Enya nya ABG kita bararoga video mesum barudak SMP, SMA, mahasiswa dina
HPna....tapi teu elas bintangna.........Anu heran gerakan ieu muncul ti
daerah..saacan jakarta engeuh..jadi remaja/pelajar/daerah  nggeus nyaho saha
eta Miyabi..........

On 10/14/09, Waluya <[email protected]> wrote:
>
>
>
> > YADI nurdin <urang_cileu...@...> wrote:
> > ah kieu geningan di nagara urangmahnya,masalah anu kieu patut wae
> > oge di gede-gedekeun.
> > padahalmah seueur keneh anu leuwih penting,nya contona rakyat
> > urang anu katalang sara.
>
> Wayahna Kang, da diurang mah perkara eta teh urusan "MAHA PENTING". Tapi
> aya beja sabalikna ti Mahasiswa Makasar:
>
> Rabu, 14/10/2009 12:23 WIB
> Puluhan Aktivis PMII UIM Dukung Miyabi ke Indonesia
> Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
>
> dok detikcom Makassar - Melawan arus. Begitulah sikap puluhan aktivis
> Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Universitas Islam
> Makassar (UIM) soal Miyabi. Jika yang lain menolak, mereka justru mendukung
> kedatangan artis porno itu ke Indonesia.
>
> Dukungan itu disampaikan mereka saat menggelar unjuk rasa di depan kampus,
> Jl Perintis Kemerdekaan KM 9, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu
> (14/10/2009).
>
> Para pengunjuk rasa membawa beberapa poster berisi dukungan pada Miyabi.
> Poster-poster itu antara lain bertuliskan 'Urus Saja Moral dan Akhlakmu,
> Tidak Usah Urus Miyabi'.
>
> Koordinator aksi, Ubaidi, mengatakan tak ada salahnya Miyabi datang ke
> Indonesia untuk mencari nafkah sebagai bintang film. Menurutnya, menentang
> kedatangan Miyabi adalah menentang persamaan hak dan nilai-nilai
> demokratisasi yang dipraktekkan bangsa ini.
>
> "Kami memang menolak pornografi, tapi sebagai warga negara yang menganut
> paham demokratisasi tidak ada alasan menolak kedatangan Miyabi. Masak
> bintang film lain bisa!" ungkap Ubaidi.
>
> Ubaidi menambahkan, masih banyak hal penting yang perlu diurus selain
> kedatangan Miyabi. Misalnya saja kebobrokan moral yang dicontohkan oleh
> beberapa pejabat di negeri ini.
>
> "Kalau Miyabi ditolak karena pernah main video mesum, bagaimana dengan
> pejabat atau legislator kita yang juga punya video mesum. Apakah kita berani
> mengusir orang-orang tersebut?" pungkas Ubaidi.
>
> (mna/djo)
>
>  
>

Kirim email ke