Sumanget na mah asyik..tapi kumaha carana...saha anu rek ngamimitian...disagala widang korupsi..timimiti parkir ..wc umum...suat kateranagan....lapor kapalingan oge mayar...
On 4/6/09, yuya ira <[email protected]> wrote: > > punten ngiring nyebarkeun pernyataan sikap Kesatuan Aksi Mahasiswa > Muslim Indonesia [KAMMI] Garut terkait masa tenang, money politik, kinerja > KPU, sareng caleg bermasalah > > > *TOLAK POLITISI BUSUK* > > *WUJUDKAN PEMILU BERSIH, BERKUALITAS DAN PRO RAKYAT* > > > > Duka sepertinya tidak putus merundung Indonesia, belum kering luka kita > oleh tsunami dan lapindo, disusul luka baru di Situ Gintung. Pun di Kab. > Garut, yang selalu dihantui bencana longsor saat hujan melanda. Banyak > faktor kenapa bencana selalu menimpa Indonesia, bisa jadi Allah murka karena > banyak maksiat yang kita lakukan, bisa juga karena faktor ’salah urus > negara’. Dimana dana yang seharusnya digunakan untuk membangun sarana dan > prasarana malah dikorupsi oleh pemimpin dan oleh anggota legislatif yang > terhormat. > > Bukan itu saja, ditengah derita kemiskinan, kesulitan ekonomi, > masalah gizi, buruknya pelayanan kesehatan dan pendidikan yang tidak merata, > rakyat juga disuguhi oleh perilaku bejad elit politik. Skandal seks, > perselingkungan, foto syur serta korupsi berjama’ah. Korupsi tersebut > tersistem mulai dari tingkat pusat hingga level terkecil di pemerintahan > setingkat lurah. > > Hampir tak ada upaya penegakan hukum yang mampu memberangus > praktek korupsi. Dan yang lebih menggelikan lagi, banyak politisi yang > bermasalah tapi kembali mencalonkan diri sebagai aleg. > > Sudah saatnya rakyat bangkit, rakyat harus menyelematkan pemilu dari orang > – orang yang hanya ingin mencari kekuasaan dan kekayaan dengan menjadi aleg. > Sudah saatnya kita belajar dari kepemimpinan koruptor Agus Supriadi. Tidak > boleh terjadi lagi kasus – kasus memalukan seperti jaring asmara, kebocoran > dana reses, korupsi bantuan alam, dsb. Nasib Garut ada di tangan rakyat. > Suara kita akan menentukan warna Garut 5 tahun kedepan. Ini saat yang tepat > untuk menghukum politisi busuk, yaitu dengan cara : > > 1. Tidak memilih mereka dalam pemilu. Mereka tidak boleh menjadi > pemimpin dan tidak boleh masuk ke pemerintahan kab. Garut. > > 2. Tolak praktek money politik, tidak ada yang gratis !! uang yang > dibagi – bagikan kepada rakyat kelak akan diambil kembali dengan cara *K O > R U P S I.* > > 3. Mengawasi jalannya pemilu terutama pada masa tenang. > > 4. Menggunakan hak pilih secara bijaksana. Jangan berikan suara anda > pada caleg bermasalah. > > 5. Kritis dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja KPU dalam > mensosialisasikan pemilu serta pendistribusian perangkat pemilu. > > > > > >

