28 September 2009 | 23:34 wib | Daerah Tanggal 2 Oktober Hari Batik Nasional
*Pekalongan, CyberNews. *Kelompok Kerja (Pokja) Batik Pekalongan akan mengusung usulan kepada pemerintah pusat agar dapat menetapkan 2 Oktober mendatang sebagai Hari Batik Nasional (HBN). Pernyataan tersebut disampaikan H Romi Oktabirawa dihadapan kegiatan pertemuan dengan tokoh Pekalongan Sutrisno Bachir, Wakil Wali Kota H Abu Al Mafachir dan komunitas warga Pekalongan di Rumah Makan Pande Rasa setempat. Menurut pemilik Batik Wiro Kuto itu, sudah selayaknya 2 Oktober mendatang dicanangkan sebagai HBN karena bertepatan dengan momentum dunia, Unesco menetapkan batik sebagai kebudayaan warisan leluhur Indonesia. "Kami sudah mendapat kabar kepastiannya soal penetapan dari Unesco yang akan dilakukan di Abu Dhabi. Ini momentum baik bagi Indonesia karena batik telah diakui dunia milik Indonesia, bukan negara lain," katanya. Karena itu, Pokja Batik Pekalongan akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk dapat mencanangkan 2 Oktober menjadi HBN. "Kami juga akan merencanakan acara di Jakarta seperti penggalangan pengusaha-pengusaha batik, pameran batik serta lainnya," tandas Romi. Tokoh masyarakat Pekalongan di kancah nasional, Sutrisno Bachir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PAN mengaku mendukung langkah tersebut dan akan berusaha membantu di tingkat pusat. "Namun hal ini juga harus ada sinergi dari pemerintah daerah, seperti Kota Pekalongan dalam pengajuan usulan tersebut. Pasalnya saat berkumpul bersama membangun Pekalongan dan bangsa, urusan partai sementara harus ditanggalkan terlebih dahulu," ungkap SB, sapaan Sutrisno Bachir. Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Wali Kota H Abu Al Mafachir, menurut dia, Pemkot juga sangat bangga sekali adanya pengakuan batik dari tingkat Internasional tersebut dan akan berusaha menyikapinya melalui berbagai kegiatan bersama komunitas warga Kota Batik. (* Nur Khaeruddin / CN08 *)

