66 Persen Tabung Tidak Memenuhi Standar
Selasa, 6 Juli 2010 | 22:37 WIB
Muhammad Hasanudin
Ilustrasi tabung rusak

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VII DPR, Bobby Adhityo Rizaldi
mendesak pemerintah segera mengidentifikasi secara jelas penyebab
ledakan tabung gas, yang marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, masalah ledakan tabung gas bukan sekadar persoalan teknis
pada proyek konversi gas yang telah dimulai 2,5 tahun lalu, tapi juga
telah menjadi masalah sosial.

"Hal ini sesuai dengan PP 59/2001 tentang Perlindungan Konsumen Barang
dan Jasa, masyarakat berhak mendapatkan perlindungan atas penggunaan
tabung tiga kg yang telah diberikan gratis sebanyak 44.465.000 paket,"
katanya di Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Karena itu, dia menilai solusi yang paling tepat dan dapat diambil
adalah bilamana pemerintah dapat mengidentifikasi secara jelas dan
detail mengenai penyebab meledaknya tabung-tabung tersebut.

Bobby menjelaskan, hasil penelitian Badan Standardisasi Nasional (BSN)
menyebutkan, 66 persen tabung gas tiga kilogram yang beredar di
masyarakat tidak memenuhi standar, belum cukup kuat untuk menentukan
langkah yang harus diambil pemerintah.

Pemerintah harus mampu menjelaskan penyebab ledakan tersebut, apakah
alatnya (tabung, slang, regulator, dan sebagainya) atau karena
kelalaian pemakaian, seperti kebocoran yang tidak terdeteksi ataupun
salah penggunaan.

"Pemerintah dapat memfokuskan pada pengawasan proses produksi juga
sosialisasi penggunaan tabung gas," katanya.

Sebelumnya, Menkokesra Agung Laksono mengatakan pemerintah tidak akan
menarik tabung elpiji tiga kilogram dan hanya akan melakukan sejumlah
investigasi penyebab kebocoran gas.

Selain itu pemerintah akan melakukan perbaikan dalam produksi selang
karet dan regulator sebelum dipasarkan ke masyarakat.

Pemerintah juga akan melakukan langkah antisipasi terhadap peluang
terjadinya kejahatan pemalsuan komponen gas.

web: 
http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/07/06/22374399/66.Persen.Tabung.Tidak.Memenuhi.Standar

2010/6/23 mh <[email protected]>:
> Balad uing ngadongeng, yen manehna keur kuriak, kulantaran kitu sementara
> dapur rek dijadikeun
> keur rohangan kulawarga. Nu jadi masalah di dapur aya tabung gas elpiji,
> mangkaning ampir unggal
> poe dina TV sok wae aya beja tabung gas ngabeledug.
>
> Beu, lamun ngurus tabung gas wae urang teh teu bisa, kumaha rek ngurus
> nuklir atuh?
>
> =========
>

Kirim email ke