Ti milis tatanggi,....
--- On Wed, 5/6/09, Bogor Tempo Doeloe <[email protected]> wrote: From: Bogor Tempo Doeloe <[email protected]> Subject: Anggaran Minim, Kesenian Sunda Terancam Punah To: [email protected] Date: Wednesday, May 6, 2009, 8:41 AM Anggaran Minim, Kesenian Sunda Terancam Punah CIBINONG - Wajar jika kesenian Sunda di Kabupaten Bogor sulit berkembang dan sulit dipertahankan. Ini karena Pemerintah Kabupaten Bogor pelit anggaran dalam bidang yang satu ini. Padahal, banyak kesenian seperti angklung gubrag dan kesenian Cibatokan yang unik dan bisa menarik kunjungan wisatawan. “Jadi bagaimana mau berkembang, anggaran saja tidak ada,” ujar Seksi Kesenian Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Deni Sultanudin, kepada Radar Bogor di kantornya, kemarin. Begitupun dengan pengajuan anggaran, pemkab seolah saling lempar. Begitu Disbudpar mengajukan anggaran ke Bupati Bogor, pengajuan tersebut dikembalikan ke Disbudpar. Padahal, dinas yang bertanggung jawab mempertahankan mengurusi perkembangan kesenian dan kebudayaan ini tidak memiliki anggaran untuk itu. Mengatasi hal tersebut, pihaknya berupaya menjadikan helaran HUT Kabupaten Bogor sebagai ajang promosi dan perkenalan kebudayaan dan kesenian yang ada di Kabupaten Bogor. Terlebih lagi, kesenian banyak terdapat di wilayah Barat yang kini mulai vakum. “Permasalahan anggaran inilah yang menyebabkan banyak kesenian di Kabupaten Bogor vakum dan tidak dikembangkan. Padahal, ini potensi yang harusnya dipertahankan,” terangnya. Dari informasi yang diperoleh Radar, helaran HUT Kabupaten Bogor akan dipusatkan di daerah Sentul. Ini berbeda dengan helaran sebelumnya yang dipusatkan di Tegar Beriman. Langkah ini untuk membuka akses lebar-lebar dalam memperkenalkan kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Kabupaten Bogor. “Kami juga berencana akan mengadakan helaran HUT Kabupaten Bogor secara bergantian di seluruh kecamatan. Tapi, untuk masalah ini masih dalam pembahasan dan belum bisa dipastikan,” tandasnya. (radar-bogor.co.id)

