Karl Marx (bagian 2)
 
Sebetulnya intinya apa sih cita-cita Karl Marx ini sampai begitu  beken? 
Cita-citanya adalah sosialisme sejati, yaitu dimana rakyat kecilpun mampu 
mewujudkan dirinya sebagai manusia yang layak, yang mempunyai waktu untuk 
keluarga, dan mendapat jaminan kehidupan yang baik, yang mepunyai pendapat dan 
disuarakan. Jika melihat sisi ini baik. Tapi apa yang digambarkan oleh 
Aleksandr Zinovjev seorang Rusia dalam bukunya Kommunizm Kak real'nost'  tahun 
1981, yang diterjemahkan dalam bahasa Belanda jadi De Werkelijkheid van het 
Communisme, dia menggambarkan bahwa partai ini macam dua tikus yang ekornya 
saling berbelit, tangan kanan saling berjabat, tapi tangan kiri saling mencekik.
Juga kata seorang Profesor filsafat di Inggris, Jonathan Glover, yang menuding 
bahwa ahli-ahli filsafat sudah menipu rakyat sehingga terjadilah pertumpahan 
darah. Bukankah Marx juga ahli filsafat yang jenial ? Ada juga yang mengatakan 
bahwa mereka itu macam orang shizofrenia, perpecahan kepribadian, mempunyai 
sebelah sisi yang baik dan sekaligus sebelah sisi yang jahat setengah mati.
Gerakan-gerakan revolusi semacam Rusia tadi itu dalam waktu singkat sudah 
menjalar keseluruh dunia. Lima puluh tahun kemudian setelah revolusi Rusia, 
pusat-pusat pendidikan komunis di pusatkan dibeberapa tempat, antara lain 
Moskow, Peking, dan Havana. Setelah perang dunia, gerakan ini membuat gusar 
negara-negara eropa dan amerika. Maka Amerika pun membuat suatu gerakan anti 
komunis. Sampai tahun 1960-an, terjadilah blok negara-negara komunis lawan 
negara-negara yang terikat dalam PBB.
Sesudah perang dunia kedua, Rusia, semakin ofensif menjalankan missinya dengan 
membantu menjatuhkan kaisar China di tahun 50-an. China berganti bentuk sistem 
politik dari kekaisaran menjadi Republik Rayat China. Tahun 58 Rusia mendukung 
dijatuhkannya monarchi Irak untuk seterusnya Irak menggunakan campuran bentuk 
antara komunis dan Islam Syiah fundamentalis. Tahun 60-an Kuba mengalami 
revolusi rakyat dikomandoi oleh Fidel Castro. Rusia terus berkelahi dengan 
negara-negara blok Eropa, yang usahanya tidak berhasil mencapai daerah eropa 
bagian barat. Ofensifnya mampu mencapai Cheko, Jugoslavia, Negara Persatuan 
Arab Emirat, Irak, Turki, Indonesia, dan India bahkan Jepang. Tetapi menjelang 
tahun 60-an Arab dan Turki keluar dari gerakan ini dan partai komunis menjadi 
partai terlarang. Italia yang sebagian rakyatnya telah terinfiltasi oleh 
gerakan komunisme, namun terjadi bentrokan politik fasisme yang merupakan 
politik radikal kanan. Jerman sendiri terpecah
 menjadi dua, barat dan timur dan dibentuklah dinding pemisah. Perancis 
memegang kuat sistem politik sosialis yang berbeda dengan sosialisme Marx. 
Sementara Jerman Timur tempat dimana Marx berpengaruh membentuk faham 
komunisnya melalui partai Sosialis Demokrat, yang sampai saat ini masih hidup 
sebagai partai kiri namun kekuatannya tidak sehebat 50 tahun lalu, karena 
radikal kiri terus bekelahi dengan faham neonazi yang anggotanya urakan, suka 
mabok, bekelahi, baju nyentrik, dan pala botak. 
Gerakan ofensif komunis akhirnya mencapai daerah-daerah Amerika latin. Tahun 
70-an waktu Komunis Chilli menang dalam pemilu, Chilli segera menjadi sasaran 
CIA (setelah Indonesia). CIA seksi destabilisasi menghancurkan ekonomi Chilli 
dan Presiden Elliande di istananya diserbu oleh militer pakai tank, di bom 
pakai kapal terbang, dan Elliande sendiri terbunuh di dalam istananya, diatas 
tempat tidur tanpa ada yang tahu siapa yang membunuh. Kemungkinan ada yang 
menghianati dia di dalam istana sendiri. Operasi ini dikomandoi Pinochet yang 
didukung oleh Amerika dan dibiayai oleh semua negara yang tergabung dalam dewan 
keamanan PBB. Pinochet sekarang sedang jadi sasaran komite hak azazi manusia 
yang menuntutnya diadili. 
Persis macamSuharto. Cara-cara penghancuran komunis di Chilli, hampir mirip 
dengan di Perancis waktu sesudah perang dunia kedua, yaitu upaya destabilisasi 
dengan cara mengacak ekonomi dan membuat kelumpuhan sistem parlementer yang 
membuat rakyat bingung dan frustrasi. Tapi bedanya di Perancis tidak sampai 
terjadi pertumpahan darah. Hanya rakyat menginginkan perubahan baru, dan 
upaya-upaya itu dilakukan dengan melumpuhkan partai komunis. Sedang Nicaragua, 
presidentnya dicomot Amerika dan diasingkan di Alcatras.
Antara tahun 1960 - 1965 saat terjadi perang dingin antara blok negara-negara 
eropa dan Amerika yang dianggap sebagai negara kapitalis, dengan Rusia. Saat 
itu hampir terjadi pecah perang dunia ketiga, yang perangnya akan dikomandoi 
oleh Kennedy, yaitu rencana Kennedy untuk menghabisi dengan membunuh Sukarno 
yang waktu itu banyak "bacot", yang negaranya tengah dipupuk oleh Rusia dan 
China. Kennedy ingin menghabisi Sukarno dengan maksud memancing kemarahan Rusia 
supaya menarik bom lebih dahulu. Tapi bomnya Rusia diarahkan ke Eropa. Jadi 
cara radikal ini tidak disetujui oleh banyak negara dan CIA sendiri. Selain 
alasannya dengan matinya Sukarno, PKI bisa munggah panggung, militer Indonesia 
pun belum siap betul untuk menahan PKI, disamping itu akibat bom Rusia yang 
diarahkan ke eropa, kerugiannya menjadi lebih hebat. Alasan lain adalah juga di 
dalam komite sentral partai komunis terjadi perebutan kekuasaan kerajaaan 
komunis yaitu berkelahinya antara China
 dan Rusia. Maka kemungkinan Kennedy dibunuh sendiri oleh CIA, atau teori lain 
dibunuh agen Rusia. Sampai sekarang tidak ada yang ngaku. Mana mau ngaku.
Dalam perang dingin itu dibentuk kelompok-kelompok di bawah dewan keamanan PBB, 
yang maksudnya untuk mencegah infasi komunis lebih jauh, yaitu NATO dibelahan 
Eropa, SEATO di Asia, ANSUS di Pasifik dan CENTO di Timur Tengah. Karena USA 
selalu nongkrong diberbagai kelompok dan membangun pangkalan-pangkalan militer 
di berbagai tempat, maka oleh Rusia, USA dituding sebagai agresor, terlebih 
setelah perang terbuka ngelawan komunis Vietnam dan Kambodja.
Kalau PD I dimulai di Balkan yaitu oleh Mussolini dari Itali yang beraliran 
kanan ekstrem berupa gerakan fasisme yang diteruskan oleh Hitler di PD II yang 
mengejar Jahudi masuk kamp-kamp dan membunuh jutaan Jahudi di kamp-kamp 
konsentrasi dengan gas, di belahan Asia kumatnya Jepang yang katanya ingin 
membebaskan Asia dari kolonialisme bangsa Eropa di Asia, maka hampir meletusnya 
PD III ini disulut oleh ekstreemitas komunis.
Perang dunia kedua yang digerakkan oleh Hitler dimulai dari Jerman, mudah 
berkembang ke mana-mana terutama negara-negara anti kapitalis. Karena tujuannya 
sama menhantam Jahudi. Bagi Fasisme, alasannya adalah pertahanan bangsa supaya 
tidak dijajah secara ekonomi bangsa lain. Maka jabatan tangan pertama dalam 
penghembusan perang ini adalah antara Jerman dan Rusia, lalu diikuti oleh 
Polandia, Italia, Austria dan seterusnya. Perang dunia kedua, merupakan perang 
yang sagat hebat karena kedua otak politik ngeres yaitu komunis dan fasisme, 
bersatu.
Perang dingin, maksudnya perang yang tidak jadi pake bom tadi, berlangsung 
lebih dari dua puluh tahun. Antara blok yang dikomdoi Amerika, dan blok komunis 
yang dikomdai Rusia. Tapi pada waktu perang dingin itu, Gorbatsjov dalam 
bukunya Prestrojka bercerita, bahwa pada waktu dia jadi mahasiswa dia sering 
melamun, kenapa negaranya musti musuhan dengan Amerika dan negara-negara Eropa, 
kenapa harus mengasingkan diri engga mau kerja sama, kenapa harus bersaing 
menang-menangan bikin roket, satelit, dan senajata? Pertanyaan-pertanyaannya 
ini dicari jawabnya di perpustakaan-perpustakaan. Dia kembali membuka-buka buku 
sejarah. Perjalanan Rusia dan rakyatnya  terus ditelusurinya hingga beratus 
tahun ke belakang. 
Lalu dia bertanya-tanya pada orang Amerika yang suka melancong ke Rusia, 
bagaimana gambaran Amerika dalam realitanya. Apa yang menjadi tujuan Amerika, 
dan bagaimana sistem politiknya. Dia terus membandingkan, melakukan 
korespondensi, dan akhirnya membawanya aktif dalam dunia politik. Dia terus 
terobsesi untuk melakukan perubahan-perubahan. Pertama adalah membuat gerakan 
keterbukaan, dan pada akhirnya reformasi. Strategi perubahannya adalah dengan 
taktik dari atas ke bawah. Dia menularkan pendapatnya dalam berbagai pertemuan 
partai tingkat atas, melakukan korespondensi dan pendekatan. Taktiknya adalah 
apabila kelompok atasan telah sepakat maka gerakannya diteruskan ke bawah 
hingga ke lapisan paling dasar. Dia menyadari juga bahwa gerakannya ini akan 
membawa dampak pada keguncangan dalam masyarakat yang ditujukan pada pemerintah.
Benturan antara konservatif dan pembaharuan bisa jadi membawa risiko
pada peperangan. Tahun 87 saat Perestrojka dikumandangkan, Gorbatsjov mendapat 
pukulan luar biasa, dia diculik dan di culik lagi oleh Jeltsin. Dan tak pelak 
lagi, gerakan perestrojka ini membawa dampak pecahnya soviet uni menjadi negara 
kecil-kecil yang berdiri sendiri-sendiri dengan masing-masing model politiknya. 
Mereka juga ikut-ikutan menuntut reformasi, terserah model apa yang diinginkan 
oleh tiap negara kecil itu.
Gerakan reformasi ini juga kemudian diikuti oleh Polandia, Jerman menghancurkan 
dindingnya, China ikut membuat keterbukaan dagang. Tapi Fidel Castro 
mencak-mencak katanya Rusia berhianat, padahal dulu Rusia juga yang mengajari 
politik komunis. Makanya Fidel Castro masih tetap bertahan sampai saat ini, dan 
mulai mengajak negara-negara miskin lainnya untuk Sharing Power dan 
Globalitation.
 
 
PERKEMBANGAN KOMUNIS DI DUNIA
Ada satu buku yang menarik dan seru untuk dibaca sampai detil, yaitu sebuah 
buku tebal 350 halaman yang merupakan buku sejarah politik komunis yang ditulis 
oleh orang Belanda Arthur Stam tahun 1975. Buku ini berjudul Opkomst en 
Ontbinding van het wereldcommunisme. Buku yang diterbitkan sebagai buku ilmiah 
ini, merupakan buku yang sangat netral tanpa tendensius kampanye salah satu 
kekuatan politik, yang menjelaskan bagaimana hancurnya komunis.
Hancurnya komunis (kecuali Cuba) dimulai sejak Mao-Tse Thung jadi raja komunis 
di belahan Asia. Dia mempunyai pemikiran pengembangan yang berbeda dengan Rusia 
yang pada waktu itu dikuasai oleh Chroesjtsow. Mao mempunyai pemikiran bahwa 
memperluas jangkauan komunis dengan cara mengumpulkan negara-negara miskin di 
dunia dengan pendekatan bahwa missi ini tidak akan berhasil jika tidak didukung 
oleh kaum petani. Sedang Rusia yang sudah punya kekuatan militer sangat canggih 
punya keinginan untuk perang, dengan menghantam Amerika dan Inggris, maka 
pikirnya dengan begitu dunia bisa dikuasai. 
Jadi waktu tahun 60-an dia mengirim bom ke Cuba yang akan dijadikan pangkalan 
militer, maksudnya untuk menghantam Amerika. Tapi diancam oleh Amerika, Amerika 
akan membom Kuba. Lalu terpaksa bomnya dibawa kembali ke Rusia. Meski Mao 
menyatakan ekspansi komunis melalui ekspansi damai, tapi ternyata tidak damai 
dengan Rusia sendiri. Melihat gelagat China mau lebih berkuasa daripada Rusia, 
Rusia buru-buru berbuat royal terhadap negara-negara yang sedang di tapaki 
China, seperti misalnya ke Indonesia dan Irak, dengan cara mengirim berbagai 
bantuan militer maupun bantuan ekonomi. Mao tidak terlalu royal, karena waktu 
itu memang masih melarat gara-gara bekas dijajah Jepang. Dan cara China 
menyaingi Rusia adalah dengan cara di mana-mana baik di Eropa maupun di Amerika 
Latin, dia membentuk partai komunis baru menyaingi partai komunis yang sudah 
ada yang sudah dibina oleh Rusia. Dari situ mulailah konflik di dalam 
organisaasi besar komunis internasional ini.
 Konflik ini pun sampai masuk ke Indonesia.
Semula Rusia banyak jasanya dalam memperkuat komunis Indonesia, tapi waktu 
China merangin India supaya masuk ke dalam pengaruhnya, India tetap bertahan 
berkiblat ke Rusia, tapi Indonesia tiba-tiba milih berkiblat ke China pada 
tahun 1964. Rusia marah setengah mati pada PKI dan Sukarno (cerita soal ini ada 
alasannya). Chroestjow menganggap Indonesia berhianat. Dan dijelaskaan dalam 
buku itu bahwa, pada hari-hari setelah kegagalan Letnan Kolonel Untung 
melakukan Coup d'etat tanggal 30 September 1965, sebagian besar PKI pro China 
dibunuh sendiri oleh komunis Indonesia pro Lenin yang dipersenjatai dan 
didukung oleh Chroestjow. Tapi pembunuh-pembunuh ini lalu dibunuh juga oleh 
agen-agen KGB. Tapi kemudian Chroestjow membuat propaganda di seluruh dunia 
bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh Suharto (hal 264 -289), maka kritik hebat 
dari dunia ditujukan ke Suharto yang sampai saat ini kuping sering gatel, 
katanya Suharto ngebunuh sejutaan orang. Sampai sekarang
 cerita ngarang Rusia ini tetap dipercaya oleh kaum PKI sendiri (atau pura-pura 
engga tau).Entahlah, versi ini benar atau tidak, saya tidak tahu.


      

Kirim email ke