Batik, Keris, dan Wayang Jadi Warisan Dunia JAKARTA, (PR).- Tiga mata budaya Indonesia resmi dimasukkan ke dalam daftar warisan dunia dan kemanusiaan kategori nonbenda oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Ketiga mata budaya tersebut adalah batik, keris, dan wayang.
Secara resmi, sertifikat UNESCO untuk ketiga mata budaya tersebut diserahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa didampingi Duta Besar Indonesia untuk UNESCO, Tresna Dermawan Kunaefi kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik. Penyerahan sertifikat tersebut juga disaksikan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu di Kantor Menko Kesra, Jln. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (5/2). Selain tiga sertifikat mata budaya tersebut, Marty juga menyerahkan satu sertifikat lainnya yaitu untuk program pendidikan dan pelatihan pelestarian batik di Museum Batik Pekalongan yang dianugerahkan UNESCO. Program diklat batik tersebut dinilai penting untuk pelestarian budaya batik di dunia. “Diklat ini telah dinominasikan sebagai best practices untuk pelestarian warisan budaya tak benda. Best practices ini kemudian memperoleh projek elaborasi dari UNESCO untuk persiapan buku, film, dan bahan pameran untuk roadshow promosi yang akan dibawa keliling dunia oleh UNESCO,” kata Marty. Menurut Tresna Dermawan, batik Indonesia berhasil menyabet gelar nominasi terbaik di antara 111 nominasi yang diterima Sekretariat UNESCO. Sebab, manajemen pemeliharaan budaya batik itu dijamin melalui sistem pendidikan di Indonesia. “Itu yang menjadikan batik sebagai yang terbaik dari 111 usulan karena kita tidak sekadar mendaftarkan, tetapi menentukan cara menjaganya melalui pendidikan,” ujarnya. (A-156)*** Web: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=126056

