Terima kasih buat response nya
dan maaf apabila ada yang bingung dalam membaca cerita aku dibawah
ada kesalahan penulisan. Yang benar adalah 15 desember 2008
 
Regards,
mara


--- On Wed, 2/4/09, Roro Rohmah <[email protected]> wrote:

From: Roro Rohmah <[email protected]>
Subject: Re: [Urang Sunda] Ikhlas
To: [email protected]
Date: Wednesday, February 4, 2009, 3:23 AM






Salam kenal Amara, nama saya Roro. 
Turut berduka cita atas meninggalnya kekasih Amara. Tentu sedih sekali 
ditinggal orang yang sangat Amara cintai, yang kelak diiharapkan bisa menjadi 
teman hidup. Memang tidak mudah untuk berusaha ikhlas menerima takdirNya. 
Mungkin ini adalah jalan terbaik bagi Jamal, daripada harus hidup terus menerus 
menderita digerogoti penyakit (hal ini mengingatkan saya pada almarhum ayah 
saya). 

Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, tapi apa daya bila 
Allah menghendaki, kita tidak bisa menolaknya. Menurut kita buruk, tidak 
demikian menurut Allah, ataupun sebaliknya. Ikhlas adalah menerima rencana 
Allah. 

salam, 
Roro. 


>>> amaliaamara@ yahoo.com 02/04/09 01:52PM >>> 
Ada yang bisa ngertiin arti kata "ikhlas"? 

Senin, 15 Desember 2009. 
Aku kehilangan pacar aku, sahabat aku, kakak aku, calon imam aku. 
Jamal Abdul Nasir. 

Umurnya 27tahun. 
Fisiknya selalu dikasih sehat. Hingga Nov awal kemaren dokter bilang dia sakit 
types. 
Types tipe O yang menyerang bagian otak. 
Hingga menyebabkan tidak bisa tidur selama lebih dari 40hari. 

Tanggal 15Des 09. Pagi. Aku dirumah sakit Budi Asih Jakarta. 
Keadaan Jamal parah. Mata sudah tidak bisa melihat. Badan sudah tidak berdaya. 
dan dalam 3 hari terakhir yang dia sebut hanya nama aku 

Hingga akhirnya aku berdoa disiang hari, aku ikhlas ya Allah. 
Berikan keadaan yang terbaik untuk kekasih aku. 
dan akhirnya Jamal menghembuskan nafas yang terakhir pada pukul 15.30 sore. 

1 bulan telah berlalu. 
aku masi sering nangis dikamar kostan aku. 
aku masih ga percaya kalo jamal dah ga ada. 
Soulmate aku. Cinta aku 

"Mungkin Tuhan dah kasi yang terbaik untuk Cuma kata2 itu yang bisa nguatin aku 
sekarang. 

mungkin ada yang bisa bantu, Mara harus gimana lagi supaya mara bisa lebih 
Ikhlas. 
karena katanya menangisi orang yang telah meninggal secara terus menerus sama 
dengan marah terhadap takdir. 

Best regards, 
Amalia Amara 

PT. Indosopha Sakti 
Secretary IBM Division 
Ph. 021-79180345 (ext 218) 

 














      

Kirim email ke