----- Forwarded Message ----
From: Joko Supriyanto <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, July 23, 2010 5:16:07 AM
Subject: [ASIRPA] Mahasiswa Indonesia Juarai Kompetisi Tekno Pangan 
Internasional

New York (ANTARA News) - Mahasiswa-mahasiswa Indonesia berjaya di
kompetisi teknologi pangan internasional di Chicago, Amerika Serikat,
dengan tampil sebagai juara I, II dan III dalam acara "10th Institute
of Food Techonologists (IFT) Annual Meeting and Food Expo" yang
berlangsung pada 17-20 Juli kemarin.

Menurut keterangan dari Konsulat Jenderal RI di Chicago, Kamis, para
mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui tim "Crantz"
dinobatkan sebagai Juara I dan tim "Zuper T" sebagai juara II;
sementara para mahasiswa Universitas Brawijaya-Malang melalui tim
"Arrice" muncul sebagai juara III.

Ketiga tim Indonesia berhasil meraih kejuaraan setelah lolos dalam
seleksi babak final pada bulan Mei 2010 lalu untuk kompetisi teknologi
pangan internasional kategori negara berkembang.

Pada babak tersebut, mereka menyisihkan 30 tim lainnya yang berasal
dari Malaysia, Afrika Selatan dan Indonesia.

Saat kompetisi berlangsung di gedung McCormick Place --yang merupakan
pusat pameran terbesar dan terkemuka di Chicago dan Midwest AS-- Tim
Crantz yang terdiri dari empat mahasiswa IPB, yaitu Saffiera Karleen,
Margaret Octavia, Stefanus, dan Agus Danang Wibowo, menyampaikan karya
ilmiah hasil penemuan mereka mengenai makanan sarapan cereal "crantz".

"Crantz", yang terbuat dari singkong, kedelai, dan pisang, mengandung
protein dan energi yang tinggi dan dibuat sebagai upaya untuk
mengatasi masalah kekurangan energi protein pada anak-anak Indonesia,
khususnya di wilayah NTT.

Penemuan tersebut dituangkan dalam karya ilmiah mereka berjudul
"Healthy cassava flakes (crantz flakes) from the best local resources
with high protein and energy for the bright future children in East
Nusa Tenggara, Indonesia" .

Juara II, Tim "Zuper T" yang terdiri dari lima mahasiswa IPB, yaitu
Zulfahnur, Henni Septiana, Laras Aryandini, Helena Widyasitoresmi, dan
Eri Suhesti mempresentasikan hasil penemuan mereka berupa `puff
cereal` yang terbuat dari tempe, pisang, dan jagung sebagai makanan
jajanan yang sehat dan terjangkau harganya.

Melalui karya ilmiah berjudul "High protein triple mix puffed cereal
based on tempe, corn, and banana to produce safe snack food for
school-aged children in Indonesia", mereka memperkenalkan `puff
cereal` sebagai jajanan sehat pengganti jajanan sekolah yang
mengandung bahan-bahan pengawet dan pewarna berbahaya.

Pembimbing Tim Crants dan Zuper T terdiri dari beberapa dosen IPB,
yaitu Dr Dahrul Syah, Prof Purwiyatno Hariyadi, dan Dr Ratih Dewanti
Hariyadi dan Dr Eko Purnomo, dan Dr Feri Kusnandar.

Sementara itu, Tim Arrice yang meraih juara ke III, terdiri dari tiga
mahasiwa Universitas Brawijaya, fakultas Teknologi Pertanian, yaitu
Anugerah, Fathy, dan Daniel, menyampaikan hasil penemuan berjudul
"Fighting for malnutrition in Indonesia by artificial rice based on
cassava, and arrow-root with addition cowpea".

Hasil penemuan mereka itu berupa beras tiruan sebagai pengganti beras
yang berasal dari padi --yang merupakan makanan pokok utama masyarakat
Indonesia.

Beras tiruan tersebut dibuat dari singkong, garut dan kacang tunggak
yang kandungan protein dan mineralnya lebih tinggi dibanding dengan
beras dari padi.

Beras tiruan ini diharapkan dapat menjadi pengganti beras untuk
mengatasi kekurangan nutrisi.

Tim Arrice mendapat bimbingan dari dosen mereka, yaitu Wenny Bekti Sunarharum.

Penghargaan untuk kemenangan ketiga tim mahasiswa Indonesia itu
diserahkan dalam acara khusus yang berlangsung di Grand Ball Room
Hotel Hilton, Chicago, yang dihadiri oleh sekitar 1.000 orang,
termasuk Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Chicago, Sylvia
Shirley Malinton dan Konsul Muda, Redo Ferdiansyah.

Dalam acara penerimaan penghargaan, para mahasiswa dari ketiga tim itu
mengenakan pakaian tradisional Indonesia.

Bagi Tim IPB, keikutsertaan merupakan yang ke dua kali.

Sebelumnya pada tahun 2009, tim IPB tampil sebagai juara III pada "9th
Institute of Food Technologists (IFT) Annual Meeting and Food Expo"
yang berlangsung di Anaheim, California, dengan hasil penemuan "mi
jagung dengan fortivikasi zat besi untuk ibu hamil".

Pertemuan tahunan dan Pameran Pangan IFT ke 10 ini dihadiri oleh
sekitar 24.000 peserta anggota dan non-anggota yang berasal dari 75
negara dan diikuti oleh lebih dari 1000 anjungan peserta pameran.

Institute of Food Technologist (IFT) adalah organisasi non-profit
internasional yang menangani perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi pangan.

Organisasi iptek pangan terbesar di dunia ini tercatat memiliki
sekitar 22.000 anggota yang tersebar di seluruh dunia.

Pertemuan tahunan ke-11 IFT menurut rencana akan diadakan pada bulan
Juni 2011 di New Orleans, Amerika Serikat. (TNY/K004)


------------------------------------

ASIRPA 

http://www.asirpa.org/

Asian Society for International Relations and Public Affairs 

The ASIRPA was founded with a vision to foster knowledge advancement and 
quality 
of life improvement.

Yahoo! Groups Links




      

Kirim email ke