sampurasun.... kasadayana baraya Sunda, punten abdi ngiring ngbewarakeun buku API SEJARAH karya Ahmad Mansur Suryanegara. Mugi2 tiasa diapresiasi...
=>HARI Sumpah Pemuda mengingatkan saya pada masa lalu; di dalamnya ada berbagai onak duri, pahit, manis, dan resah. Sumpah Pemuda mengigatkan agar kita mau membaca sejarah. Namun, tidak semua buku sejarah itu menyajikan secara komprehensif dan sesuai dengan kondisinya karena ada unsur politik dalam historiografi (penulisan sejarah): adakah buku yang berani bongkar? Pertanyaan ini sudah banyak coba dijawab para sejarawan: Dr.Asvi Warwan Adam, Dr.Anhar Gonggong, dan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (AMS) adalah tiga dari beberapa nama yang berupaya menjernihkan sejarah dari kontaminasi penguasa dalam penulisan sejarah. Nama yang terakhir, AMS melalui buku Api Sejarah: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Repubik Indonesia mengungkap yang tersembunyi dan disembunyikan. Apa saja sih yang disembunyikan? Mengapa hal itu dilakukan? AMS dalam bukunya dengan tanpa takut membongkar kezaliman kaum nasionalis dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), penghilangan jejak peran ulama dan organisasi Islam dalam menegakkan NKRI, dan menyajikan fakta perselingkuhan kaum priyayi dengan penjajah Belanda. Dosen luar biasa jurusan Sejarah dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, juga menggugat hari kebangkitan nasional dan membeberkan beberapa organisasi pergerakan Indonesia yang sebenarnya tidak berjuang untuk Indonesia, tetapi untuk penjajah. Bahkan, menurutnya, yang pertama memperjuangkan gerakan nasional adalah Syarikat Islam, bukan Boedi Oetomo. Namun, mengapa yang diakui pemerintah RI malah Boedi Oetomo? Jawaban singkatnya: Syarikat Islam itu organisasi yang mewakili umat Islam; sedangkan Boedi Oetomo bersifat non-agama dan nasional. Dengan bahasa lain, Kabinet Hatta yang bertindak selaku penentu hari bersejarah berupaya menghilangkan jejak Islam sehingga generasi bangsa Indonesia tidak melihat umat Islam dan organisasi Islam berkontribusi dalam menegakkan NKRI (baca bab keempat: Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional, hal.355-388). Bahkan, yang mengagetkan, penulis AMS menyajikan fakta tentang penghinaan terhadap Rasulullah saw yang dilakukan Partai Indonesia Raja (Parindra) pimpinan Dr.Soetomo dengan menurunkan artikel di Madjalah Bangoen, 15 Oktober 1937, dan tafsir sang Saka Merah Putih (bendera Indonesia) sebagai bendera Rasulullah saw. Buku AMS juga memuat sejarah Islam di Banten, Islamisasi Sunda dan Kerajaan Pajajaran, sejarah Islam di luar Jawa hingga sejarah kerasulan, Khulafaur Rasyidin, dan perkembangan wirausaha Muslim, serta kritik terhadap teori datangnya Islam ke Indonesia abad 15-16 Masehi. Menurut AMS, Islam masuk ke Indonesia saat masa Rasulullah saw dan khalifah pascaRasulullah saw. Benarkah? Pastinya, lebih banyak lagi persoalan Islam dan kesejarahan Indonesia yang dibongkar dalam buku ini, termasuk dalam menjawab pertanyaan: benarkah sejarah memang sarat dengan kepentingan? Mari telusuri dan nikmati kepiawaian dan kcerdasan AMS dalam mengolah data dan fakta sejarah, termasuk menganalisis latarbelakang terjadinya peristiwa-peristiwa sejarah. Sebagai informasi, AMS dalam penulisan buku ini menggunakan referensi lebih dari 20 halaman dengan ketebalan buku 584 halaman dan buku ini adalah bagian kesatu dan segera menyusul bagian keduanya: membahas sejarah Indonesia dan pergumulan Islam dengan ideologi Nasionalisme, Sosialisme, Komunisme, dan Liberalisme; sejak proklamasi sampai pemerintahan Republik Indonesia periode SBY-BO sekarang ini. Saya yakin Anda akan tertarik untuk membacanya dan mengatakan hal yang positif. Seperti yang disampaikan salah seorang kawan di Badan Geologi Bandung, Oman Abdurrahman, berkomentar: "Alhamdulillah, Kang Mansur yang sudah saya kenal sejak 82-an kini sudah melahirkan buku tentang sejarah versi beliau. Dalam bukunya terdapat materi-materi yang senantiasa beliau sampaikan dalam kuliah-kuliah LMD atau SII di Masjid Salman ITB dan tempat lain. Tentang, betapa umat Islam Indonesia menduduki peran yang penting dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Bahkan, peristiwa-peristiwa penting sejarah bangsa Indonesia dimulai dengan gerakan-gerakan dari kalangan Islam, khususnya pesantren dengan para kiyainya, semisal pemberontakan Cimareme, Garut yang mengawali perlawanan terhadap Belanda, khususnya di Jabar atau pemberontakan K.H. Zainal Mustofa di Singaparna yang mengilhami Supriyadi di Blitar untuk memberontak terhadap Jepang. Selamat Pak Mansur, gaya penyampaian lisan materi sejarah Anda akan selalu saya kenang dan buku Anda ini merupakan sumbangan besar terhadap khazanah sejarah Islam di Indonesia dan tentunya sejarah Indonesia." => Buku API SEJARAH diterbitkeun ku Salamadani Publishing, pangaosna Rp125.000. Tiasa digaleuh di Gramedia atanapi Salam Book House, Jalan Pasirwangi No. 1 Pasir Luyu Soekarno Hatta Bandung. Tiasa mesen ka: 022 522 2052 atanapi 021-392774.

