Beu, karek ge dilantik, geuning geus digugat?

====
Peternak Sukabumi Adukan Menkes

JAKARTA, (PR).-
Komisi IX DPR RI akan memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) Endang
Rahayu Sedyaningsih untuk dimintai penjelasannya terkait dengan
laporan sejumlah peternak asal Kabupaten Sukabumi, soal transparansi
tes darah terhadap mereka.

"Akan rapat kerja dengan Menkes Rabu (28/10), kami akan mengimbau
kepada Depkes untuk mengontrol penelitian yang dilakukan," ujar Ketua
Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning kepada wartawan di Gedung DPR, Senin
(26/10).

Sejumlah peternak asal Sukabumi mendatangi Gedung DPR RI, kemarin.
Mereka melaporkan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dan menuntut
adanya keterbukaan menyangkut pengambilan sampel darah terhadap tiga
ratus peternak di Sukabumi pada Januari 2007.

Endang yang saat itu sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan
Bio Medis dan Farmasi Depkes mengambil darah tiga ratus peternak di
Kabupaten Sukabumi. Pengambilan sampel itu terkait dengan matinya dua
ribu unggas di tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi yakni Cicurug,
Cikembang, dan Kebon Pedes akibat flu burung.

Setiap peternak diambil sampel darah sebanyak 20 cc. Seusai diambil
sampel darah, mereka diberi sekaleng susu kental manis dan lima
bungkus mi instan.

"Saat itu Endang enggak datang, dia kan kepala laboratoriumnya. Yang
datang timnya dokter Tranti dan dua orang warga negara asing dari WHO
dan Belanda dari The National Institute for Public Health and The
Environment (RIVM)," ujar Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung
(Keprak) Sukabumi, Ade M. Zulkarnain.

Para peternak, ungkap Ade, dijanjikan akan diberi tahu hasil
pengambilan sampel darah dalam waktu tiga bulan. Namun, sampai Agustus
2008 belum ada kabar dan akhirnya mereka mengirim surat ke Menkes saat
itu yakni Siti Fadilah Supari pada 18 Agustus 2008 untuk meminta
klarifikasi pengambilan sampel darah.

Saat itu Siti hanya mengirimkan timnya untuk menjelaskan hasil tes
peternak negatif. "Tuntutan kita transparansi pengambilan sampel
darah. Darah untuk apa dan mau dibawa ke mana? Kata dokter Tranti
darah dibawa ke Atlanta, Amerika Serikat," tuturnya.

Ade M. Zulkarnain menambahkan, para peternak pada awalnya ingin
mengadukan kasus itu ke Komisi IX DPR yang membidangi masalah
kesehatan. Namun, Ketua Komisi IX Ribka Tjiptaning sedang tidak ada di
tempat.

Akhirnya, peternak Sukabumi pun bertemu dengan anggota FPKS asal
Sukabumi Yudi Widiana Adia. Yudi berjanji untuk mengakomodasi laporan
peternak dan menyampaikannya ke Komisi IX DPR. Komisi IX DPR
direncanakan akan mengadakan raker dengan Menkes pada Rabu (28/10).

Karena menunggu hasil pertemuan antara Komisi IX dengan Menkes, para
peternak menunda rencana berdemo ke Istana Presiden. Sebelumnya mereka
mengancam akan beraksi di Istana Presiden jika aspirasi di DPR tidak
diterima.

Ada aturan main

Menurut Ribka Tjiptaning, dalam penelitian harus jelas apa fungsi dan
tujuannya, serta setiap penelitian memiliki aturan mainannya.
"Penelitiannya apa, bagaimana, manfaatnya apa, harus jelas," ujarnya.

Ribka menambahkan, dalam pertemuan dengan Menkes, Rabu (28/10), mereka
juga akan membahas beberapa isu kesehatan terkini. Program kerja
Menkes juga dipertanyakan DPR. "Soal Namru, program kerja 100 hari
Menkes, target millennium development goals 2014, dan lain-lain,"
tutur Ribka. (A-109/Dtc)***

cite: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=106367

Kirim email ke