Baraya Batam, bejana Batam keur haneut, cing kumaha eta teh dongengna.
Kang Iyan, Kang Panji, sarta baraya sejenna masih di Batam kitu?

=====
 Percepat Pemulihan Batam
Insiden Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Sabtu, 24 April 2010 | 04:24 WIB

BATAM, KOMPAS - Semua pihak terkait sepakat mempercepat pemulihan
kondisi galangan kapal PT Drydocks World Graha di Pulau Batam, yang
diamuk massa buruh pada hari Kamis lalu sehingga menyebabkan kerusakan
sejumlah fasilitas perkantoran dan pabrik.

Di samping positif untuk semua pihak, percepatan pemulihan tersebut
juga diharapkan mampu menjaga iklim investasi yang sudah baik di Batam
sebagai kawasan perdagangan bebas ataupun di negara Indonesia.

Kepolisian Kota Besar Batam-Rempang-Galang (Poltabes Barelang), Pulau
Batam, hingga Jumat (23/4) telah memeriksa 38 buruh ekspatriat dan
delapan buruh Indonesia. Sejauh ini polisi baru menetapkan seorang
tersangka berinisial B, warga negara India, yang disebut-sebut sebagai
pemicu amuk massa buruh.

Pihak-pihak terkait kesepakatan tersebut antara lain PT Drydocks
World, Badan Pengusahaan Batam, Pemerintah Kota Batam, Poltabes
Barelang, perusahaan subkontraktor, dan Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM). Buruh pun ingin cepat kembali bekerja.

Semua pihak di atas, kecuali BKPM dan perwakilan buruh, bertemu di
Kantor Pemerintah Kota Batam, Jumat (23/4). Pertemuan menghasilkan
sejumlah kesepakatan, yang intinya PT Drydocks World dibantu aparat
terkait akan memulihkan operasional perusahaan secepatnya. Terkait
insiden kerusuhan, semua pihak sepakat menyelesaikannya melalui jalur
hukum sebaik-baiknya.

Chief Executive Officer Drydocks World Denis Welch, kemarin,
menyatakan bahwa operasional galangan kapal akan kembali dibuka pada
Senin (26/4). Ini berlaku untuk PT Drydocks World Pertama dan Drydocks
World Nanindah. Adapun untuk Drydocks World Graha masih harus menunggu
perbaikan kerusakan. Meski demikian, PT Drydocks World Graha
diharapkan siap beroperasi secepatnya.

Ketiga perusahaan di atas yang berdiri dalam satu kawasan adalah anak
perusahaan Drydocks World yang berkantor pusat di Dubai. Akibat amuk
massa buruh yang terjadi di PT Drydocks World Graha, seluruh
operasional ketiga perusahaan lumpuh. ”Kami telah berencana membuat
investasi jangka panjang di Indonesia. Investasi tersebut merupakan
bagian dari proyek besar kami di Pulau Batam. Kami semua sepakat
menyelesaikan masalah ini secepatnya,” kata Denis.

Ditemui saat mengunjungi PT Drydocks World Graha, Kepala BKPM Gita
Wirjawan menyatakan, insiden Batam sifatnya spesifik, dan sama sekali
tidak mewakili kondisi investasi di Pulau Batam, apalagi Indonesia.
”BKPM berharap iklim investasi di Batam dan di Indonesia terjaga. Kami
percaya apa yang harus dilakukan akan dilakukan PT Drydocks World
bersama aparat terkait,” kata Gita.

Kepala Badan Pengusahaan Batam Mustofa Wijaya menyatakan, fokus saat
ini adalah menyelesaikan permasalahan secepatnya dan sebaik-baiknya.
Ia menegaskan insiden di PT Drydocks Wolrd Graha tidak mewakili
kondisi Pulau Batam.

Berdasarkan pemantauan, kondisi ketiga galangan kapal milik Drydocks
World di Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam, hingga Jumat masih
lengang karena semua buruhnya diliburkan. Sejumlah buruh sempat datang
ke pabrik pada pagi hari untuk melihat pengumuman. Para buruh ingin
segera kembali bekerja dan berharap ada pertemuan bipartit untuk
membahas permasalahan tersebut.

Beri sanksi hukum

Di Jakarta, Wakil Presiden (Wapres) Boediono melalui Juru Bicara
Wapres Yopie Hidayatmeminta agar aparat bertindak tegas dan memberi
sanksi hukum terhadap manajemen ataupun buruh yang terbukti bersalah
sehingga menyebabkan terjadinya amuk buruh itu.

Agar industri galangan kapal dan industri lain di Batam dapat bergerak
kembali, Wapres meminta penyelesaian masalah tersebut dilakukan cepat
dengan tetap memberi perlindungan sesuai hak dan jaminan kepada para
pekerjanya.

Wapres, kemarin, memimpin rapat koordinasi di Istana Wapres, membahas
soal ini. Rapat dihadiri sejumlah menteri, di antaranya tiga menteri
koordinator, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar,
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Kepala Kepolisian Negara RI
(Kapolri) Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, serta Kepala BKPM
Gita Wiryawan.

”Pemerintah Indonesia tetap melindungi dan menjamin hak investor asing
sambil menjaga dan melindungi kepentingan pekerja Indonesia sesuai
ketentuan,” ujar Yopie.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, kekisruhan di PT Drydocks
World Graha harus diselesaikan manajemen perusahaan. Kekisruhan muncul
akibat akumulasi masalah, antara lain krisis keuangan pemilik usaha,
yakni pengembang Dubai World, Qatar, dan masalah nonindustrial, yakni
kultur pekerja yang berbeda.

Hatta menjelaskan, di Drydocks ada 2.000 pegawai tetap, dan 100 orang
di antaranya merupakan tenaga kerja asing, 28 orang berasal dari
India. Ke-100 tenaga kerja asing itu bekerja dengan izin legal.
”Kejadian ini mendapatkan sorotan hingga di Singapura,” katanya.

Namun, Muhaimin menyebutkan, kelompok usaha Drydocks mempekerjakan 339
orang asing, sebagian besar telah berakhir masa berlaku izin kerja.
(LAS/HAR/HAM/OIN/OSA)

web: 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/24/04242571/.percepat.pemulihan.batam

Kirim email ke