Response kana artikel ieu mah singakat wae ; "Mangga..panuju
!!"..................

On 5/25/09, irpan rispandi <[email protected]> wrote:
>
>  Geus lila kuring nulis ieu, malah geus poho deui. he..he..he... blog na
> oge tara di update.
> tapi nilai-nilai ajakan-na tetep berlaku nepi ka ayeuna, isuk jeung pageto,
> oge pagetona pageto, jst.
>
> http://irpan.blogdetik.com/
> Revolusi
>
> Juli 14, 2008 | | 1 Comment
>
> Judulnya keren ya. kesannya aku siap mengerahkan 1.000.000 pasukan organik
> yang tiap orangnya punya kekuatan gabungan Rambo dan McLane, 900 ribu tank
> termutakhir, 50 kapal induk bertenaga nuklir-fusi kelas Kalimantan, 1450
> pesawat Tempur type RI-xyz, dsb.
>
> Kapan yak punya ‘mainan’ sebanyak ini?
>
> Tapi aku bukan mau bicara tentang militer, meskipun aku senang maen game
> tembak-tembakan. Aku bukan mau bicara tentang perang yang membunuh orang.
> (Padahal lumayan kan, perang bisa mengurangi kepadatan penduduk lho.
> he..he..he.. jahat gak sih kayak gitu ?).
>
> Aku mau bicara tentang perang untuk perubahan.
>
> Revolusi kalo kata wikipedia adalah perubahan mendasar dalam hal kekuasaan
> atau struktur organisasi. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang singkat.
>
> Kalau aku sih mengambil simplenya aja, Revolusi = perubahan signifikan.
> Apa? kurang bener? kumaha aing we. He..he..he.. peace.
>
> Ceritanya, aku kemarin ikut kerjabakti RT. Menjelang agustusan, kita harus
> rapi-rapi lingkungan, kata pak RT. Tahap pertama kemarin adalah mencukur
> rumpun bambu jepang yang jadi pagar komplek perumahan yang sudah gondrong.
>
> Bayangin pemirsa, cuman nyukur rumpun bambu aja, hasilnya terasa beda.
>
> Pagar rumpun bambu ini berbatasan dengan kebun penduduk sekitar. biasanya
> pagar ini kelihatan menyeramkan dan kebayang, pasti ada ularnya. Tapi
> setelah dicukur dan dibentuk persegi kayak pager, Tinggg… daerah yang
> tadinya menyeramkan, berubah jadi  menyenangkan. Tempat itu kelihatan
> terang, hijau dan asri. Pak RT malah punya ide bikin saung bambu di tempat
> itu buat nongkrong-nongkrong penduduk.
>
> So bicara Revolusi, kita gak usah ngebayangin perang bersenjata (dulu).
>
> Keadaan kita dan negeri tercinta yang carut marut ini harus direvolusi.
> Tapi yang pertama direvolusi adalah manusia penghuni negeri tercinta ini.
>
> Kita kalah dalam perang ideologi. Kata sang Adidaya begini, kita ‘Nggih’.
> Sang Adidaya ngasih segitu, kita ‘nuhun’ sambil bungkuk-bungkuk.
>
> Kita kalah dalam perang ekonomi, meskipun tanah kita subur dan luaaasss
> banget, tetep aja beras ngimpor, kedelai ngimpor.
>
> Kita kalah dalam perang politik, satu-persatu pulau-pulau nusantara diambil
> negri lain.
>
> Kita kalah dalam perang sosial budaya, generasi muda kita jadi manusia yang
> tidak punya kepribadian. Apa kata TV dia ngikut. Radio bilang gitu dia
> nunut. Tabloid merintahin nungging, tu anak nungging.
>
> Kita kalah dalam perang pertahanan dan keamanan. Berapa ratus ribu orang
> agen spionase negara asing, mengorek-ngorek rahasia dapur kita.
>
> Kasiaaaan deh kita…
>
> Siap gak perang dengan senjata? belum kan. Tank yang kita punya, kemarin
> baru saja ulang tahun perak lho.
>
> Nah karenanya, kita manfaatkan senjata utama yang paling cuanggih. Apakah
> itu? Ya, betul, senjata itu adalah anda, saya, kita, mereka, manusia-manusia
> penghuni negri tercinta ini.
>
> Kan ada ujar-ujaran bahasa inggris, “Man behind the gun”.
>
> Jadi seuzur apapun senjatanya, kalo orangnya huebuaat, gak bakalan kalah.
>
> he..he..he.. ngelantur ya, dari nyukur rumpun bambu jadi ke spionase. jaka
> sembung banget.
>
> Ok,setelah panjang lebar menulis, pembaca juga udah cape membaca. langsung
> aja ke kesimpulan.
>
> Kesimpulannya adalah:
>
> Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Telah tiba waktunya bagi kita
> untuk melakukan revolusi. Marilah kita bangkit mengangkat senjata untuk
> menebus kekalahan-kekalahan yang kita derita.
>
> Meskipun kita tidak punya F16 atau USS Roosevelt, meskipun kita tidak punya
> M16 atau Tank Abram.
>
> Tapi kita punya Allah, kita punya ‘Rajin’, kita punya ‘Bersahaja’, kita
> punya ‘Hemat’, kita punya ‘Tenggang Rasa’ dan senjata-senjata lain yang
> tersembunyi dalam setiap pribadi manusia di negri tercinta.
>
> Bangkitkan kekuatan senjata tersebut. Gunakanlah senjata-senjata itu untuk
> melawan serangan musuh. Mereka menyerang dengan mode, kita lawan dengan
> ‘bersahaja’. Mereka menyerang dengan hiburan, kita lawan dengan ‘Rajin’.
> Mereka  menyerang dengan barang-barang konsumtif, kita lawan dengan ‘Hemat’.
> Dan sebagainya.
>
> Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.  Telah tiba waktunya kita
> mengatakan “TIDAK” pada diri kita sendiri, tatkala melihat iklan model
> Handphone terbaru, dan diri kita tertarik untuk membelinya. Akan lebih baik
> lagi jika uang tersebut ditabung untuk keperluan yang lebih penting lagi.
> Dan kalaupun diantara saudara-saudara ada yang sedemikian kayanya sehingga
> tidak memerlukan lagi tabungan, maka uang tersebut bisa digunakan untuk
> menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin.
>
> Saudara-saudar sebangsa dan setanah air, mari kita lakukan revolusi ini
> dengan kekuatan senjata dari dalam diri.
> MERDEKA !!!
>
>
> --
>

<<image/jpeg>>

Kirim email ke