Saur pa Gubernur, "Saya kira teman-teman IPB dan ITB siap memberikan
pelatihan untuk itu. Pemprov menyiapkan dananya,"

Mung dua paguron luhur anu kasebat ku pa Gubernur. Ari paguron luhur
sanesna teu ngiringan?

Baktos,
Dian.

------------

PETANI BUTUHKAN BENIH UNGGUL
Gubernur Jabar Dukung "Go Organik" Tahun 2010
http://www.ahmadheryawan.com/di-media/77-ahmad-heryawan-di-media/2925-petani-butuhkan-benih-unggul.html

SUBANG, (PR).-
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Adi Sasono, mengaku
telah mendesak pemerintah untuk menyediakan benih unggul bagi para
petani Indonesia. Hal itu perlu dilakukan agar produktivitas padi yang
sudah bagus tetap terjaga.

"Saya sudah membicarakan hal ini dengan Menteri Pertanian beberapa
waktu lalu. Saya harap usulan ini diperhatikan, kendati membutuhkan
biaya yang tidak sedikit," ujar Adi Sasono, seusai melakukan panen
padi benih unggul produksi PT Sang Hyang Seri dengan penggunaan pupuk
organik produksi PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), di Dusun
Tegalpanjang, Desa Rawamekar, Kec. Blanakan, Minggu (12/4).

Hadir dalam acara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Dirut Perum
Bulog Mustafa Abu Bakar, Direktur PT Sang Hyang Seri Edi Budiono,
Direktur Teknik dan Pengembangan PT PKC, Moh. Husen, Wakil Bupati
Subang Ojang Sohandi, Wakil Bupati Tangerang Rano Karno, dan segenap
tamu undangan.

Menurut Adi Sasono, untuk menyediakan benih unggul sedikitnya
memerlukan dana Rp 3,5 triliun. Akan tetapi, hal itu harus dilakukan
agar kesejahteraan para petani terus meningkat.

Pada kesempatan itu, Adi Sasono juga menyambut baik dimulainya
penggunaan pupuk organik pada sejumlah lahan pertanian khususnya di
Jabar. "Bahan baku pupuk organik semuanya lokal, sedangkan bahan baku
pupuk nonorganik harus diimpor. Kami meminta kepada pihak Bulog untuk
ikut membeli dan memasarkan padi hasil pemupukan organik ini," kata
Adi.

Direktur Teknik dan Pengembangan PKC, Moh. Husen mengakui pupuk punya
arti penting dalam menopang ketahanan pangan. "Bahan baku pupuk yang
tidak akan pernah habis serta banyak tersedia adalah pupuk organik,"
katanya.

Menurut dia, pupuk organik bisa dibuat dari sampah organik, jerami,
daun pepohonan, dan bahkan kotoran ternak. Oleh karena itu, pupuk
organik sangat potensial untuk dikembangkan.

Dikatakan, saat ini produksi pupuk organik PKC sudah mencapai 100.000
ton/tahun. Pupuk organik sebanyak itu diproduksi di kawasan PKC
sendiri, di Karawang dan di Sukabumi. Sementara untuk menguji
keampuhan pupuk tersebut pihaknya telah mengadakan demonstrasi pola
tanam (demplot) di beberapa tempat di antaranya di Indramayu dan
Karawang.

Sementara itu, Dirut Perum Bulog Mustafa Abu Bakar mengatakan,
pihaknya siap membantu pemasaran padi hasil pemupukan organik karena
padi jenis tersebut memang sangat diminati warga luar negeri. Hal itu
sejalan dengan program pemerintah yang akan mulai mengekspor beras
dengan kualitas tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar menyatakan siap mendukung
penggunaan pupuk organik khususnya para petani di Jabar. Menurut dia,
dengan segala potensi yang ada kami siap mendukung Go Organik 2010.
"Saya kira teman-teman IPB dan ITB siap memberikan pelatihan untuk
itu. Pemprov menyiapkan dananya," ujar Gubernur. (A-106)***

Kirim email ke