Teu di sunat/digusaran mereun tadina

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Waluya
Sent: Wednesday, October 28, 2009 6:44 PM
To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Fw: Sare Jeung 900 Lalaki!

 

  

Duka kudu komentar naon maca warta dihandap ieu: Ngabirigidig, teu boga
moral
atawa asyik ...hehehe. Tapi nu jelas aya hiji nu kudu ditempo yen nyengker
teuing manusia, pangpangna budak, malah hasilna kontra produktip ...

Saya Tidur dengan 900 Pria....
Rabu, 28 Oktober 2009 | 17:57 WIB

LONDON, KOMPAS.com-Apa yang dilakukan Victoria Betteridge (28), memang luar
biasa. Gadis lulusan Universitas Oxford ini mengaku telah tidur dengan 900
pria.

"Orang menganggap saya mengacau sejak hari pertama, tetapi sebenarnya
faktanya
tidak jauh dari itu (tidur dengan 900 pria)," kata Victoria.

Victoria bukan berasal dari keluarga yang amburadul. Sejak kecil ia
terlindungi.
Orangtuanya adalah penganut Katolik yang alim. Ia dididik dengan ketat salah
satunya ialah haram berhubungan dengan anak laki-laki sebelum menikah.
Tetapi ya
itulah..dalam sembilan tahun ia tidur dengan 900 pria.

"Saat semua teman saya pergi ke bioskop dengan teman laki-laki mereka atau
ke
disko, saya main Scrabble dengan orangtua saya, menunggang kuda dan pergi ke
gereja," katanya.

"Ayah saya sangat jelas saat saya berumur 13, laki-laki bukan bagian dari
hidup
saya. Ia khawatir pelajaran saya di sekolah terganggu. Ia mengirim saya ke
sekolah bertarif 7.000 poundsterling yang semua siswanya perempuan dan
menginginkan agar saya hanya belajar dibanding bergenit ria dengan
laki-laki."

"Gadis-gadis di sekolah semuanya tahu saya tak pernah punya pacar atau
mencium
pria, sehingga mereka mengganggu saya sepanjang waktu, memanggil saya
seorang
lesbian atau frigid. Faktanya saya seorang tomboy yang suka olahraga dan
tidak
mempedulikan make-up seperti para gadis."

Saat Victoria berusia 18, ia masuk Oxford belajar bahasa Inggris. "Saya
pergi ke
hall dan merasa suasana kebebasan," katanya. Ia pun sepanjang waktu
dikerumuni
para cowok.

Tanggalkan pemalu

Mulai saat itu ia menanggalkan sifat pemalunya. Pada malam pertama di
universitas, ia minum tequila dengan beberapa teman menuju Freshers' Ball.
Dalam
hitungan jam ia berciuman pertama kalinya dengan Tom. Seminggu kemudian ia
berkencan dengan Tom. "Tanpa pengawasan ayah saya akhirnya dapat melakukan
apa
yang saya mau."

Tom setuju tidak terburu-buru berhubungan seks. Ia menunggu sampai Victoria
siap. Enam bulan kemudian ia kehilangan keperawanannya. Menurutnya,
pengalaman
pertama itu sangat menakjubkan, beda dengan cerita teman-temannya yang
merasakan
hal yang sebaliknya.

Hubungan mereka putus, karena Tom tidak ingin hanya melayani Victoria di
ranjang, sementara Victoria menginginkan hubungan seks setiap waktu. Dalam
sehari setidaknya ia minta dilayani tiga kali.

Putus hubungan dengan Tom tak membuatnya lama-lama bersedih. Seminggu
kemudian
ia ketemu cowok yang ia lupa namanya di bar dan membawa cowok itu ke
kamarnya.
"Saya tidak peduli siapa dia dan apa yang ia lakukan, yang saya pikir hanya
hubungan seks dan merasa baik." Inilah awal petualangannya sehingga ia tidur
dengan 900 pria.

"Saya pergi ke bar mahasiswa dan klub, menari secara provokatif di depan
pria
yang ia inginkan, kemudian saya minta dibelikan minum, semuanya begitu
mudah,"
demikian Victoria menerangkan modusnya.

Tahun kedua di Oxford, ia pindah ke falt bersama lima gadis dan ini tidak
membuatnya lebih jinak. "Kami saling merekomendasikan," katanya sambil
cekikikan. "Kami saling memberi tahu apakah mereka cukup baik di ranjang
atau
tidak. Tidak ada di antara kami yang posesif."

Flat kami, katanya, diberi nama fun flat. Selalu ada beberapa cowok setengah
telanjang, yang mereka kadang tidak tahu siapa mereka. Beberapa cowok, tidak
bisa menerima sikap Victoria yang tanpa komitmen itu. "Namanya Stewart biasa
sembunyi di luar rumah untuk melihat apakah saya kencan dengan orang lain,"
kata
Victoria sambil tertawa. "Itu menjadi lelucon. Jika kami mendengar suara
berisik
di luar kami akan berkata :Itu si gila Stewart sedang mengintip dengan
teropongnya."

Klub swinger

Di tahun terakhirnya kelakuan Victoria tambah menjadi. Ia pergi ke klub
swinger
di mana para pelakunya bisa bertukar pasangan. Ia bahkan berhubungan
threesome
di klub yang ada di London itu. Ia juga tetap pada kebiasaannya, pergi ke
klub,
ambil pria semalam untuk seks, pagi harinya ia tending si pria pergi.

Kelakuan yang ugal-ugalan ini rupanya tercium oleh keluarga. Victoria pun
diinterogasi sang ayah. Dan sejak itu Victoria putus hubungan dengan
keluarga.
Ia tahu bahwa orang lain juga akan menghakimi dia, tetapi dia cuek saja. Ia
menepis anggapan bahwa kelakuannya itu membahayakan dirinya. Ia mengatakan
selalu memakai pelindung dari penyakit seksual menular dan tak pernah
membiarkan
flatnya kosong tanpa bersama orang asing.

"Seks hal yang sangat normal bagi orang, beberapa orang pergi makan malam,
olahraga, saya berhubungan seks," katanya seraya menambahkan bahwa
kelakuannya
itu tidak menyakiti siapa pun.

Meskipun demikian, Victoria mengatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir ia
mengurangi kebiasaanya itu. Ia mulai pergi tempat olahraga untuk mengurangi
gairah seksualnya.

"Saya terlibat kencan dengan seorang pria. Ada sesuatu yang lain tentang
dia.
Dia cocok untuk saya di ranjang. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi
dengan
dia, tetapi hal itu membuat saya sadar bahwa saya juga menginginkan
perkawinan
dan anak pada suatu saat."

Dan setelah sembilan tahun menjadi predator seks, Victoria mulai melakukan
evaluasi terhadap tabiatnya. "Saya kira, karena saat kecil saya terlalu
ketat,"
katanya.

Ia tidak menginginkan hidup seperti ini terus, tetapi ia tidak menyesali
masa
lalu. "Saya sudah menangguk kesenangan. Untuk saat ini saya kencan dengan
satu
orang. Kami akan lihat apa yang akan terjadi. Saya hanya ingin menemukan
seseorang yang gairah seksualnya sama dengan saya agar saya puas," pungkas
Victoria.



Kirim email ke