punten ngiring nyebarkeun pernyataan sikap Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim 
Indonesia [KAMMI] Garut terkait masa tenang, money politik, kinerja KPU, sareng 
caleg bermasalah






TOLAK POLITISI BUSUK

WUJUDKAN PEMILU BERSIH, BERKUALITAS DAN
PRO RAKYAT

 

Duka sepertinya tidak putus merundung Indonesia, belum kering luka kita
oleh tsunami dan lapindo, disusul luka baru di Situ Gintung. Pun di Kab. Garut,
yang selalu dihantui bencana longsor saat hujan melanda. Banyak faktor kenapa
bencana selalu menimpa Indonesia,
bisa jadi Allah murka karena banyak maksiat yang kita lakukan, bisa juga karena
faktor ’salah urus negara’. Dimana dana yang seharusnya digunakan untuk 
membangun
sarana dan prasarana malah dikorupsi oleh pemimpin dan oleh anggota legislatif
yang terhormat.

            Bukan itu saja, ditengah derita
kemiskinan, kesulitan ekonomi, masalah gizi, buruknya pelayanan kesehatan dan
pendidikan yang tidak merata, rakyat juga disuguhi oleh perilaku bejad elit
politik. Skandal
seks, perselingkungan, foto syur serta korupsi berjama’ah. Korupsi tersebut
tersistem mulai dari tingkat pusat hingga level terkecil di pemerintahan
setingkat lurah.

            Hampir
tak ada upaya penegakan hukum yang mampu memberangus praktek korupsi. Dan yang
lebih menggelikan lagi, banyak politisi yang bermasalah tapi kembali
mencalonkan diri sebagai aleg. 

Sudah saatnya rakyat bangkit, rakyat
harus menyelematkan pemilu dari orang – orang yang hanya ingin mencari kekuasaan
dan kekayaan dengan menjadi aleg. Sudah saatnya kita belajar dari kepemimpinan
koruptor Agus Supriadi. Tidak boleh terjadi lagi kasus – kasus memalukan
seperti jaring asmara, kebocoran dana reses, korupsi bantuan alam, dsb. Nasib
Garut ada di tangan rakyat. Suara kita akan menentukan warna Garut 5 tahun
kedepan. Ini saat yang tepat untuk menghukum politisi busuk, yaitu dengan cara
:

1.     
Tidak memilih mereka dalam pemilu. Mereka tidak boleh
menjadi pemimpin dan tidak boleh masuk ke pemerintahan kab. Garut.

2.     
Tolak praktek money politik, tidak ada yang gratis !!
uang yang dibagi – bagikan kepada rakyat kelak akan diambil kembali dengan cara
K O R U P S I.

3.     
Mengawasi jalannya pemilu terutama pada masa tenang. 

4.     
Menggunakan hak pilih secara bijaksana. Jangan berikan
suara anda pada caleg bermasalah. 

5.     
Kritis dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja KPU dalam
mensosialisasikan pemilu serta pendistribusian perangkat pemilu.

 



      

Kirim email ke