sim kuring meunang jarkom sms: "Kumpul Koin Prita di Bdg>>cafe & Resto Roemah nenek jalan cibeunying belakang gedung sate, ka pa ade. nepi dinten kemis (10/12) tabuh 20.00"
hayu urang tampar hukum indonesia ku duit koin. --- In [email protected], mh <khs...@...> wrote: > > Luar biasa, solidaritas masyarakat ngarespon kasus Prita. > -mh- > > === > Mengayuh 20 Km demi Prita > Cindy Sylvia Sukma > Selasa, 8 Desember 2009 | 12:58 WIB > > JAKARTA, KOMPAS.com â" Peluh lelaki itu masih menetes dari balik helm > sepeda berwarna kuning yang dikenakannya. Namun, senyumnya mengembang > seperti orang yang berhasil menyelesaikan tugasnya. Dia adalah > Mugiono, salah seorang dari ratusan atau mungkin ribuan warga > Indonesia yang tergugah hatinya membantu Prita Mulyasari. > > Setelah mengayuh sepeda lebih dari 20 kilometer, Mugiono (61) tiba di > kompleks PWR Nomor 60, Jalan Taman Margasatwa, Jakarta Selatan, salah > satu lokasi pengumpulan dana Koin Untuk Prita. Sesampainya di sana, ia > mengeluarkan mangkuk plastik yang berisi recehan koin untuk > disumbangkan kepada Prita yang didenda sebesar Rp 204 juta dalam kasus > pencemaran nama baik terhada RS Omni Internasional. Suara gemerincing > terdengar saat mangkuk itu diserahkan. > > Menurut Mugiono, uang recehan itu dia kumpulkan dari warung kelontong > di rumahnya. "Koin ini murni dari hasil warung saya yang sudah > terkumpul selama setengah bulan," ucapnya sambil tersenyum, Selasa > (8/12). > > Mugiono berangkat dari rumahnya di Jalan Raya Sentek, Ciracas, Jakarta > Timur, pukul 06.00 pagi. Berkostum layaknya pesepeda gunung yang > hendak melakukan perjalanan panjang, ia mengaku sempat tersasar > beberapa kali dalam perjalanan ini. Meski usianya sudah lanjut dan > wajahnya tampak kelelahan, semangat untuk menyumbang seolah tak > terkalahkan. "Saya prihatin dengan Bu Prita, dan ingin Bu Prita > bebas," ujar Mugiono yang mengetahui informasi Koin Untuk Prita dari > televisi. > > Simpati Mugiono kepada Prita bukan tanpa alasan. Ia teringat ibunya > yang pernah mengalami hal sama dengan Prita. "Dulu ibu saya meninggal > karena dirawat di rumah sakit di Yogyakarta," ujarnya. Ia merasa hal > itu akibat penanganan yang salah dari rumah sakit. > > Ia bertekad akan terus menyumbang dan mengumpulkan koin dari warung > dan teman-temannya yang tergabung dalam kelompok Lembah Hijau. "Mulai > besok saya mau nabung lagi, mungkin dari warung atau rombongan > sepeda," ujarnya sebelum pergi meninggalkan posko yang kian ramai > didatangi penyumbang. > > Sampai saat ini, koin yang terhitung sejak kemarin malam telah > mencapai Rp 16.843.750. Menurut Sisilia, sukarelawan yang membantu > menerima sumbangan di Jalan Taman Margasatwa ini, dana yang terkumpul > berasal dari beberapa posko. > > M14-09 > > Dapatkan artikel ini di URL: > http://www.kompas.com/read/xml/2009/12/08/12582186/Mengayuh.20.Km.demi.Prita >

