punten teu diterjemahkeun ka basa jerman, teu bisa. haha
sok atuh kanu kabita, hadean basa inggrisna, toefl 575 minimal. kanu s2
mah semester awal diajar basa walanda...


http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/12/08/19575028/asyik....kedubes.belanda.siapkan.beasiswa.rp.450.miliar.

Selasa, 8 Desember 2009 | 19:57 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ester Lince Napitupulu
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam lima tahun ke depan, Kedutaan Besar Kerajaan
Belanda untuk Indonesia mengalokasikan beasiswa studi di negara Kincir
Angin tersebut senilai 30 juta Euro atau sekitar Rp 450 miliar.
Beasiswa belajar dari Pemerintah Belanda itu diserahkan ke StuNed.
Penandatangan kontrak pengelolaan program beasiswa StuNed tahap ke-4 ini
ditandatangani di Jakarta, Selasa (8/12) oleh Duta Besar Belanda Nikolaos
van Dam dan Direktur Nuffic Netherlands Education Support Office (Neso)
Indonesia Marrik Bellen.

Beasiswa tersebut ditujukan bagi kalangan profesional muda Indonesia.
Prioritas akan diberikan kepada calon peserta yang berasal dari organisasi
mitra Kedutaan Belanda, seperti departemen, pemerintah daerah, LSM, dan
sektor swasta. StuNed akan memberikan beasiswa untuk tingkat master,
kursus singkat berdiploma, pelatihan tailor-made, dan kursus penyegaran.
Adapun kursus penyegaran dirancang bagi para alumni StuNed agar mereka
mendapatkan penyegaran ilmu dan peningkatan pengetahuan dan wawasan. Sejak
dimulainya StuNed pada 2000, beasiswa pendidikan sudah dinikmati lebih
dari 2.000 orang profesional Indonesia.

Selain StuNed, beasiswa studi ke Belanda bisa didapat dari program
Netherlands Fellowship Programme. Beasiswa ini untuk pendidikan master dan
doktor, serta program kursus berdiploma dan kursus penyegaran. Selain itu,
ada juga beasiswa Huygens untuk perorangan yang berprestasi. Program ini
untuk melanjutkan tahun terakhir tingkat Bachelor dan program master
penuh.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Nuffic Neso Indonesia dan program
StuNed, bisa diakses di www.nesoindonesia.or.id./.



Kirim email ke