Dulur urang
salarea muslim di Gaza tos dikepung ti saprak penyerangan jeung pembantaian muslim Palestina ku Israel
Amerika mah
Ngabantuan We... pembantaian ieu... karunya dulur urang di Palestina
ayeuna teu aya bahan makanan nu cukup kanggo kebutuhanana, k kituna tos
sabaraha kali diusahakeun di pihak muslim baik ti nagara urang (ngan
baheula kantos salah alamat lain ka gaza tapi ka pihak palestina pro
israel) , Kapal bantuan Iran dicegat diusir ku militer Israel, Bantuan
Ihwanul Muslim dicegat ku Mesir, bantuan muslimm lainna di dunia
dilarang ku pamarentahan Mesir..
Jalan
hiji-hijina memang nagara MEsir... jeung laut bebas, diseluruh
perbatasan geus dikuasai ku Militer Israel, tinggal; perbatasan
PAlestina Mesir.
Ayeuna teu aya
jalan deui lain ti bantuan Kabal Nu ieu nu eusina penumpangna wakil ti
berbagai nagara ... orang indonesia aya nu korban oge...MOga Urang
sararea boga minimal parasaan kamanusaan ka ieu masalah.. kumaha oge
Palestina dulur saagama sarua manusa boga hak merdeka.... kumaha oge
saha wae nu ngabantuan Israel PENJAHAT KEMANUSAAN teu BISA DIMAAFKAN.
Arab saudi+Mesir+ Amerika + Israel ...SAHA WAE ...
Hak Kemerdekaan teu sabanding jeung heureuy Hak kamerdekaan teu sarua jeung Banyol
HAk Kemerdekaan lain suni lain Syiah
LAMUN AYA NINI NU MENTA TULUNG WALAU KRISTEN
WAJIB DITULUNGAN
PEmbantaian masyarakat teu berdosa palestina, kalaparan, jeung kasangsaraan, teu bisa dijadikeun banyolan ...WALLAHI.
mudah2an urang sunda jeung generasi sunda boga jati diri 'KAMANUSAAN '
Wani bela bebeneran wani nolak kabathilan
Mudah2an
pamarentahan jeung masyarakat urang bisa ngabela HAk PALESTINA nolak
PANjajah PAlestina ( ISRAEL_AMERIKA) naon wae nu bisa, ku pikiran,
tanaga , materi dll
zen
sumber :
http://indonesian.irib.ir/index.php/berita/lintas-warta/22297-ketika-tiba-waktu-tidur-bagi-arab.html
Ketika Tiba Waktu Tidur Bagi Arab
Raja Abdullah dan Barack Obama
Serangan
brutal pasukan rezim Zionis Israel terhadap konvoi kapal bantuan
kemanusiaan Freedom Flotilla Gaza merupakan peristiwa yang sangat
menyedihkan. Apa lagi peristiwa itu dilakukan dengan sepengetahuan
masyarakat internasional. Namun di balik semua ini, tudingan lebih
ditujukan kepada negara-negara Arab. Tampaknya dalam peristiwa ini,
mereka lebih memilih tidur untuk lari dari kenyataan yang terjadi di
depan mata mereka.
Rezim
Zionis Israel Senin pagi dini hari (31/5) dalam sebuah operasi militer
yang dilakukan oleh Komandan Angkatan Laut Zionis Israel atas perintah
langsung Ehud Barak, Menteri Peperangan Israel melakukan aksi kejahatan
baru.
Menyerang
konvoi kapal yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Jalur Gaza
yang diblokade dan membantai para aktivis perdamaian bukan aksi
kejahatan yang mudah dilupakan oleh opini publik dunia dan lembaran
sejarah. Para aktivis perdamaian ini dibantai karena dianggap berdosa
membantu rakyat tertindas Palestina.
Detil
kejahatan yang dilakukan pasukan Zionis Israel harus diketahui oleh
opini publik dunia. Masyarakat internasional harus tahu betapa
dahsyatnya kejahatan licik yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel.
Disebutkan
bahwa Angkatan Laut Zionis Israel sejak beberapa hari lalu telah
dikirim ke perairan Jalur Gaza untuk menyerbu konvoi kapal bantuan
kemanusiaan Freedom Flotilla Gaza. Dengan dasar ini mereka telah
memperingatkan konvoi kapal Freedom Flotilla Gaza agar tidak merapat ke
pantai Gaza dan kembali lewat jalur yang telah dilaluinya. Namun para
aktivis perdamaian menolak peringatan ini. Bagi mereka tujuan yang ada
di depan mereka lebih besar, membatalkan blokade Gaza. Mereka tetap
melanjutkan perjalanannya menuju perairan Gaza.
Sumber-sumber
terpercaya menyatakan bahwa pasukan Zionis Israel pada awalnya
memanfaatkan bendera putih untuk menipu konvoi Freedom Flotilla Gaza.
Hal itu dilakukan mereka agar diizinkan mendekati konvoi yang ada. Pada
akhirnya setelah mendekati dan memasuki konvoi kapal, mereka
berkesempatan untuk menerapkan rencana liciknya. Hingga saat ini
diberitakan sekitar 20 orang syahid dan lebih dari 60 orang cedera.
Mengkaji
kejahatan brutal ini menyingkap sebuah kenyataan pedih dan semua
tudingan mengarah kepada negara-negara Arab. Karena sampai saat ini
mereka masih belum juga mengeluarkan pernyataan atau menunjukkan reaksi.
Apakah
para pendukung masalah Palestina dan pembatalan blokade Jalur Gaza
harus berasal dari Eropa? Mengapa harus dari Eropa untuk mengirimkan
pesannya kepada dunia bahwa mereka akan membatalkan blokade Gaza? Lalu
mengapa pula usaha ini tidak dimulai dari negara-negara Arab?
Ironisnya, negara-negara Arab kini justru menjadi penonton!!!
Apa
yang menyebabkan masalah Palestina tidak diletakkan menjadi masalah
paling penting negara-negara Arab? Mengapa tidak menghentikan pelbagai
pertemuan dan konferensi simbolik yang tidak pernah ada hasilnya untuk
bangsa Palestina? Pertemuan yang pada akhirnya berujung pada deklarasi
mandul dan sebelum diumumkan harus dikonfirmasikan terlebih dahulu
kepada Washington, pendukung kepentingan Israel. Hal itu harus
dilakukan agar jangan sampai ada poin-poinnya mampu menciptakan bahasa
dan munculnya gerakan rakyat di negara-negara Arab terhadap rezim
Zionis Israel.
Apakah
pernah terlintas negara-negara Arab akan menggunakan senjata paling
ampuh mereka yaitu minyak dalam perundingan-perundingannya dengan Barat?
Pertanyaan
ini dan ribuan pertanyaan lainnya kini muncul di benak opini publik
dunia yang tidak pernah ada jawabannya. Semua ingin memberikan jawaban
logis atas semua pertanyaan ini kecuali...
Tampaknya
bangsa-bangsa Arab harus menuntut kepala-kepala negaranya agar tidak
lagi melanjutkan upaya berdamai dengan musuh nomor satu dunia Islam.
Mereka harus bangkit mengakhiri kehinaan yang selama ini dipaksakan
oleh rezim Zionis Israel.
Tapi
tidak mudah membangunkan kepala-kepala negara Arab. Para pejabat yang
sebenarnya tidak tidur tapi pura-pura tidur. Masalah ini membuat upaya
membangunkan mereka menjadi mustahil.
Lalu apa yang harus dilakukan?(IRIB/SL/MF)