|
Geus lila kuring nulis ieu, malah geus poho deui. he..he..he... blog na
oge tara di update. tapi nilai-nilai ajakan-na tetep berlaku nepi ka ayeuna, isuk jeung pageto, oge pagetona pageto, jst. http://irpan.blogdetik.com/ Revolusi Juli 14, 2008 | | 1 Comment Judulnya keren ya. kesannya aku siap mengerahkan 1.000.000 pasukan organik yang tiap orangnya punya kekuatan gabungan Rambo dan McLane, 900 ribu tank termutakhir, 50 kapal induk bertenaga nuklir-fusi kelas Kalimantan, 1450 pesawat Tempur type RI-xyz, dsb. Kapan yak punya ‘mainan’ sebanyak ini? Tapi aku bukan mau bicara tentang militer, meskipun aku senang maen game tembak-tembakan. Aku bukan mau bicara tentang perang yang membunuh orang. (Padahal lumayan kan, perang bisa mengurangi kepadatan penduduk lho. he..he..he.. jahat gak sih kayak gitu ?). Aku mau bicara tentang perang untuk perubahan. Revolusi kalo kata wikipedia adalah perubahan mendasar dalam hal kekuasaan atau struktur organisasi. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang singkat. Kalau aku sih mengambil simplenya aja, Revolusi = perubahan signifikan. Apa? kurang bener? kumaha aing we. He..he..he.. peace. Ceritanya, aku kemarin ikut kerjabakti RT. Menjelang agustusan, kita harus rapi-rapi lingkungan, kata pak RT. Tahap pertama kemarin adalah mencukur rumpun bambu jepang yang jadi pagar komplek perumahan yang sudah gondrong. Bayangin pemirsa, cuman nyukur rumpun bambu aja, hasilnya terasa beda. Pagar rumpun bambu ini berbatasan dengan kebun penduduk sekitar. biasanya pagar ini kelihatan menyeramkan dan kebayang, pasti ada ularnya. Tapi setelah dicukur dan dibentuk persegi kayak pager, Tinggg… daerah yang tadinya menyeramkan, berubah jadi menyenangkan. Tempat itu kelihatan terang, hijau dan asri. Pak RT malah punya ide bikin saung bambu di tempat itu buat nongkrong-nongkrong penduduk. So bicara Revolusi, kita gak usah ngebayangin perang bersenjata (dulu). Keadaan kita dan negeri tercinta yang carut marut ini harus direvolusi. Tapi yang pertama direvolusi adalah manusia penghuni negeri tercinta ini. Kita kalah dalam perang ideologi. Kata sang Adidaya begini, kita ‘Nggih’. Sang Adidaya ngasih segitu, kita ‘nuhun’ sambil bungkuk-bungkuk. Kita kalah dalam perang ekonomi, meskipun tanah kita subur dan luaaasss banget, tetep aja beras ngimpor, kedelai ngimpor. Kita kalah dalam perang politik, satu-persatu pulau-pulau nusantara diambil negri lain. Kita kalah dalam perang sosial budaya, generasi muda kita jadi manusia yang tidak punya kepribadian. Apa kata TV dia ngikut. Radio bilang gitu dia nunut. Tabloid merintahin nungging, tu anak nungging. Kita kalah dalam perang pertahanan dan keamanan. Berapa ratus ribu orang agen spionase negara asing, mengorek-ngorek rahasia dapur kita. Kasiaaaan deh kita… Siap gak perang dengan senjata? belum kan. Tank yang kita punya, kemarin baru saja ulang tahun perak lho. Nah karenanya, kita manfaatkan senjata utama yang paling cuanggih. Apakah itu? Ya, betul, senjata itu adalah anda, saya, kita, mereka, manusia-manusia penghuni negri tercinta ini. Kan ada ujar-ujaran bahasa inggris, “Man behind the gun”. Jadi seuzur apapun senjatanya, kalo orangnya huebuaat, gak bakalan kalah. he..he..he.. ngelantur ya, dari nyukur rumpun bambu jadi ke spionase. jaka sembung banget. Ok,setelah panjang lebar menulis, pembaca juga udah cape membaca. langsung aja ke kesimpulan. Kesimpulannya adalah: Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Telah tiba waktunya bagi kita untuk melakukan revolusi. Marilah kita bangkit mengangkat senjata untuk menebus kekalahan-kekalahan yang kita derita. Meskipun kita tidak punya F16 atau USS Roosevelt, meskipun kita tidak punya M16 atau Tank Abram. Tapi kita punya Allah, kita punya ‘Rajin’, kita punya ‘Bersahaja’, kita punya ‘Hemat’, kita punya ‘Tenggang Rasa’ dan senjata-senjata lain yang tersembunyi dalam setiap pribadi manusia di negri tercinta. Bangkitkan kekuatan senjata tersebut. Gunakanlah senjata-senjata itu untuk melawan serangan musuh. Mereka menyerang dengan mode, kita lawan dengan ‘bersahaja’. Mereka menyerang dengan hiburan, kita lawan dengan ‘Rajin’. Mereka menyerang dengan barang-barang konsumtif, kita lawan dengan ‘Hemat’. Dan sebagainya. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Telah tiba waktunya kita mengatakan “TIDAK” pada diri kita sendiri, tatkala melihat iklan model Handphone terbaru, dan diri kita tertarik untuk membelinya. Akan lebih baik lagi jika uang tersebut ditabung untuk keperluan yang lebih penting lagi. Dan kalaupun diantara saudara-saudara ada yang sedemikian kayanya sehingga tidak memerlukan lagi tabungan, maka uang tersebut bisa digunakan untuk menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin. Saudara-saudar sebangsa dan setanah air, mari kita lakukan revolusi ini dengan kekuatan senjata dari dalam diri. MERDEKA !!! --
![]() |
- [Urang Sunda] Revolusi irpan rispandi
- Re: [Urang Sunda] Revolusi H Surtiwa


