Spiritualitas Wakil Rakyat

Oleh ARY GINANJAR AGUSTIAN

SEPERTI direncanakan sebelumnya, training ESQ bagi anggota DPR RI dan
DPD periode 2009-2014 dilaksanakan pada Sabtu-Minggu (28-29/11). Hal
ini sebagai upaya ESQ Leadership Center (LC) bersama dengan para
alumni ESQ berbagi hidayah kepada para wakil rakyat.

Hadir dalam pembukaan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan, Wakil Ketua DPR Priyo Budi
Santoso, Ketua DPD Irman Gusman, serta Wakil Ketua MPR Lukman Hakim
Saifuddin dan Melani Leimena Suharli. Menteri Hukum dan HAM Patrialis
Akbar yang juga alumni ESQ angkatan ’84 turut hadir dalam training
yang diikuti 119 peserta dari berbagai fraksi dan daerah serta
wartawan dari beberapa media massa.

Ketua DPR Marzuki Alie, selaku inisiator terlaksananya training ESQ
ini menegaskan, training ESQ baru angkatan kesatu dan nantinya diikuti
semua anggota DPR. Diharapkan training ESQ ikut mewarnai, sehingga DPR
lima tahun ke depan dapat dipercaya rakyat (credible), responsif,
aspiratif, dan menyatukan visi dari beragam partai.

ESQ yang bersifat universal dan lintas budaya ataupun lintas agama
memberikan pelatihan untuk melakukan perubahan dalam mentalitas. Tentu
perbaikan citra seluruh anggota DPR bukan hanya untuk memperbaiki
citra yang hanya kulit, tetapi memperbaiki isi.

Bagi penulis, training ESQ yang diberikan cuma-cuma kepada anggota DPR
dan DPD merupakan kehormatan bagi ESQ untuk berkontribusi kepada
komponen bangsa yang berpengaruh, seperti DPR dan DPD. Training ESQ
diharapkan menjadi bekal para anggota dewan untuk memulai tugas
beratnya.

Anggota DPR ataupun DPD sejatinya bukan hanya wakil rakyat, tetapi
juga wakil Allah di muka bumi. Jadi, pertanggungjawabannya bukan hanya
kepada rakyat pemilihnya, tetapi kepada Allah yang menciptakannya.

Sejumlah wakil rakyat memberikan pendapat setelah mengikuti training
ESQ di Graha 165 Jakarta. Alimin Abdullah, anggota Komisi VII dari
Fraksi PAN mengatakan, training ESQ mengisi kembali sisi spiritual.
Ketika manusia khilaf dan lupa karena sistem dan lingkungan yang
mengondisikan, training ESQ mengingatkan kembali. Setiap jabatan
termasuk sebagai anggota DPR , seharusnya tidak menomorsatukan
jabatan, harta, dan hal-hal yang bersifat duniawi, tapi kita kembali
ke fitrah, yaitu mengabdi kepada Allah.

Artis yang juga anggota Komisi X dari Partai Demokrat, Theresia E.E.
Pardede (Tere) mengatakan hal senada. ESQ adalah alternatif solusi
bagi negeri ini untuk membenahi dari sisi spiritualnya. ESQ insya
Allah bisa menjadi alat bantu yang efektif dalam proses kehidupan
meski memiliki latar belakang, kepentingan, motif, visi, dan segala
jenis perspektif yang berbeda. Namun, tujuannya tetap sama, yakni
pengabdian kepada Allah.

Demikian pula dengan anggota DPR dari Fraksi PDIP, M. Nurdin, M.M.
yang mensyaratkan pentingnya pengamalan nilai-nilai ESQ dalam
kehidupan, yakni jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja
sama, adil, dan peduli. Training ESQ telah memberikan pencerahan,
sehingga kita dapat melihat jati diri masing-masing dan ditunjukkan
siapa diri kita sebenarnya.

Anggota DPD dari Jawa Tengah, Gusti Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah
menguraikan kekurangan manusia yang selama ini sering memuja diri
sendiri. Dengan mengikuti training ESQ ini, kita disadarkan bahwa di
atas sana ada Allah. Suatu hal yang sudah kita tahu dan sadari, tetapi
selama ini tidak kita rasakan.

Training ESQ mengasah kita untuk memiliki akal dan sifat mulia.
Sesuatu yang sudah nyaris hilang di masyarakat. Pendidikan pada zaman
Orde Lama memberikan pengajaran wulang reh, ajaran untuk berbudi mulia
yang disampaikan dalam bahasa Jawa. Metodenya tidak seperti sekolah,
yakni dengan membuat suasana yang menggugah dan mendukung yang membuat
kita benar-benar menjadi tertuntun untuk memiliki budi mulia dan
berbuat yang terbaik bagi masyarakat.

Anggota DPD dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Carolina Nubatonu Kondo,
juga merasakan manfaat dan ingin mempraktikkan materi-materi dalam
training ESQ yang dinilainya efektif dan bermanfaat. Training ESQ
merupakan peletakkan dasar yang kuat atau fondasi untuk menjalani
liku-liku kehidupan berikutnya.

Manusia harus memulai hari dari nilai-nilai spiritual, yakni bekerja
keras dan menyerahkan diri kepada Tuhan, sehingga tidak ada yang
rumit. Tuhan hanya menginginkan kita beribadah kepada-Nya, dengan
mengekspresikan apa yang kita punya untuk orang lain.

Terakhir, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Albert Yaputra, yang
merasakan ada semacam dentuman hati atau keterbukaan hati setelah
mengikuti training ESQ. Suara hati tersebut menuntun manusia agar
selalu berbuat yang terbaik terutama kepada Tuhan. Manusia harus
percaya Tuhan melihat apa yang kita kerjakan.

Albert menilai training ESQ bagi anggota DPR dan DPD sangat bagus
untuk dapat membantu keluar dari kungkungan ego pribadi. Tak jarang
sebagai pejabat termasuk wakil rakyat memikirkan diri sendiri, merasa
lebih keren, atau merasa lebih tinggi daripada yang lain.

Pada intinya, training ESQ mengajarkan para pesertanya agar selalu
dapat berpikir positif dan bekerja dengan baik. Kalau sudah bisa
berpikir, berprasangka, bahkan bertindak secara positif sebagai wakil
rakyat dan wakil Tuhan (khalifah di muka bumi), maka negara pun akan
maju. ***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/?mib=beritadetail&kd_sup=1&id=114403

Kirim email ke