turut berduka cita ......

dua dinten kamari ka pameran "pesta buku jakarta" aya novel karya A K Mihardja 
judulna manifesto khalifatullah, tos lami maca resensina mah ngan nembe 
kacumponan meser 2 dinten kamari.....

di kosan bari heureuy naros ka babarturan ari AKM teh masih keneh aya? aya 
asana 
mah...kitu pokna teh... 


ari tadi enjing-enjing aya kabar tina berita online AKM ngantunkeun.....bukuna 
masih teu acan dibuka-buka acan tina plastikna.....

turut berduka cita...ngiring bela sungkawa ....

 
salam,
helmi matari suryanegara
 




________________________________
From: Dudi Herlianto <[email protected]>
To: [email protected]; Urangsunda <[email protected]>
Sent: Thu, July 8, 2010 11:19:17 AM
Subject: [Urang Sunda] Aki "Atheis" teh geus mulang!

  
"Anjeun tempat mula jeung mulang."

Achdiyat K. Miharja pangarang novel Atheis ngantunkeun dinten ieu di canberra. 
wilujeng angkat ki!

-- 
d-: dudi herlianto :-q
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

Sastrawan Achdiat K Mihardja 'Atheis' Meninggal di Canberra
Nurul Hidayati - detikNews

Jakarta - Sastrawan dan penulis Achdiat K Mihardja meninggal dunia dalam usia 
99 
tahun di Canberra, Australia. Sebelumnya, pria yang akrab disapa Aki ini 
dirawat 
di ICU Canberra Hospital.

Pembaca detikcom Wahdi Yudhi menginformasikan berita duka itu dengan mengutip 
milis Persatuan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Cabang Canberra. 
"Innalilahi wa Innailaihi roji'un. Telah berpulang ke rahmatullah Achdiat 
Kartamihardja (Aki) pada pagi ini, Kamis 8 Juli 2010 di usia yang ke 99 tahun." 
Informasi ini juga menyebar di Twitter. 

Menurut kamus Wikipedia, Aki lahir di Cibatu, Garut, Jawa Barat, 6 Maret 1911. 
Sejak 1961 hingga pensiun, Aki menjadi dosen kesusastraan Indonesia pada 
Australian National University, Canberra.

Kumpulan cerpennya, Keretakan dan Ketegangan (1956) mendapat Penghargaan Sastra 
BMKN tahun 1957 dan novelnya, Atheis (1949) memperoleh Penghargaan Tahunan 
Pemerintah RI tahun 1969 (R.J. Maguire menerjemahkan novel ini ke bahasa 
Inggris 
tahun 1972) dan Sjumandjaja mengangkatnya pula ke layar lebar pada tahun 1974 
dengan judul yang sama, yaitu Atheis.


 


      

Kirim email ke