sampurasun...
mangga diaos ah, bilih bade ngaraosan mah diantos di malaysia,hehehe:D

Malaysia Perkenalkan "Sup Babi" Versi Halal
Promosi itu langsung mendapat kritik tajam dari kalangan ulama Malaysia
Rabu, 23 Desember 2009, 10:17 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews - Pemerintah Malaysia tengah mendukung kampanye mempopulerkan sebuah 
sup, yang diklaim sebagai salah satu ciri khas Negeri Jiran itu. Namun, 
kalangan ulama Islam menuntut pemerintah agar sup itu tidak memakai nama "Bak 
Kut Teh," karena berkonotasi mengandung daging babi. 

Dalam suatu pameran kuliner yang mempromosikan makanan tradisional akhir pekan 
lalu, Kementrian Pariwisata Malaysia memperkenalkan hidangan baru: Bak Kut Teh 
versi halal. Maksudnya, tulang dan daging yang menjadi bahan utama sup itu 
bukan berasal dari babi, melainkan ayam, ikan, dan sayur. 

Namun, maksud baik pemerintah itu mendapat kritik dari kalangan ulama Malaysia. 
Mereka keberatan bila hidangan itu tetap dinamai "Bak Kut Teh" walaupun memakai 
tambahan kata "halal."

Pasalnya, di kalangan masyarakat etnis China, Bak Kut Teh identik dengan sup 
daging dan tulang iga babi. Jadi, walaupun daging babi diganti dengan daging 
ayam atau ikan, hidangan halal itu bisa menimbulkan keraguan bagi umat Muslim. 

"Ini akan menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat," kata Ma'mor 
Osman, sekretaris jenderal Asosiasi Konsumen Muslim Malaysia. "Bahkan [hidangan 
baru] itu bisa mengakibatkan umat Muslim merasa tidak apa-apa makan daging 
babi," lanjut Osman kepada kantor berita Associated Press. 

Itulah sebabnya, Asosasi berencana mengajukan protes kepada Kementrian 
Pariwisata agar sup halal dicarikan nama lain. Bahkan, Departemen Pembangunan 
Islam - lembaga pemerintah yang mengurusi kebijakan-kebijakan Islam di Malaysia 
- tidak akan menerbitkan sertifikat halal bila Kementrian tetap menamakan sup 
itu "Bak Kut Teh."  

Menurut deputi direktur Departemen Pembangunan Islam, Lokman Abdul Rahman, 
pihaknya khawatir bahwa umat Muslim akan mengambil pandangan yang salah sup itu 
tetap dinamai demikian. 

Sebenarnya, makanan itu tidak saja populer di Malaysia, namun juga di China, 
Taiwan, Singapura dan Indonesia. Hidangan yang cocok menjadi lauk untuk nasi 
dan mi itu konon diperkenalkan di Malaysia (Malaya) pada abad ke-19 oleh para 
pekerja asal China, baik dari Canton (Hong Kong), Chaoshan, dan Fujian. (AP)
• VIVAnews 



Kirim email ke