Tiga Pulau di Tanah Air Diperjualbelikan di Internet

JAKARTA, (PR).-
Pemerintah Indonesia dinilai kecolongan menyusul adanya penjualan tiga pulau
melalui situs web internet. Ketiga pulau yang berada di Kepulauan Mentawai
itu adalah Pulau Makaroni, Pulau Siloinak, dan Pulau Kandui.

Pulau Makaroni yang memiliki luas 14 hektare dihargai 4 juta dolar AS, Pulau
Silionak yang memiliki luas 24 hektare dibanderol 1,6 juta dolar AS, dan
Pulau Kandui yang memiliki luas 26 hektare dihargai 8 juta dolar AS. "Ini
membuktikan bangsa ini kurang cinta terhadap tanah air," ungkap Wakil Ketua
Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra, di Jakarta, Rabu (26/8).

Kondisi ini sungguh ironis terkait dengan upaya Indonesia mempertahankan
sejumlah aset dari klaim negara lain, dalam hal ini Malaysia. Sejauh ini,
sejumlah pulau seperti Ambalat, Nipah, Sipadan, Ligitan, termasuk yang
disengketakan antara kedua negara.

Terakhir, klaim Malaysia atas tari Pendet dari Bali hingga menimbulkan
komentar dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar Malaysia tidak
menimbulkan rasa sensitivitas bangsa Indonesia dengan klaim tersebut.
Sebelum tari Pendet, klaim oleh negara itu juga terhadap reog ponorogo, lagu
"Rasa Sayang-sayange", angklung, batik, dan wayang kulit.

Yusron menyalahkan pemerintah, terutama pemerintah daerah setempat yang
dianggap lalai menjaga kepulauan yang mereka miliki serta mendatanya agar
tidak dikuasai pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan.

"Ribuan pulau saat ini tidak ada namanya. Berapa sih susahnya pemda
mengambil putusan untuk memberi nama dan mendatanya. Itu yang selama ini
tidak dilakukan," katanya.

Di tempat terpisah, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K)
Departemen Kelautan dan Perikanan Alex S.W. Retraubun menyatakan, pihaknya
akan mengecek kebenaran. "Jika memang menyalahi aturan, maka itu harus
dibatalkan. Tidak bisa seenaknya menjual pulau," katanya.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, pemerintah
menargetkan pendataan pulau di Indonesia selesai 2012. (A-78/A-109)***

Cite:
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=94695

Kirim email ke