Silat Sera, Beladiri Asli Bogor Butuh Bantuan Pemkab
Untuk Melestarikannya
Jumat, 25 Juni 2010 09:28
redaksi
BOGOR
- Seleksi alam juga berlaku bagi orang yang ingin menekuni ilmu silat
Sera. Dengan begitu tidak sembarang orang bisa menguasai jurus-jurus
mematikan itu. Ilmu silat itu menempel secara tidak kentara, sehingga
dengan sendirinya menyeleksi peminat yang ingin menggelutinya.
Karena itu, meski sudah ada sejak abad 17 di Bogor, perkembangan ilmu silat
ini agak tersendat-sendat.
Sumpah
guru yang isinya tong dibere bisa jelema nu telengus (jangan diberi
bisa orang yang jahat), menjadikan tidak sembarang orang bisa mendalami
silat Sera. Meski dipaksakan, ilmu silat Sera yang dimiliki oleh orang
jahat akan hilang dengan sendirinya. bahkan ilmu tersebut bisa menjadi
senjata makan tuan bila diniatkan untuk berbuat jahat.
Pengurus
Cabang Panca Sera Kecamatan Tamansari Daswara Sulandjana mengatakan,
akan memegang komitmen dalam mengembangkan silat Sera yang merupakan
silat asli Bogor ini. Salah satu caranya dengan memberi perlatihan dan
pemahaman kepada generasi muda untuk belajar mengenai Silat Sera.
Diakuinya saat ini pihaknya belum mempunyai fasilitas yang memadai
untuk sebuah padepokan silat. "Sekarang ini, kami mengajar silat Sera
kepuluhan orang. Tempatnya di rumah guru besar (Cucu Sutarya) di
Kampung Kiara Desa Sukamantri dan di Aula Kecamatan Tamansari,"
ungkapnya.
Peranan Pemkab Bogor untuk melestarikan silat ini
belum terlihat. Padahal, silat Sera merupakan beladiri asli Bogor yang
hampir punah. Namun, kedepan akan diupayakan meminta bantuan pemkab
untuk membangun sebuah padepokan di wilayah Kecamatan Tamansari, dimana
tanahnya sudah dipersiapkan seluas 2.500 meter persegi.
Jika
bantuan turun, rencananya akan digunakan untuk pemenuhan fasilitas
sebagaimana layaknya sebuah pakepokan silat. "Didalam padepokan,
pastinya diperlukan sejenis alat-alat kebugaran, senjata untuk latihan,
matras dan lainnya. Mudah-mudahan permohonan bantuan yang kami ajukan
dapat direspon pemerintah," ujarnya.