Sabtu, 2009 Maret 07
Rahasia di Balik Sakit
Menjenguk Kang Asep Dasuki , Tokoh PERSIB Bandung dan Humas PWS ( kanan ) di RS
Elizabeth - Medan , alhamduliah kondisinya makin membaik , Cepat sembuh nya
Kang.
Hidup
ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian
merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam
kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula
pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta'ala berfirman yang artinya,
"Tiap-tiap
yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan
dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) . Dan hanya kepada
Kami-lah kamu dikembalikan. " (QS. al-Anbiyaa': 35).
Sahabat Ibnu `Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur'an-
menafsirkan ayat ini:
"Kami
akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan
penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan
kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan." (Tafsir Ibnu Jarir).
Dari
ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian
dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik
cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar
oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
"Sungguh
menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya
merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang
mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu
merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia
bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah
wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas
kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati,
pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu.
Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah
dilakukan.
Sebagaimana firman Allah ta'ala,
"Dan
apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahan mu)." (QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,
"Tidaklah
menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan,
penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang
menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR.
Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
" Janganlah
kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit
itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku
api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh
karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang
dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah
dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku,
sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,
"Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka." (HR. Al
Bazzar, shohih)
Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Wahai
saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan
mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar
kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal
`afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa
nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya.
Oleh
karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah,
dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan
Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia
kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.
Allah ta'ala berfirman yang artinya,
"Dan
sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat
sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan
dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk
merendahkan diri. (QS. al-An'am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk
kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan
mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir
Ibnu Jarir)
Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai
saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai
kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang
sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim
rahimahullah berikut ini:
"Andaikata
kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan
urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali,
-ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu
sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan
ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar
matahari."
(Lihat Do'a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada
hamba-Nya.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya
Allah ta'ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka
cobaan." (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami
keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini.
Amin.
Lihat artikel di :
www.pwsmedan.blogspot.com