawah ini terlihat Mang Ucup menulis artikel dalam bahasa Indonesia, padahal dari nama sudah jelas berbau sunda, saya khawatir Mang Ucup ini bukan urang sunda, takut tidak paham basa sunda, tidak jadi masalah anggota milis ini sunda ataupun non sunda, yang penting bisa taat aturan milis ini, di akhir artikel Mang Ucup menulis menyerahkan pendapat kepada pembaca, tentang sejarah Nabi Ibrahim as mau diambil dari Kitab Perjanjian Lama atau Alquran, bagi kami urang sunda yang mayoritas Islam tentu saja lebih memilih Alquran sebagai sumber hukum, dan tidak usah dipaksakan mengambil sumber dari kitab lainnya, hanya saja Mang Ucup dalam menulis artikel tsb, terkesan tidak proposional, artinya lebih banyak mengambil tulisan dari kitab lain bukan Alquran, seharusnya Mang Ucup memberi perbandingan 50%:50% , apalagi diakhir tulisan Mang Ucup memberi komentar silahkan mengambil sumber entah dari kitab perjanjian lama atau alquran artinya Mang Ucup ini tidak konsekwen dalam memberi pendapat, kemudian Mang Ucup menulis tentang Nabi Ibrahim as menurut versi India memakai nama Brahma, saya pernah menulis sejarah Dalem Aria Wangsagopara di milis ini, diantaranya tentang turunan beliau ke atas, disebut dari Nabi Adam berketurunan Nabi Sys yang mempunyai 2 anak Anwar dan Anwas, Anwas ataupun Sangyang nur rasa menurunkan tokoh pemimpin India dari kitab ramayana sampai mahabarata, termasuk Sri Rama dan Pandawa, juga para dewa seperti otipati, indra, bayu, yamadipati, termasuk juga brahma, saraswati, sedangkan Anwas melahirkan para Nabi seperti Nabi Nuh as, Ibrahim as, dst, jadi tidak benar dan tidak betul kalau brahma itu identik dengan Nabi Ibrahim as
--- On Mon, 1/12/09, mangucup88 <[email protected]> wrote: From: mangucup88 <[email protected]> Subject: [Urang Sunda] Biografi: Ibrahim sang Nabi To: [email protected] Date: Monday, January 12, 2009, 5:35 PM Ibrahim (Abraham) dilahirkan tepatnya 2.166 Sebelum Masehi di tanah Ur-Kasdim yang letaknya sekarang ini disebelah selatan Irak. Nama aslinya yang diberikan ketika ia dilahirkan adalah Abram = Bapak Mulia. Disana ia hidup beserta orang tua dan kedua saudaranya maupun istrinya Sarai. Setelah Haran kakak tuanya meninggal, ia bersama ayahnya dan Sarai istrinya. Mereka pindah ke Haran daerah timur selatan Turki. Jarak yang harus mereka tempuh cukup jauh; lebih dari 800 km walaupun dengan Unta sekalipun. Pada saat ia berusia 76 tahun ia mendengar panggilan Allah untuk pindah ke Betel – Kanaan. Beberapa tahun kemudian untuk menghindari wabah kelaparan di Kanaan, mereka hijrah ke Mesir. Disana ia tidak mengakui Sarai sebagai istrinya melainkan sebagai adiknya, hal inilah yang mendorong Firaun untuk menjadikan Sarai sebagai selirnya. Kebohongan ini akhirnya terbongkar juga oleh Firaun dimana akhirnya Sarai dikembalikan kepadanya dengan syarat ia dan Sarai harus segera meninggalkan Mesir baca Deportasi. Ia kembali ke Betel. Disana ia menerima janji dari Allah bahwa dia akan memiliki seluruh tanah di Efrat dan dapat keturunan. Setelah perjanjian tersebut ia merubah namanya dari Abram menjadi Abraham = Bapa Banyak Bangsa, kata Raham itu sendiri diserap bukan dari bahasa Ibrani melainkan dari bahasa Arab "ruham". Sarai juga merubah namanya menjadi Sarah. Sarah yang pada saat itu usianya sudah hampir mencapai 80 tahun, ketawa ngakak alias tidak percaya bahwa ia masih akan bisa melahirkan. Maka dari itulah ia menganjurkan agar mengambil budaknya saja Hagar (Siti Hajar) sebagai penggantinya. Dari Hagar ia mendapatkan seorang Putera yang diberi nama Ismail. Tiga belas tahun kemudian, Tuhan menepati janjinya dimana Sarah akhirnya melahirkan seorang putera yang diberikan nama Isaak yang dalam bahasa Ibrani berarti "Tertawa". Sebagai tanda ikatan dari perjanjian antara Allah dan Abraham, dia diwajibkan disunat. Pada saat disunat usia Abraham sudah mencapai 99 tahun sedangkan usia Ismail 13 tahun. Untuk menghindari persaingan warisan dimana Ismail sebagai anak pertama, Sarah menuntut agar Abraham mengusir Hagar dan Ismail ke padang pasir, dengan harapan disana mereka akan mati kehausan. Walaupun demikian akhirnya atas petunjuk Malaikat mereka menemukan mata air yang berada dibawah kakinya Ismail, tempat tersebut diberi nama Zam-zam Tuhan ingin menguji imannya Abraham dimana Tuhan menuntut agar Ishak dibunuh untuk dijadikan korban persembahan. Abraham menunjukkan kesetiaannya kepada Tuhan, sehingga akhirnya Tuhan memerintahan agar bukan Ishak yang dijadikan korban melainkan domba jantan yang kebenaran berada ditempat itu. Sebagai imbalan akan kepatuhannya ini; ia diberikan janji lain dimana ia akan mendapatkan keturunan sangat banyak, seperti juga bintang di langit dan pasir di tepi laut. Tempat pengorbanan ini letaknya di gunung Moria, sekarang Yerusalem. Di tempat itu pula Bait Suci Salomon dibangun. Sarah meninggal dalam usia 126 tahun, setelah Sarah meninggal Abraham mengambil istri baru, Keturah. Dari dia ia mendapatkan enam putera. Sarah, Abraham maupun Ishak dikuburkan di makam keluarga mereka di Hebron, tempat dimana sekarang ini di dirikan Mesjid Ibrahim. Abraham meninggal dunia dalam usia 175 tahun, konon ini adalah angka mistik. Tuhan menciptakan dunia 7 hari, sedangkan ada 5 rukun Islam jadi wajarlah apabila ia meninggal dalam usia 7 x 5 x 5 = 175 tahun. Sedangkan Ishak maupun Ismail tidak setua seperti Abraham, Ishak meninggal dalam usia 76 tahun dan Ismail dalam usia 89 tahun. Mogah2an saja mang Ucup juga bisa mencapai usia seperti Abraham 175 tahun, maklum ingin kawin lagi. Abraham seperti juga Musa adalah manusia yang mampu berkomunikasi dua arah secara langsung dengan Allah bahkan bisa bargaining - tawar menawar dengan Sang Pencipta. Perlu diketahui bahwa yang tercantum diatas adalah versi dari Agama Yahudi dan Nasrani. Sedangkan berdasarkan versi umat Muslim yang akan dijadikan kurban persembahan bukanlah Ishak melainkan Ismail, disamping itu lokasinya pun beda bukannya di Yerusalem (Bukit Moria) melainkan di Mekkah, tempat dimana adanya Ka'bah sekarang ini. Hari dimana Ismail akan dipersembahan sebagai kurban, diperingati terus menerus sampai sekarang sebagai hari raya Idul Adha dan merupakan puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan oleh umat Muslim. Rukun Islam yang kelima, ibadah Haji itu juga sebenarnya untuk mengingatkan akan perjalanan Ibrahim dan Ismail ke tempat pengorbanan di Mekkah. Versi mana yang benar saya serahkan sepenuhnya kepada pembaca, maklum entah Kitab Perjanjian Lama maupun Al Quran, merupakan Kitab Suci yang di ilhamkan atau dikte secara langsung dari Allah. Apakah Kitab Al Quran itu merupakan Revisi dari Kitab Pernjanjian Lama; dimana Allah merubah isi versi pertamaNya, entahlah ! Apapun keputusan atau pilihan Anda, tidak bisa dipungkiri bahwa Abraham/Ibrahim itu adalah manusia pertama yang mengawali agama Monoteisme atau Tuhan itu tunggal adanya. Di India, Abraham lebih dikenal dengan nama Brahma sedangkan Sara lebih dikenal dengan nama Saraswati. Perlu diketahui berdasarkan ahli sejarah keberadaannya sosok figur Abraham ini tidak pernah bisa terbuktikan. Disamping itu binatang "unta" yang seyogiyanya digunakan oleh Abraham sebagai kendaraan untuk mencapai tempat-tempat yang jauh, hal ini sebenarnya bertentangan dengan fakta sejarah. Sebab terbuktikan bedasarkan penelitian sejarah; binatang unta baru mulai dijinakkan dan dimanfaatkan oleh manusia pada 1000 tahun sebelum Masehi atau sekitar 1.200 tahun kemudian setelah Abraham wafat. Mang Ucup Facebook Email: mang.ucup<at> gmail.com

