Punten, pak moderator manawi tiasa ngiring iklan buku enggal.
mudah-mudahan janten bacaan urang Sunda.

=========================

Judul Buku : Aceh di Mata Urang Sunda
Penulis    : Arif Ramdan
Pengantar  : Drs.H.R. Hidayat Suryalaga
Penerbit   : Bandar Publishing, Aceh
Distributor: CV Diandra Mitra Media. Jogjakarta

Sunda memang bukan Jawa, meski berada dan mendiami pulau yang sama. Orang Sunda 
rata-rata tidak atau kurang berkenan disebut orang Jawa. Profesor Utju Ali 
Basyah, tokoh Sunda di Aceh selalu menegaskan bahwa Sunda itu bukan Jawa. Sebab 
di mata orang Aceh, Jawa itu penjajah! Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah 
semua orang Aceh berpendapat demikian?

Dia lahir sebagai anak lintas budaya. Lahir dari dua garis keturunan yang 
berbeda. Dua kebiasaan dan watak yang berbeda. Dari ibunya, ia mewarisi sikap 
tegas dan pantang menyerah. Pantas dia disebut Gam Sunda, anak siapakah itu?

Penghormatan sebagai petanda honorific “Eyang Ratu” dipersembahkan kepada 
Pahlawan wanita Cut Nya Dien yang dipusarakan di Gunung Puyuh Kabupaten 
Sumedang. Para wanita Sunda yang berjiwa heroik selalu menyambangi pusara 
beliau dengan rasa hormat yang teramat tinggi. Apakah karena itu, pasukan dari 
Kodam Siliwangi bisa diterima ketika terjun ke Aceh?

Arif Ramdan tanpa sungkan menelanjangi kebiasaan ‘jelek’ orang-orang Aceh. 
Rahasia dari pintu-pintu peradaban Aceh yang pernah berjaya dalam lintas 
sejarah manusia, sedikit demi sedikit dibukanya, termasuk “Tipu-tipu Aceh” 
dalam lintas sejarah.

Jalan yang ditempuh Arif Ramdan untuk memahami Aceh tidak tanggung-tanggung; 
dia total menjadi orang Aceh. Membaca buku ini, seolah kita sedang diajak 
melancong ke negeri Serambi Mekkah.* http://arif-ramdan.blogspot.com






Kirim email ke