Tah iyeu bukti geus jelas... lain kudu ku nu palinter lulusan ti amrik nu
kudu jadi mentri.... contoh iyeu tah... ngan saukur lulusan SMP boga Pesawat
nepika 22 siki jeung bisnis lauk.... kumaha tah...?? kuduna mah nu kiyeu nu
dijadikeun menteri perekonomian mereunn



Wanita Lulusan SMP Itu Punya 22 Pesawat
  PERSDA 
NETWORK<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/28/10280792/Wanita.Lulusan.SMP.Itu.Punya.22.Pesawat#>
Susi Pujiastuti
  Rabu, 28 Oktober 2009 | 10:28 WIB

*PANGANDARAN, KOMPAS.com -* Kerut di wajahnya menggambarkan betapa keras
jalur hidup ditempuh wanita ini. Susi Pujiastuti (45) merangkak sebagai
pedagang ikan segar. Ia sukses di industri perikanan modern dan penerbangan
carter beraset ratusan miliar rupiah.

Tak pelak PT Excelcomindo Pratama (Tbk), perusahaan telekomunikasi,
menganugerahinya predikat The Best Indonesia Berprestasi 2009. Saat ini,
wanita yang hanya lulusan SMP itu mengelola dua perusahaan.

Masing-masing PT ASI Pujiastuti Marine Product, yang bergerak di bisnis
perikanan dan Susi Air, maskapai sewa dengan 22 unit pesawat propeler. Dari
dua perusahaan itu, Susi bisa menghidupi ribuan karyawan.

Jalan hidup wanita ini memang penuh liku. Usai memutuskan keluar dari bangku
SMA di Cilacap, Jawa Tengah pada 1983, Susi mulai menjalani pekerjaannya
sebagai pengepul ikan dengan modal pas-pasan.

Usahanya terus berkembang. Setahun kemudian dia berhasil menguasai pasar
Cilacap. Tidak puas hanya berbisnis ikan laut di satu daerah, Susi mulai
melirik daerah Pangandaran di pantai selatan Jawa Barat.

Ternyata di sana keberuntungan Susi datang. Usaha perikanannya maju pesat.
Jika semula dia hanya memperdagangkan ikan dan udang, Susi mulai memasarkan
komoditas yang lebih berorientasi ekspor, yaitu lobster.

Dia membawa dagangannya sendiri ke Jakarta untuk ditawarkan ke berbagai
restoran seafood dan diekspor. Karena permintaan luar negeri sangat besar,
untuk menyediakan stok lobster Susi harus berkeliling Indonesia mencari
sumber suplai lobster.

Masalah pun timbul, problem justru karena stok sangat banyak, tetapi
transportasi, terutama udara, sangat terbatas. Untuk mengirim dengan kapal
laut terlalu lama karena lobster bisa terancam busuk atau menurun
kualitasnya.

Pada saat itulah timbul ide Susi lainnya untuk membeli sebuah pesawat.
Christian von Strombeck, suaminya yang kebetulan pria bule yang berprofesi
pilot pesawat carteran asal Jerman mendukungnya.

Sebuah pesawat jenis Cessna dia beli. Armada itu sangat membantunya
meningkatkan produktivitas perdagangan ikannya. Nilai jual komoditi nelayan
di daerah juga naik.

“Nelayan bisa mendapatkan nilai tambah. Misalnya saja, lobster di Pulau
Mentawai yang tadinya hanya dijual Rp 40 ribu per kilo, setelah itu bisa
dinaikkan menjadi Rp 80 ribu per kilo saat itu,” kata Susi kepada *Persda
Network.*

Jadi Pesawat Penumpang Kebutuhan akan pesawat pun semakin meningkat seiring
dengan ekspor yang terus bertambah. Belakangan, pesawat yang tadinya hanya
untuk mengangkut barang dagangan laut dia coba sewakan kepada masyarakat
yang ingin menumpang.

“Ternyata permintaan transportasi sangat besar karenanya kita pun
mengembangkan bisnis pesawat carter ini dan Susi Air,” ujarnya.

Saat ini, Susi Air memiliki 22 armada pesawat kecil, antara lain jenis
Cessna Grand, Avanti dan Porter yang dioperasikan oleh 80 pilot, sebanyak 26
di antaranya adalah pilot asing.

Pesawat Cessna saat ini harganya Rp 20 miliar per unit. Sedang pesawat
Avanti harganya bisa empat kali lebih mahal.

Maskapai Susi Air saat ini beroperasi di hampir seluruh daerah peolosok di
Indonesia. Untuk mengembangkan bisnisnya ini, Susi bertekad menambah armada
lagi hingga mencapai 40 unit pada akhir tahun depan dengan investasi sekitar
Rp 200 miliar.

“Yang penting kita tingkatkan layanan agar pelanggan semakin suka pada
kita,” ujarnya berfalsafah. *(hendra gunawan)*


-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Kirim email ke