Edan memang!!! nu aya dina pikiran anggota DPRD teh, ngan ukur kumaha 
ningkatkeun PAD sok sanajan ahirna meres kesang rakyat....TEU PADULI..... geus 
ngumpul duitna dipake poya-poya nambahan saku maranehna...alesan penunjang 
kinerja Dewan lah....dana aspirasi masyarakatlah,  jsb ..... Jadi hadena mah 
bubarkeun bae lah di tingkat kabupaten/kota mah teu perlu aya DPRD....coba 
salila ieu di kabupaten mana bae....naon mangpaatna aya DPRD?....teu aya, Cenah 
keur pangawasan?... nu sidik mah pada kolaborasi bae...keur ngeruk duit 
rahayat......  pangawasan? loba pisan nu bisa ngagarap ti mimiti LSM, 
Inspektorat/Bawasda, BPKP, BPK, Pulisi, jaksa, KPK.

Leuwih ti 10 tahun ngadampingi Pemda dina ngembangkeun perencanaan nu berbasis 
kinerja, transparan tur partisipatif.....nyatana nu geus hade jeung susah payah 
disiapkeun di tingkat masarakat tur Pamarentah begitu naek ka DPRD  pikeun 
diproses jadi APBD.... jadi ancur lebur dirobah sakahayang udelna, alesan 
ngabela DAPIL....., tapi logika perencanaan teu diperhatikeun...

cag,
Engkus

--- Pada Sel, 16/2/10, Waluya <[email protected]> menulis:

Dari: Waluya <[email protected]>
Judul: [Urang Sunda] Ungkluk dipajeg?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 16 Februari, 2010, 11:54 AM







 



  


    
      
      
      Aya-aya wae usul anggota DPRD Batam nu ngusulkeun supaya para PSK (basa 

Sundana mah ungkluk) di Batam dipajeg. Wah lamun dipajeg mah hartina 

pamarentah Daerah kudu nyadiakeun sagala fasilitas, sabab lamun henteu engke 

nuntut, demo ...hehehe siga di Eropa (ceuk beja).



Senin, 15/02/2010 13:57 WIB

Anggota DPRD Batam Usulkan Pajak 10 Persen dari PSK

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews



Pekanbaru - Anggota DPRD Batam mengeluarkan usulan nyeleneh untuk

meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia mengusulkan pemungutan pajak

10 persen dari para Pekerja Seks Komersial (PSK).



Wacana tersebut disampaikan Riky Solihin, anggota DPRD Batam dari partai

PKB. Menurutnya, pajak tersebut dikenai pada PSK yang beroperasi di panti

rehabilitasi yang kini telah menjelma sebagai lokalisasi.



Riky mengungkapkan, pemungutan pajak dari para PSK ini memiliki potensi yang

cukup besar. Dia juga yakin, cara itu dapat segera mendongkrak PAD Batam

yang sangat bermanfaat bagi pembangunan.



Sebagai contoh, saat ini di panti rehabilitasi Sintai yang terletak di Teluk

Pandan, Tanjung Uncang ini, terdapat sekitar 1.200 orang. Mereka bekerja di

40 buah bar yang ada di lokasi tersebut. Pajak 10 persen itu dikenakan untuk

tarif sekali kencan singkat alias short time.



Pendapat Pribadi



Niat Riky Solihin ini menimbulkan pro dan kontra. Menurut Ketua Komisi II

DPRD Batam, Yudi Kurnia, wacana tersebut baru sebatas pendapat pribadi Riky.

Pendapat itu belum menjadi sebuah keputusan di dewan sendiri.



"Itukan baru pendapat pribadi. Apa alasan mesti memungut pajak untuk PSK itu

ya silakan tanya dengan yang bersangkutan. Riky itu satu komisi dengan saya.

Tapi kalau ditanya pendapat saya, jelas saya tidak setuju dengan ide

tersebut," kata Yudi dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (15/02/2010) .



Menurut Yudi, memang baru-baru ini DPRD Batam membahas soal sejumlah pajak

untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu pajak yang

dibahas itu termasuk soal pajak tempat hiburan.



"Tempat hiburan di Batam selama ini memang kita kenakan pajak retribusi.

Saya rasa semua kota juga melakukan hal yang sama terhadap tempat hiburan.

Tapi kalau pajak 10 persen dikenakan pada PSK, ya saya rasa ini juga tidak

tepat," kata Yudi.



Menurut Yudi, andai saja PSK dikenakan pajak 10 persen dan itu menjadi

dilegalkan, maka dengan sendiri hal itu berbenturan dengan UU yang ada di

negara ini. Sesuai dengan perundangan yang berlaku melarang perbuatan zinah.



"Kalau diterapkan pajak 10 persen untuk PSK sama saja kita melegalkan

perzinahan. Saya kira wacana itu sangat ngawur. Masak pajak dihitung

berdasarkan 'batangan'. Ini kacau sekali," ungkap Yudi sembari tertawa.



Sebagai gambaran, kota Batam yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura

itu memang dikenal sebagai kota dunia malam. Hampir setiap sudut kota, ada

saja tempat hiburan seperti karoke dan diskotek. Itu sebabnya, PSK banyak

berkeliaran di Batam. Mereka rata-rata mengharapkan tamu dari negara

tetangga, Singapura.



Malam Sabtu dan Minggu, merupakan hari yang ditunggu-tunggu para PSK. Sebab,

di hari itulah, wisatawan dari dari Singapura banyak yang berlibur ke Batam.

Para wisatawan Singapura yang doyan PSK, menganggab dunia hiburan di Batam

jauh lebih murah dibandingkan di negara mereka. Itu sebabnya, Batam menjadi

salah satu tujuan PSK menggaet pelanggan dari negeri jiran itu.





    
     

    
    


 



  






      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke