sigana anu pas mah...teu cocog keur Mas Romi...
keur kuring, asa biasa bae. kuma nu ngaleukeunan bae

On Mon, Jan 19, 2009 at 4:19 PM, Irpan rispandi <[email protected]>wrote:

>   Baraya,
> kuring meunang tulisan ti websitena salah-sahiji pendekar IT, Romi
> Satria Wahono. Mas Romi teh anu ngagagas jeung mulasara website
> www.ilmukomputer.com.
>
> hampura teu disundakeun.
>
> (niat kuring offense he..he..he.. kebalikan tina "no offense")
>
> http://romisatriawahono.net/2006/06/28/pns-tidak-cocok-untuk/
>
> PNS Tidak Cocok Untuk …
>
> Menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), bagi sebagian orang Indonesia adalah
> sebuah dambaan, meskipun bagi sebagian lagi yang lain mungkin
> keengganan. Menjadi dambaan banyak orang sehingga antrean pengambil
> formulir pendaftaran CPNS selalu membludak setiap tahun. Orang merelakan
> apapun yang dia miliki untuk menjadi seorang PNS, baik uang puluhan juta
> rupiah, harga diri, dsb. Meskipun sudah ada upaya dari pemerintah untuk
> memperbaiki masalah rekrutmen PNS, baik melalui hukuman dan perbaikan
> sistem, tapi tetap saja masalah sogok, suap, atau apalah namanya adalah
> fakta yang terjadi di masyarakat.
>
> Alhamdulillah saya tidak perlu melewati itu semua, karena kebetulan saya
> menjadi PNS bukan lewat jalur penerimaan biasa, tapi lewat beasiswa
> sekolah luar negeri dalam program STAID (sebelumnya bernama OFP dan
> STMDP) yang diinisiasi pak Habibie. Well, meskipun saya tidak pernah
> bercita-cita menjadi PNS, saya harus ikhlas melaksanakan perjanjian yang
> dulu saya buat sebelum berangkat ke Jepang. Dan secara dewasa saya harus
> mengakui bahwa ini adalah jalur jalan kehidupan saya, paling tidak
> sampai ikatan dinas 2n+1 saya berakhir
>
> Jujur, saat ini saya merasa fatique, penat dan bosan dengan kehidupan
> saya sebagai PNS. Mohon maaf bagi rekan-rekan saya sesama PNS, sekali
> lagi saya tidak bermasalah dengan anda semua, saya cinta anda semua dan
> sedang berdjoeang seperti anda-anda semua Yang saya penatkan adalah
> behavior, sistem dan birokrasi yang ada di dalam institusi pemerintah.
> Biasanya yang menentramkan saya adalah sahabat saya yang lagi nongkrong
> di jerman, yaitu Made Wiryana yang sering mengatakan bahwa, yang paling
> gampang itu memang kalau kita memilih berdjoeang di luar, bebas dan
> tidak terikat. Penghargaan yang besar kepada rekan-rekan yang memilih
> berdjoeang di dalam institusi pemerintah, membuat inovasi serta
> perbaikan dari dalam.
>
> Nah saya ingin menshare suatu ide, pandangan dan referensi sebelum
> saudara-saudara saya tercinta di seluruh Indonesia memilih untuk menjadi
> PNS. Tentu yang saya sampaikan ini masih bersifat subjektif, masih hanya
> analisa di satu atau dua institusi pemerintah, dan perlu satu langkah
> diskusi, survey atau penelitian yang komprehensif sebagai upaya
> objetifikasi ide. Poin-poin yang saya sampaikan di bawah juga masih bisa
> ditambahi, dikurangi, dihapus atau bahkan diturunkan kalau muncul
> desakan di sana sini Mudah-mudahan ide ini bisa jadi gambaran sehingga
> tidak ada lagi orang yang salah jalan menempuh jalan terjal dan mendaki
> menjadi PNS, padahal itu sebenarnya tidak cocok untuk dirinya.
>
> Jadi menurut saya, sekali lagi "menurut saya", PNS tidak cocok untuk
> orang-orang seperti di bawah:
>
> 1. Orang yang ingin melakukan perubahan, perbaikan, membuat inovasi baru
> dan berharap itu akan terimplementasikan dalam waktu cepat. Perubahan,
> perbaikan berjalan lambat karena sistem (baik dalam konotasi baik maupun
> buruk ) sudah berjalan sangat lama dan turun temurun. Anda mau nekat?
> anak kemarin sore dan pahlawan kesiangan adalah gelar abadi anda
>
> 2. Orang yang tidak suka melihat uang dan anggaran dipermainkan,
> diputar-putar dan dipatgulipat. Orang yang memandang bahwa permainan
> anggaran, permainan perencanaan kegiatan adalah kegiatan yang salah,
> penuh dosa dan akan mendapatkan balasan setimpal di akherat kelak. Perlu
> dicatat juga bahwa banyak juga "PNS lurus" yang tidak menyadari bahwa
> beberapa fasilitas dan honor yang diterima adalah hasil subsidi silang
> dari kesemrawutan anggaran dan realisasinya.
>
> 3. Orang yang tidak suka sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana
> atau anggaran yang jauh-jauh hari telah ditetapkan. Dalam rencana
> anggaran tertulis beli komputer Rp. 20 juta, ternyata harga sebenarnya
> hanya Rp. 5 juta, dan akhirnya sisanya dipakai untuk keperluan lain yang
> di luar rencana (honor, tunjangan, beras atau minyak goreng untuk
> karyawan).
>
> 4. Orang yang tidak tega memalak teman-temannya yang menjadi rekanan
> bisnis institusinya, dengan meminta kuitansi seharga Rp. 50 juta,
> padahal nilai pengadaan barang/jasa sebenarnya hanya seharga Rp. 25
> juta. Si rekanan bisnis ini karena marginnya kecil, jadi ngemplang
> pajak, karena memang dia tidak menerima duwit sebesar itu. Perusahaannya
> bangkrut karena nggak kuat bayar pajak, akhirnya dia buat perusahaan
> lagi dan ngurus jadi rekanan lagi. Muter-muter terus coi …
>
> 5. Anak muda yang cerdas, berwawasan dan bisa mengeluarkan dan
> merangkumkan ide (pendapat) yang lebih brilian dan strategis daripada
> eselon diatasnya (eselon 4, 3, 2, 1) atau bahkan seorang menteri. Si
> anak muda ini ketika bertemu dengan bos yang tidak tepat akan disebut
> bahwa idenya terlalu strategis dan kurang tepat dengan golongannya yang
> rendah dan cocok untuk permasalahan teknis
>
> 6. Orang yang tidak suka dirinya dan hasil kerjanya dinilai hanya dari
> absensi. Atau lebih lagi bagi orang yang tidak bisa kerja kalau sebelum
> kerja harus njeglok mesin absensi Apa yang anda perbuat, membuat
> proposal setebal kamus oxford, kerja lembur sampai subuh, membuat
> kerjasama dengan institusi atau organisasi di luar negeri, atau
> mengharumkan nama institusi karena anda berprestasi di luar, semua tidak
> akan dipandang kalau absensi anda jeblog. Kalau anda protes, maka anda
> akan diminta membaca UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
> dan PP No 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
> Kalau perlu bacanya sambil nyungsep di laut saja mas …
>
> 7. Orang yang merasa kurang apabila bekerja sehari hanya 4 jam. Karena
> kemungkinan anda akan datang jam 8 pagi, njeglok absen, sarapan pagi
> sambil ngobrol sampai jam 10. Istirahat siang jam 12, kembali ke kantor
> jam 13:15, dan adzan sholat ashar jam 15:15 merupakan bel pulang kantor.
>
> 8. Orang yang memiliki jiwa enterpreneur dan selalu melihat segala
> peluang sebagai peluang yang kemungkinan bisa menjadi bisnis. Ketika
> jiwa enterpreneur ini diimplementasikan di tempat yang tepat hasilnya
> akan positif, tetapi apabila diimplementasikan di institusi pemerintah
> tempat bekerja, bisa jadi sumber korupsi yang maha dahsyat dan
> mengerikan. Orang ini diharapkan ketika melihat berjubelnya pendaftaran
> PNS dan mendengar keluhan 4 juta PNS di Indonesia tentang gaji mereka
> yang rendah selalu berpikir untuk mempunyai perusahaan dan bisa membuka
> lapangan kerja baru bagi 4 juta orang di Indonesia. Mungkin posisi itu
> lebih tepat.
>
> Saya yakin bahwa sebagai anak bangsa, baik posisi kita ada di dalam
> maupun di luar institusi pemerintah, kita ingin dan sama-sama berdjoeang
> membuat republik kita ini lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera dan
> disegani bangsa-bangsa lain. Seperti yang sudah saya sitir diatas,
> kadang PNS bukanlah pelaku, tetapi sebenarnya juga menjadi korban. Masih
> banyak "PNS-PNS lurus" yang siap melakukan perbaikan di negeri ini. Mari
> kita melakukan perbaikan semampu kita, baik dengan lisan, hati maupun
> dengan tangan. Dan jangan lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan
> keadaan yang sudah Allah berikan kepada kita.
>
> Wallahualam bisshawab.
>  
>



-- 
tantan hermansah | SM 1270 I 0818 800 528 I Untuk Kebebasan dan Kebahagiaan
I Bogor

Kirim email ke