Baraya...hayu urang dukung sasarengan...
Mun nuaya di kawasan tangerang...langsung wae serahken ka Teh Prita,
rencanana pami Prita eleh,Recehan eta nu rek dibayarkeun ka Pengadilan

  ----- Original Message ----- 
  From: mh 
  To: Ki Sunda ; Baraya Sunda ; Urang Sunda 
  Sent: Tuesday, December 08, 2009 1:44 PM
  Subject: [Urang Sunda] Penomena "Koin" Prita?


    
  Luar biasa, solidaritas masyarakat ngarespon kasus Prita.
  -mh-

  ===
  Mengayuh 20 Km demi Prita
  Cindy Sylvia Sukma
  Selasa, 8 Desember 2009 | 12:58 WIB

  JAKARTA, KOMPAS.com — Peluh lelaki itu masih menetes dari balik helm
  sepeda berwarna kuning yang dikenakannya. Namun, senyumnya mengembang
  seperti orang yang berhasil menyelesaikan tugasnya. Dia adalah
  Mugiono, salah seorang dari ratusan atau mungkin ribuan warga
  Indonesia yang tergugah hatinya membantu Prita Mulyasari.

  Setelah mengayuh sepeda lebih dari 20 kilometer, Mugiono (61) tiba di
  kompleks PWR Nomor 60, Jalan Taman Margasatwa, Jakarta Selatan, salah
  satu lokasi pengumpulan dana Koin Untuk Prita. Sesampainya di sana, ia
  mengeluarkan mangkuk plastik yang berisi recehan koin untuk
  disumbangkan kepada Prita yang didenda sebesar Rp 204 juta dalam kasus
  pencemaran nama baik terhada RS Omni Internasional. Suara gemerincing
  terdengar saat mangkuk itu diserahkan.

  Menurut Mugiono, uang recehan itu dia kumpulkan dari warung kelontong
  di rumahnya. "Koin ini murni dari hasil warung saya yang sudah
  terkumpul selama setengah bulan," ucapnya sambil tersenyum, Selasa
  (8/12).

  Mugiono berangkat dari rumahnya di Jalan Raya Sentek, Ciracas, Jakarta
  Timur, pukul 06.00 pagi. Berkostum layaknya pesepeda gunung yang
  hendak melakukan perjalanan panjang, ia mengaku sempat tersasar
  beberapa kali dalam perjalanan ini. Meski usianya sudah lanjut dan
  wajahnya tampak kelelahan, semangat untuk menyumbang seolah tak
  terkalahkan. "Saya prihatin dengan Bu Prita, dan ingin Bu Prita
  bebas," ujar Mugiono yang mengetahui informasi Koin Untuk Prita dari
  televisi.

  Simpati Mugiono kepada Prita bukan tanpa alasan. Ia teringat ibunya
  yang pernah mengalami hal sama dengan Prita. "Dulu ibu saya meninggal
  karena dirawat di rumah sakit di Yogyakarta," ujarnya. Ia merasa hal
  itu akibat penanganan yang salah dari rumah sakit.

  Ia bertekad akan terus menyumbang dan mengumpulkan koin dari warung
  dan teman-temannya yang tergabung dalam kelompok Lembah Hijau. "Mulai
  besok saya mau nabung lagi, mungkin dari warung atau rombongan
  sepeda," ujarnya sebelum pergi meninggalkan posko yang kian ramai
  didatangi penyumbang.

  Sampai saat ini, koin yang terhitung sejak kemarin malam telah
  mencapai Rp 16.843.750. Menurut Sisilia, sukarelawan yang membantu
  menerima sumbangan di Jalan Taman Margasatwa ini, dana yang terkumpul
  berasal dari beberapa posko.

  M14-09

  Dapatkan artikel ini di URL:
  http://www.kompas.com/read/xml/2009/12/08/12582186/Mengayuh.20.Km.demi.Prita


  

Kirim email ke