website www.wacananusantara.org, murni bermisi ngalestarikeun budaya Indonesia, 
digitalisasi arsip budaya,...dina web eta berkembang k game dunia persilatan 
baheula..Heru Nogroho, praktisi IT, rerencangan abdi salaku pilot 
projectna...mangga diaos,..






Praktisi TI Heru Nugroho

TI Berperan Lestarikan
Budaya

 

Tergerak untuk ikut berkiprah melestarikan budaya bangsa, Profesional TI Heru
Nugroho berinisiatif melakukan digitalisasi data dan arsip kekayaan budaya
Indonesia. Setelah menjajaki apa yang bisa dilakukannya di dunia pendidikan,
kini Heru membentuk Tim Wacana Nusantara yang mengelola situs 
www.wacananusantara.org.
Tujuannya, melestarikan budaya dan menyebarluaskannya hingga regenerasi
berganti. Berikut perbincangan dengan Heru yang juga menjabat Komisaris PT
Melvar Lintas Nusa (Melsa.Net), Bandung ini.

 

Bagaimana caranya TI bisa
berpreran dalam pelestarian budaya Indonesia?

Selain budaya-budaya itu dipelihara secara harfiah atau disimpan dan
dirawat secara konvensional, juga bisa kita digitalisasi seperti seperti yang
saya lakukan di www.wacananusantara.org.
Di sinilah Wacana Nusantara bisa jadi sebuah wadah yang sedang berupaya untuk
mengakomodir segala bentuk kekayaan intelektual yang dihasilkan bangsa
Indonesia sendiri. Melalui Wacana Nusantara, seluruh produk kekayaan intelektual
Indonesia akan dikumpulkan, didata, didokumentasikan dan dipublikasikan kepada
publik, baik dalam negeri maupun internasional, dalam berbagai media. Dengan
begitu, kebudayaan bisa dilestarikan dan dapat dengan disebarluaskan ke semua
orang sampai ke anak cucu kita. 

 

Kita sadar, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan beragam
kekayaan budanya. Berbagai institusi baik lembaga, perorangan maupun kenegaraan
berulang kali meneliti kekayaan budaya Indonesia. Sayangnya banyak ditemui 
karya-karya
intelektual milik bangsa Indonesia ternyata tidak dimiliki oleh bangsa
Indonesia sendiri. Bahkan ada beberapa produk kebudayaan Indonesia yang diklaim
jadi milik negara lain.

 

Kenapa ya, inisiatif seperti ini
malah muncul dari kalangan TI sendiri, dan bukan dari Kementerian Budaya dan
Pariwisata misalnya?

Hehehe..Yang pasti selama ini saya lihat pemerintah itu kurang kreatif dan tidak
inovatif. Padahal sebenarnya mereka bisa bikin semacam kelompok kerja yang
melibatkan praktisi dari berbagai bidang ilmu dalam rangka upaya pelestarian
dan penyebaran warisan leluhur. Tentu sebenarnya bisa bikin agar bisa muncul
ide-ide kreatif dan inovatif.

 

Bagaimana proses digitalisasi
data dan fakta budaya Indonesia itu di Wacana Nusantara?

Dalam proses pembuatannya, Wacana Nusantara menghimpun terlebih dahulu berbagai
data tentang Indonesia seperti data kerajaan-kerajaan di Indonesia, sistem
kemasyarakatan dan anthropologi Indonesia kuno, arsitektur dan perkembangannya,
kearifan lokal beberapa daerah di Indonesia, kepercayaan dan tuntunan hidup,
seni rupa, dan lain-lain. Kami sendiri sadar data-data yang kami miliki saat ini
memang masih sangat kurang. Tapi setidaknya dengan menampilkan data-data awal
seperti ini diharapkan bisa menghidupkan forum diskusi dan komunikasi untuk
memperoleh data-data yang lebih kaya.

 

Sumber data dan cara pengolahan
datanya sendiri?

Sumber data dan informasi dalam Wacana Nusantara diperoleh melalui studi 
literatur
yaitu data yang berasal dari karya-karya tulis, baik ilmiah maupun umum. Bahkan
proses pencarian data bisa sampai dilakukan melalui kunjungan ke tempat-tempat
bersejarah maupun tempat-tempat berlangsungnya penelitian. Kami juga bisa
mendapat data dari pihak yang memiliki data tersebut hingga browsing di
internet dengan tetap memegang teguh kaidah-kaidah HAKI serta kaidah keilmuan
dalam pencantuman sumbernya.

Tak jarang teknik pengumpulan data juga biasa dilakukan melalui wawancara
dengan peneliti, pengamat, pelestari dan pelaku dari seluruh disiplin ilmu
tentang Indonesia.

 

Nah, setelah data diperoleh, pengolahan data kami lakukan pemindahan
materi-materi ke dalam bentuk digital text yang akan digabungkan dalam sebuah
digital library di mana di dalamnya terdapat pengubahan data-data rupa, audio
maupun video ke dalam bentuk digital.

 

Sebelumnya, sudah adakah yang
memanfaatkan TI untuk mendigitalisasikan arrsip data budaya kita ini?

Kalau saya lihat sih cukup banyak juga, tapi terbatas. Mungkin karena terkendala
keterbatasan, misalnya www.budayanusantara.com.

 

Apa yang diharapkan dari Wacana
Nusantara ini?

Kami harapkan bisa menjadi portal budaya Indonesia. Karenanya kami akan terus
mengambangkan portal ini baik dari segi isi (content) maupun media
penyampaiannya. Teknologi baru yang tepat guna akan dimanfaatkan guna mencapai 
tujuan ini.



--- On Fri, 3/27/09, Irpan rispandi <[email protected]> wrote:

From: Irpan rispandi <[email protected]>
Subject: Re: [Urang Sunda] Website http://www.wacananusantara.org/
To: [email protected]
Date: Friday, March 27, 2009, 9:15 AM











    
            



kang Dian,

siganamah ieu teh website pendukung pikeun game MMORPG buatan indonesia
anu websitena  www.nusantara- online.com

tapi launchingna engke bulan Mei.



Dian Tresna Nugraha wrote:

  
  Abdi 'nimu' ramatloka anyar di internet:

  

  http://www.wacananu santara.org/

  

Keren.

  

Mangga cenah anu bade ngiring ngeusian, kontak wae timna:

  http://www.wacananu santara.org/ content/view/ category/ 1

  

Wassalaam,

Dian.

  
  
 




-- 
Sent NOT from my BlackBerry®
powered NOT by Sinyal Kuat INDOSAT/XL/whatever
***Gue gak punya blackberry, puas?!



 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke