Punten ka teh icho... ku abdi tetep di posting,
keun we lahhh da teu disebatkeun iyeuh saha jamlina,
ngan punten kanu ngaraosss... cik atuh ulah ngerakeun euy..!!
maenya ka dulur sorangan rek nipu... komo deui ka baturrr...!!

-panzi-



http://ibuseno.multiply.com/journal/item/370?mark_read=ibuseno:journal:370&replies_read=9


Sebetulnya saya bukan pemain baru untuk urusan dagang men dagang lewat
internet atau e-mail.

Saya sudah memulainya ketika jualan springbed, dan jualan barang2 produk
salah satu MLM .

Untuk jualan springbed berhubung nominal pricenya juga relatif mahal, jadi
saya selalu minta nomor pelanggan untuk membayar uang mukanya minimal 20%
dari harga jual untuk penjualan produk lain selama sama aja, saya juga
minta mereka mnegirimkan uang pembayarannya terlebih dahulu jika saya
belum kenal dekat ( meskipun hanya kenal di dunia maya )


Selain itu pasti saya juga minta nomor kontak dan alamat pengiriman barang
( tentu saja )



Tapi kemarin ini saya lalai, saya terlalu menaruh kepercayaan yang besar
terhadap pembeli kali ini.

Saya hanya tahu alamat e-mailnya saja, dan kitapun berkomunikasi hanya via
e-mail.

Si Pembeli minta dikirimkan buah kaos 'pitnah'  dengan alamat pengiriman
di kantornya.

Meskipun uang pembayaran belum dikirim, berhubung saya percaya ke si
pembeli ( sama -sama urang sunda dan ikut milis yang sama ) maka saya
langsung kirimkan barang tersebut.

Saya kirim tanggal 6 Januari melalui pos kilat yang 1 hari sampai, saya
informasikan pengiriman telah dilakukan dan minta pembeli segera melakukan
pembayaran. si Pembeli janji pembayaran akan dilakukan besok pagi.




Sampai 2 hari kemudian pembayaran belum di lakukan.

Ketika saya hubungi untuk konfirmasi pembayaran, si Pembeli mengatakan
barang belum diterima.

Selama ini pengiriman barang via pos tidak pernah bermasalah,
keterlambatan biasanya disebabkan karena hari libur. Tapi kali ini setelah
1 minggu barang di kirim, si pembeli mengatakan barang belum di terima.


Hasil penelusuran di kantor pos, barang sudah di terima oleh security
bernama AS.

Saya informasikan hal ini kepada pembeli, saya minta nomor kontak dibeliau
tapi tidak diberikan.

Sampai di sini mulai timbul penyesalan saya yang terlanjur mempercayai
beliau yang sebetulnya saya juga belum tahu, meskipun satu milis tapi gak
pernah ngobrol.. dan nyeselnya pembeli ini beli dalam jumlah yang lebih
dari satu.




Saya kembali kirimkan email untuk meminta Pembeli menelusuri keberadaan
barang ke security tersebut.

3 hari kemudian baru saya dapat balasan bahwa barang betul sudah di terima
security AS, dan di simpan di pos tapi saat ini barang tidak ada di pos..
entah di mana.

Saya bales lagi.. artinya kewajiban saya selaku penjual sudah selesai,
barang sudah diterima meskipun tidak langsung di tangan pembeli, artinya
pembeli sudah punya kewajiban untuk membayar.

2 hari kemudian, e-mail saya baru dibalas, dan saya diberi janji lagi
dengan catatan 'meskipun saya rugi, saya tetap akan bayar besok pagi '

Lagi lagi janji tinggal janji... sampai e-mail saya yang ke 13 dan sudah
hari ke 20 sejak pengiriman barang di lakukan, saya masih belum menerima
pembayaran dari beliau

Bukan nominalnya yang saya masalahkan, tapi itikad baiknya yang tidak saya
lihat.

Ada rasa sesal saya yang terdalam.. mengapa harus dia yang melakukan ini.



Tapi ini benar2 jadi pelajaran buat saya.. bisnis is bisnis.. jangan kan
sama teman, sama saudara aja bisnis ya tetep bisnis.. apalagi sama teman
yang belum dikenal.. hati2 deh !!

Ke depannya.. saya akan saklek.. pengiriman barang hanya akan saya lakukan
kalau uang pembayaran sudah saya terima , gak pandang bulu.. itu rule nya.

Sama seperti yang dilakukan pedagang2 lain ketika saya menjadi pembeli
online.

Kirim email ke