Mieling taun anyar Hijri, kuring ngawanikeun maneh mostingkeun tulisan (sobat
di UI anu ayeuna matuh jeung bubuara di walanda) di handap ieu, pedah wae aya
pakait ka sejarah, kagiatan Islam, pergerakan kamerdekaan jeung spionase. Anu
utamana mah supaya milis ieu heunteu tiiseun teuing.
baktos,
mrachmatrawyani
Udah pernah denger belum riwayat Ruslan Abdoel Gani jamannya Sukarno dia jadi
agen CIA-nya Belanda selama 15 tahunan, dengan bayaran tinggi, dan bagaimana
peranan dia selama itu. Tahun 1998, kisahnya diungkap dalam sebuah buku tebal
dari catatan dinas rahasia Belanda. karena catatan itu sudah lebih dari 30
tahun jadi dipublikasi. Waktu buku itu keluar, Ruslan Abdoel Gani diinterviu
oleh reporter Tivi Belanda, dia bilang: ah... engga, saya engga pernah jadi
spionage.
Kisahnya dia kutulis panjang lebar dalam cerita soal Karl Marx sampai jatuhnya
komunis. Tapi nih tulisan kubuat dari banyak buku made in Belanda. Jadi
versinya Belanda. Kalau versi Indonesia pasti lain lagi. Ruslan Abdul Gani aku
tulis di bawah judul Karl Marx bagian 3 dengan nama agen si Mamat. Bukunya
namanya Villa Marheeze, buku setebel
bantal.
Tayangannya dalam email berikut.Karl Marx (bagian 1)
Masalah seperti ini memang sensitif, apalagi kalau diikuti dengan emosi, kata
apapun jadinya akan menarik kemarahan.
Tapi buat saya menarik juga, buat cerita-cerita, entah siapa mau baca,
terserahlah. Sebab buat saya ternyata ada hikmahnya saat saya mulai banyak
membaca hal hal yang di Indonesia dilarang, yaitu buku-buku tentang Karl Marx,
gerakan politik ekstrim kanan, politik kiri sosialist Perancis yang meledakkan
revolusi di tahun 1795, serta sejarah hitam kelompok komunis yang pernah
menjadi seteru gangnya Amerika yang tergabung dalam PBB untuk memerangi
basis-basis komunis saat perang dingin puluhan tahun lalu. Kisah kisah atau
laporan yang ditulis oleh Multatuli (Max Havelaar) dalam bukunya yang 10 jilid.
Bahkan tentang politik Bung Karno yang tabu dibicarakan jamannya Suharto.
Hikmah yang saya peroleh adalah tentang pengertian, betapa pentingnya
PENDIDIKAN masyarakat, tatanan politik yang baik, demokrasi, pajak, jaminan
sosial, penegakan hak azazi, hukum, dlsb.
Yang semua itu dalam keseharian saat di Indonesia tak pernah dibicarakan, baik
dalam diskusi-diskusi di kampus bersama mahasiswa maupun dalam pertemuan.
Karena semuanya dianggap politik, yang notabene berbau kotor. Tapi lama-lama
saya pikir, kebebasan mimbar yang telah hilang lenyap sejak tahun tahun 70-an,
telah membawa kita bagai dalam tempurung. Bahkan hingga kini, banyak yang
sangat alergi jika mendengar sesuatu yang bersinggung masalah di atas.
Karl Marxorang Jerman yang daerahnya berbatasan dengan Perancis. Bapaknya
seorang advocaat , yang banyak memberinya pengaruh politik pada Karl Marx,
karena daerah ini banyak terpengaruh dari politik kiri sosialist revolusi
Perancis yang meledak tahun 1795. Marx sendiri lahir tahun 1818. Daerahnya
merupakan daerah industri dan kapitalistis borjuis. Tahun 1835 dia sekolah
hukum di universitas Bonn. Dia ternyata anak jenius. Karena itu tidak puas
dengan Bonn dia pindah ke Berlin. Tapi sebelum berangkat dia pacaran dengan
anak adel/aristokrat, Jenny von Westphalen. Kekasihnya yang konon katanya
cantik manis, dilarang bergaul dengan bukan kalangan adel. Maka patah hatilah
Marx dan sangat sakit hati terhadap kalangan adel. Karena itu dia belajar
mati-matian disamping belajar barbagai bahasa dan sastra.
Tadinya sakit hatinyanya pada mertua urung hanya diumpat liwat puisi.
Puisi-puisinya dibukukan dan dipersembahkan pada Jenny sang kekasih. Tetapi
lama-lama menjadikan inspirasi baginya untuk merubah systeem politik yang ada.
Maka terbentuklah obsesinya itu ke arah bagaimana caranya memberantas kaum adel
sa dunia yang kemudian dia sebut imprialist asal kata dari emperor atau kaisar
yang tamak. Waktu dia ambil gelar doktor filosofi dengan disertasi berthema
demokrasi, yang menentang sekularisme dan faham kekeristenen, yang bertumpu
pada kebebasan berketuhanan atau faham atheis, disertasinya ditolak di
Universitaas Pruisen, dengan alasan tidak objektif ilmiah. Dia pindah ke Jena,
disana dia menggondol gelar filosofi pada umur 23 tahun. Untuk selanjutnya dia
kerja di universitas Bonn karena ingin jadi profesor.
Selain dia progresif, dia juga revolusioner yang mengaku sosialist memikirkan
nasib rakyat, demokrat. Dia terus melansir tulisan-tulisannya liwat koran.
Masih muda dia sudah terkenal, dan membuat gatel pemerintah. Dia juga membuat
kontak dengan organisasi kiri Perancis, kaum sosialist dan komunist,
orang-orang politik Rusia, dan sebangsanya orang-orang yang sefaham. Dari
sinilah dipikirkan ramai-ramai bagaimana caranya menggempur kaum adel,
imperialist, dan kapitalist. Lalu melalui inspirasi revolusi rakyat dan kaum
buruh Perancis, dibentuklah suatu teori politik baru, yaitu dengan memanfaatkan
massa kaum proletariat, atau kelas bawah. (Kalo dipikir- pikir lagi kurang
ajar, namanya nunggangin rakyat).
Kenapa dipilih kelompok kelas bawah? Katanya untuk mencapai overwinning atau
kemenangan mutlak, kekuatan kelas bawah yang sangat besar itu mudah dibentuk
dengan faham baru melalui pendidikan kemoralan demokrasi, kebebasan berbicara,
menghilangkan rasa takut, dan penghimpunan kekuatan. Pendidikannya melalui
bahasa-bahasa sederhana, mudah dimengerti, menyentuh perasaan, bukan fikiran
(fikiran sehat), mengangkat perasaan marah kepermukaan, dan mewujudkannya dalam
bentuk kekuatan yang terorganisir untuk mencapai tujuan, merusak sistem yang
telah dibentuk oleh kaum imperialist dan kapitalis.
Tahun 1846 mulailah dibentuk jaringan antara Jerman, Perancis, Rusia, Itali,
dan Inggris. Dengan berbagai pusat gerakan, dan organ-organnya dengan fungsinya
masing-masing. Visi dari gerakan ini adalah pemberantasan kapitalisme dan
imperialisme di seluruh dunia. Karena itu jaringannya selalu diperluas dengan
mengundang persatuan-persatuan buruh dari berbagai negara. Themanya adalah
perbaikan nasib, demokrasi kaum bawah, menentang kezaliman, persamaan hak, dan
perdamaian. Dan dibentuklah partai komunis yang jaringannya merupakan jaringan
internasional.
Disamping Marx repot ngurusin organisasi kaum buruh baik di negaranya, dan
organisasi buruh sedunia yang dibentuk tanggal 28 September 1864 (peristiwa
G-30-S PKI adalah dalam rangka pesta buruh ini juga) di St Martin's Hal di
London. Disinilah dibentuk dewan jendral (Generale raad) yang diketuai oleh
Inggris dan Perancis dari organisasi kaum buruh dan proletariat. Karl Marx jadi
penyuplai pemikiran, perangkum, dan menyusunnya menjadi teori. Gagasan-gagasan
dan kasus-kasusnya diambil dari gagasan yang dikemukakan dalam pertemuan dan
surat-surat yang datang dari berbagai negara anggota, lalu disyahkan dalam
kongres sebagai taktik dan strategi politik.
Gerakan organisasi buruh ini adalah menyokong gerakan primer yang sefaham
dengan cara memberi dukungan moral, pemikiran bahkan keuangan, di seluruh
dunia. Dia juga menyokong gerakan kaum budak yang menjadi perang Utara Selatan
di Amerika lebih seratusan tahun lalu. Menyokong gerakan kaum buruh Irland
untuk melepaskan diri dari Inggris menjadi republik kerakyatan. Sein Fenn,
organisasi komunis yang masih hidup sampai saat ini, yang masih ngotot terus,
karena kerajaan Inggris engga pernah jatuh.
Organisasi Marx ini juga memberi biaya atau beasiswa bagi kader-kader yang
sefaham untuk mempelajari teori het kapitaal, gerakan kaum buruh, dan strategi
politiknya. Pusat pendidikannya mula-mula di Jerman, Perancis dan Inggris. Tapi
setelah dia mati, dan penerusnya banyak, maka pusatnya terutama di Rusia, yaitu
faham dan taktik politik Marxisme-Leninisme, China jadi Marxisme-Mao Tse Thung,
dan Cuba jadi Marxisme-Castro.
TAKTIK POLITIK
Taktik yang dikembangkan oleh Karl Marx adalah:
· menghimpun kekuatan kelas bawah
· Mengumpulkan data berupa gaji buruh, gaji pemilik, jam kerja,
keuntungan perusahaan dlsb;
· Mengumpulkan berita-berita dan melansirnya di surat kabar yang
menyebabkan kemarahan kelas bawah terhadap kelas atas, berupa perbuatan
korupsi, perbuatan amoral, penghimpunan kekayaan dlsb.
· Menyebarkan isyu
· Melakukan propaganda anti kapitalisme dan imperialisme, jurang kaya
miskin, dan menuding kapitalisme sebagai kelompok penghisap darah, dan asosial.
· melakukan demonstrasi-demonstrasi atau unjuk rasa dengan thema
menuntut kenaikan gaji, pengurangan jam kerja, memberi libur orang sakit dlsb
pokoknya diada-adain, yang menekan pemilik.
Sebab dalam teorinya, Das Kapital, katanya penaikan gaji tidak akan menaikkan
harga, tapi menurunkan pendapatan kapital, dan penurunan jam kerja berarti
mengurangi produksi, jadi gerakan ini sangat efektif untuk mengganggu si
pemilik. Jika pemilik bertahan, maka mereka melakukan mogok, yang terus akan
menyebabkan merosotnya produksi dan mengganggu pasaran. Sasaran utama yang
disuruh ribut adalah pabrik-pabrik penyuplai sembako, pabrik yang menggunakan
mesin-mesin baru, pabrik yang punya keuntungan banyak, dan pabrik yang
mengeksport barang ke negara yang dianggapnya imperialist dan kapitalist.
· Mengganggu rantai perdagangan, dengan menteror pedagang yang
dianggapnya main gila sama kapital yang melakukan monopoli perdagangan, pada
waktu itu yaitu kelompok Jahudi.
· Memobilisir rakyat miskin untuk mengganggu perusahaan-perusahan
pertanian yang menggunakan mesin, dan pabrik-pabrik yang dikuasai oleh
perusahaan besar perseorangan.
Karl Marx juga memberikan peluang kepada para anggota untuk mengembangkan
strategi, pola gerakan, dan sasaran, namun berfahamkan sama dan mempunyai
tujuan sama. Sebagai contoh seperti yang dikembangkan oleh Swis, gerakannya
merupakan gerakan SABAR, diam-diam, dan tidak ikut berkecimpung dalam politik,
artinya di bawah tanah, sasarannya bukan hanya sang kapitalis tapi juga
pemerintah. Jika perlu melalui isyu dan tuduhan korupsi, perbuatan amoral, dll
membuat pecah anggota parlemen, kebingungan dan saling curiga, menjadi lemah,
lalu muncullah ia sebagai pahlawan yang memancing ikan dalam kekeruhan.
Tapi yang dikembangkan oleh Rusia yaitu oleh Bakoenin yang kemudian sangat
terkenal menjadi Marx-Bakoenin, merupakan gerakan terjahat di dunia, seperti:
Selain strategi di atas, mereka juga mengembangkan:
· gerakannya harus anarkis, massal, vandalis, pantang mundur, yang
menakutkan kelompok atas dan membuat kewalahan militer dan polisi
· mengganggu sistem transportasi, transportasi barang, yang mampu
menghambat percepatan ekonomi
· menuding militer biadab (jika perlu demonstrans sendiri dibunuh oleh
mereka sendiri untuk menghasut militer) menjatuhkan dan melumpuhkan militer
· mempersenjatai rakyat
· gerakannya sporadis, dipecah di mana-mana, kronis, sampai menyebabkan
kelumpuhan ekonomi
· sampai tiba waktunya mengumpulkan massa menyerang penguasa, merebut
pemerintahan, menyikat habis orang-orang yang anti
· mengambil alih pabrik-pabrik dari pemilik semula dan menjadikan pabrik
sebagai milik organisasi
· merebut tanah-tanah perusahaan pertanian perseorangan dan
membagi-baginya (dengan alasan undang-undang landreform) kepada rakyat
· memutuskan kerjasama dengan negara kapital untuk melumpuhkan ekonomi
dunia
· untuk selanjutnya membuat sistem pengamanan berupa sistem intelejen
berlapis.
Karl Marx juga mengesyahkan Manifesto Komunis (yang di Indonesia pernah beken),
yaitu proklamasi partai komunis dalam bentuk pengesyahan tertulis. Manifesto
Komunis seperti yang diungkapkan dalam buku Het Communistisch Manifest cetakan
ke 16, pertama kali dikumandangkan di Inggris bulan November 1847 yang lalu
dikumandangkan dalam bahasa Inggris bulan Februari 1848 juga di Inggris.
Manifesto Komunis ini merupakan suatu seruan kebebasan dan kemerdekaan kaum
proletariat dan buruh yang beberapa bulan kemudian diwujudkan dalam bentuk
revolusi rakyat tepatnya bulan Juli 1848 di London. Revolusi ini merupakan
revolusi rakyat yang sangat terkenal dalam sejarah Inggris.
Manifesto komunis ini berisi teoritis dan praktis aksi partai dalam menwujudkan
cita-cita melalui bentuk revolusi. Bisa dibilang, manifesto ini merupakan
juklak dan instruksi Karl Marx sebagai empu komunis kepada para pengikutnya.
Bersamaan dengan keributan di Londen, terjadi juga keributan di Paris, karena
Karl Marx mengeluarkan aji-ajinya pada bulan Juni tahun yang sama, beberapa
hari kemudian meletuslah revolusi rakyat Perancis yang kedua kalinya setelah
revolusi rakyat beberapa puluh tahun sebelumnya.
Tahun 1860 diterbitkan di Geneva dalam bahasa Rusia. Dan seterusnya diterbitkan
secara hampir bersamaan di Polandia, Italia, Amerika dll. Pendek kata
persiapan-persiapan Marx selama dua puluh tahun sekaligus hampir keseluruh
belahan dunia.
JATUHNYA TSAR RUSIA
Beberapa tahun kemudian, pemikiran Marx dkk ini diwujudkan oleh Lenin yang
merupakan pengikut paling fanatik, dengan ngembat amblas keluarga Tzar,
membunuh semua pengikutnya, dan memenjara orang-orang yang dituding sebagai
orang kapitalisme dan imperialisme rezim Tsar. Rezim Tsar tidak boleh hidup
lagi, karena ia adalah imperialis dan kapitalis yang dituding sebagai musuh
pembawa kesengsaraan.Ini adalah peristiwa berdarah yang luar biasa. Sebelum
Tzar diserang berramai-ramai, gerakan ini selama bertahun-tahun mengkondisikan
perasaan kaum buruh dan rakyat kelas bawah dengan menciptakan perasaan
kebencian kepada kaum bangsawan, pedagang, dan kelas elit. Manas-manasin rakyat
soal perbedaan kaya miskin, penghimpitan dari kelas atasan ke kelas bawah,
penindasan dan perbudakan, tindakan semena-mena, dlsb. Rakyat dijanjikan jika
mendukung gerakan ini kelak akan mendapat pembagian tanah dari upaya
landreform. Mereka juga rajin melakukan teror kepada pedagang
dengan maksud mengganggu ekonomi, melakukan teror kepada kelas elit supaya
ketakutan, tapi memanas-mansi kelas bawah supaya lebih beringas. Pada saat
waktunya sudah matang, yaitu negara dalam krisis moneter, rakyat mulai gerah
kesulitan, mulai demonstrasi-demonstrasi yang teriak soal revolusi (yang
diorganisir) tapi tentara sudah kehabisan akal, gerakan komunispun sudah
membuat jaringan yang rapih, maka dimulailah coup de'etat dengan menyerbu
istana. Kelarga istana ditangkap, dibuang, dan akhirnya dibunuh semua. Ini
terjadi tahun 1905. Konyol, licik dan jahatnya partai ini selanjutnya adalah,
upah buruh dibuat semurah mungkin, rakyat dibuat sebodoh mungkin, supaya mereka
tetap menjadi kelas bawah, tetapi kaum elit politik, digaji tinggi-tinggi
supaya tetap setia dan dengan alasan tidak perlu korupsi lagi. Menutup
kemungkinan rakyat untuk memberontak (yang katanya demokrasi abis gitu habis
manis sepah dibuang), dengan cara memata-matai gerakan rakyat
sedini mungkin, menumpasnya, dan menutup kemungkinan timbulnya kembali. Upaya
intelejen dan spionase dibuat seluas mungkin dan bertingkat-tingkat. Konon
partai komunis yang ngakunya demokrat, engga taunya dalam kekuasaan Stalin,
orang yang dipenjara berjumlah sampai 10 juta orang. Mereka harus bekerja untuk
negara, tanpa gaji. Pasalnya karena membangkang terhadap perintah komunis.
Sehingga isi penjara melulu tahanan komunis, tapi bandit dan pencuri bekeliaran
engga ditangkap.
Orang lain yang paling dekat dengan Karl Marx adalah Engels, orang Inggris,
yang merupakan sobat akrab, bertukar fikir dan saling mendukung, selain dalam
memperluas daerah sasaran, memperluas jangkauan, dan juga membantu
menyelesaikan buku Das Kapital, teori ekonomi model Karl Marx. Karl Marx
sendiri meninggal di London tanggal 14 Mart 1883. Dalam keadaan tua. Penerbitan
buku Das Kapital, dalam tiga jilid tebal, dirapihkan dan diterbitkan oleh
Engels. Karena itu buku-buku pegangan orang komunis mengikuti faham
Marx-Engels, atau Marx-Lenin. Lima puluh tahun kemudian diperluas dengan
Marx-Mao, dan Marx-Castro. Lenin, Engels, Mao, dan Castro, tetap berpegang pada
taktik aksi yang dikembangkan Marx dengan menggunakan, memanfaatkan, dan
bertujuan mencapai teori ekonomi Das Kapital.