Dari milist sebelah semoga manfaat:
Inilah sekumpulan penerbit dan individu yang masuk daftar hitam Bank Dunia
karena
menghabiskan dana pendidikan dengan memberi buku2 sekolah yang jelek
mutunya, mereka memberi sampah pada dunia pendidikan, Tapi sampah2
tersebut dibayar dengan harga mahal memakai dana pendidikan nasional
Sumber ICW
www.antikorupsi. org
senin 25 Agustus 2008
Potensi kerugian dalam korupsi buku
mencapai milyaran rupiah. Bank Dunia sendiri meminta Pemerintah RI
untuk membayarkan kembali $10 juta dari pinjaman yang telah diberikan
untuk pengadaan buku sekolah pada tahun 2004. Selain itu, Bank Dunia juga
mengeluarkan daftar hitam penerbit dan individu yang dianggap bermasalah.
Tabel 2. Daftar Penerbit dan Individu
Hitam Versi Bank Dunia
No
Penerbit Bermasalah
Keterangan
1
PT Penerbit Erlangga, of Jakarta , Indonesia
Dasar pemberian sanksi :
1.
Lemahnya kebijakan
pemerintah daerah
2.
Akuntabilitas
publik yang terabaikan
3.
Sistem
distribusi yang tidak transparan
4.
Tidak adanya
pengawasan yang signifikan dari instansi terkait termasuk dari Depdiknas.
2
PT Grasindo, of Jakarta , Indonesia
3
PT Ganeca Exact, of Bandung , Indonesia
4
PT Mitra Gama Widya, of Jakarta , Indonesia
5
PT Mizan, of Jakarta , Indonesia
6
PT Albama, of Jakarta , Indonesia
7
PT Trigenda Karya, of Bandung , Indonesia
8
PT Pabelan, of Jakarta , Indonesia
9
PT Surya Angkasa, of Semarang , Indonesia
10
PT Edumedia, of Jawa Timur , Indonesia
11
PT Tiga Serangkai, of Jawa Tengah , Indonesia
12
PT SPKN, of Bandung , Indonesia
13
CV Djatnika, of Jawa Barat , Indonesia
14
PT Bintang Ilmu, of Jakarta , Indonesia
15
CV Titian Ilmu, of Bandung , Indonesia
16
PT. Mega Jaya, of Indonesia
17
CV Kendang Sari, of Surabaya , Indonesia
18
CV Grafindo
19
CV Multi Trust
20
PT Pribumi Mekar
21
Ikip Malang/Yayasan
Penerbit Ikip Malang
22
PT Indah Jaya Adipratama
23
PT Mitra Aksara Panaitan (Mapan), of Jakarta, Indonesia
24
PT Multi Adiwiyata
25
PT Remaja Rosda Karya
26
PT Balai Pustaka
27
PT Kanisius
Sumber : Bank Dunia
Penegakan hukum kasus korupsi buku
memang tidak cukup dengan keluarnya daftar hitam penerbit (black list), itulah
sebabnya Komisi
Pemberantasan Korupsi pun mulai melakukan pemantauan terhadap penyimpangan di
sektor ini. Paling tidak KPK tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan di 14
kabupaten/ kota
se-Jawa Tengah dan Jogyakarta.
Tabel 3 : Proses Hukum Kasus Korupsi
Buku Pelajaran
Daerah
Tahun
Proses Hukum
Aktor yang
terlibat
Status Hukum
Nilai
Karawang
2003
§
Ditahan di
Kejaksaan Negeri Karawang
Mantan
Kepala Dinas Pendidikan Dadang
Wargadinata, Kepala Bagian Umum Program dan Pelaporan Dinas
Pendidikan Amid
Mulyana
Tahanan Kejaksaan
Rp. 500 Juta
Sleman
2004
§
Ditahan oleh
Polda DIY dan ditangani KPK
§
Pengadilan
Negeri
Mantan Ketua DPRD Djarot Subiyantoro
Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Bahrum
Ketua Panitia Pengadaan
Buku Matsuko Muhdori
Vonis 5 tahun
Vonis 4,5 tahun
Rp. 11,8 Milyar
Purworejo
2003-2004
§
Pengadilan
Negeri Semarang
Mantan Bupati Marsaid
Proses pengaadilan
Rp. 4,6 Miliar
Semarang
2004
§
Pengadilan
Negeri Semarang
Mantan Bupati Bambang Guritno
Vonis dua tahun
Rp. 620 Juta
Kendal
2004
§
Majelis Hakim
Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
§
KPK
Mantan Bupait Hendy Boedoro
Divonis tujuh tahun
penjara, denda Rp. 200 juta dan membayar uang pengganti Rp. 3,47 miliar
Rp. 47 Miliar
Pemalang
2004
§
Kejaksaan
Negeri
mantan Kadinas P dan K Bambang Sukojo, Kepala Tim
Pengadaan
Barang Josaphat Soenarjo,
Pimpinan Kegiatan I Agus
Sukisno, dan
Pimpinan Kegiatan II Kartijan.
Masih dalam proses
peradilan
Rp. 26,587 Miliar
Brebes
2004
§
Polda
Jawa Tengah
Bupati Brebes Indra Kusumah, ketua DPRD
Brebes Drs.H.Sare’I Abdul
Rossyid
Kepala Dinas Pendidikan, Tarsun MM
Masih dalam proses
peradilan
Rp. 8,3 Miliar
Salatiga
2004
§
Mabes Polri
o
Polres
Salatiga
Mantan Walikota Totok Minarto (alm)
Mantan Kadinas Pendidikan Bakrie
Pimp. DPRD Sri Utami Djatmiko dan Sutrisno
Masih dalam proses
peradilan
Masih proses penyidikan
Rp.17,6 Miliar