Dalam jalinan melodi lagu Sunda, sekar karawitan Sunda mempergunakan
rakitan nada salendro dan pelog, dengan penggunaan beberapa surupan dan
laras-laras lainnya. Karawitan berbeda dengan musik diatonis. Perbedaan
yang terutama antara lain tentang swarantara (interval) di dalam
susunan nada yang tersusun dalam jalur dari satuan gembyangan.
Perbedaan itu terlihat pula dari jumlah nada yang terdapat pada pelog
dan salendro dibandingkan dengan musik diatonis. Pelog mempunyai
sembilan suara dalam satu gembyang (oktaf). Salendro mrmpunyai 17 suara
dalam satu gembyang, sedangkan musik 12 suara (nada) dengan
kromatiknya. Selain masalah interval, instrumentnya pun berbdea pula.
Kita lihat perlengkapan gamelan atau kacapi suling atau kendang penca,
jelas sangat berbeda dengan alat-alat musik.
Dengan demikian secara khusus karawitan mempunyai lingkungan, cara
pergelaran, alat-alat (waditra), tangga nada, teknik memainkan alat dan
lain-lain yang berbeda dengan musik.

Karawitan Sunda mengenal istilah rakitan. Rakitan adalah deretan
nada-nada yang telah tertentu frekwensinya, tersusun dalam satu
gembyang. Rakitan pada musik lebih dikenal dengan sebuatan tangga nada..

Selain rakitan, dikenal pula istilah laras. Laras adalah deretan
nada-nada dalam satu oktaf yang satu sama lain mempunyai perbandingan
interval dan frekwensi tertentu.

Laras-laras yang terdapat pada karawitan Sunda antara lain:
a. Laras Pelog
Laras ini mempunyai tiga surupan, yaitu surupan Jawar, Liwung dan Sorog.
Sebenarnya kalau nada Panangis dan Pamiring telah tersusun dalam
bilah-bilah gamelan dapat dipastikan penggunaan sembilan surupan dalam
laras pelog dapat dipakai (Surupan adalah tinggi
rendahnya nada yang ditentukan dengan nada mutlak dengan frekwensi
tertentu)
b. Laras Salendro
Laras ini bercabang lagi dengan laras-laras lainnya, yaitu laras
madenda dan laras Degung, Mataraman/Kobongan/Mandalungan. Cabang
laras-laras ini tetap berorientasi pada nada-nada dalam salendro yang
membedakannya adalah jarak/interval dari nada ke nada masing-masing
laras.
c. Laras Rindu
Laras ini berlainan dengan pelog atau salendro. Sampai sekarang laras
rindu ini masih dipergunakan oleh masyarakat di daerah Kanekes/Baduy.
Kalau kita teliti secara seksama, terasa adanya pendekatan dengan laras
salendro, terutama dalam swarantaranya

Dengan keterangan-keterangan yang ada, jelaslah bahwa pengertian
karawitan secara khusus lebih berpihak pada rakitan pelog dan salendro
dengan interval yang tersendiri dan jumlah nada yang telah tertentu
pula jumlahnya.

--
Posted By KOS WR to PANGAUBAN SEKAR at 5/22/2010 05:41:00 AM

Kirim email ke