Afrika Asal Suku Bangsa Asia
Senin, 14 Desember 2009 | 07:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Studi besar yang memetakan genetik populasi
bangsa Asia menghasilkan data genom yang fundamental dalam pemahaman
asal usul bangsa Asia. Salah satunya, pola migrasi manusia ke Asia
yang melahirkan berbagai suku bangsa.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Dr Sangkot Marzuki
dalam jumpa pers terkait dengan sosialisasi hasil penelitian itu
mengatakan, untuk pertama kalinya lebih dari 90 ilmuwan dari
Konsorsium Pan-Asian SNP (Single Nucleotide Polymorphisms) yang
dinaungi oleh Human Genome Organisation (Hugo) mengadakan studi lebih
luas mencakup 73 populasi di Asia Tenggara dan Asia Timur. Sepuluh
negara Asia yang terlibat ialah Jepang, Korea, China, Taiwan,
Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan India.

Studi tersebut menggunakan sekitar 2.000 sampel dengan 50.000 marka
(titik data) per sampel dari 73 populasi di Asia. Penelitian yang
dilakukan konsorsium itu didasari pada keinginan melihat detail
melalui model urutan sekuen deoxyribonucleic acid (DNA). Hasil studi
itu telah diterbitkan dalam artikel majalah Science. Sebelumnya ada
studi-studi yang mirip, tetapi populasinya relatif minim.

Sangkot mengatakan, dari penelitian itu antara lain terungkap pola
migrasi ”nenek moyang” bangsa Asia.

Studi itu menunjukkan, pada masa lalu terdapat satu jalur utama
migrasi manusia ke Asia, yakni melalui Asia Tenggara. Ia melanjutkan,
setelah keluar dari Afrika 150.000-200.000 tahun lalu, mereka singgah
di Asia Tenggara sekitar 60.000 tahun lalu, kemudian menyebar ke
berbagai kawasan di Asia.

”Asia Tenggara merupakan lokasi bersama nenek moyang bangsa Asia,”
lanjutnya. Itu menunjukkan, Asia Tenggara sumber geografis utama dari
populasi Asia Timur dan Asia Utara.

Sangkot mengatakan, data geografis, bahasa, dan genetik memperjelas
perlunya stratifikasi genetik dalam melaksanakan studi genetik dan
farmakogenomik di Benua Asia.

Kesehatan

Sangkot menambahkan, pemetaan itu sangat penting terkait dengan
hubungan antara pola migrasi, genetik, dan penyakit. Untuk negara
kepulauan seperti Indonesia, dengan lebih dari 500 etnik, data
tersebut sangat mendasar dalam pendekatan kesehatan masyarakat dan
penelitian distribusi penyakit.

Distribusi penyakit berhubungan dengan distribusi penduduk dan
genetik. Data dasar itu dapat digunakan untuk pencarian penyakit dan
kecenderungan-kecenderungannya terkait dengan genetik. Selama migrasi
manusia, terjadi perubahan dalam tubuh seiring dengan perubahan pola
makan, kondisi lingkungan, dan aktivitas.

Data fundamental tersebut juga sangat berguna dalam penelitian
farmakogenetik. Terdapat kemungkinan obat bekerja dengan cara yang
berbeda pada populasi yang berbeda. (INE)



Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/12/14/07384359/Afrika.Asal.Suku.Bangsa.Asia.

Kirim email ke