Bulan Juli taun kamari, kuring ngabaturan 75 mahasiswa UI Kuliah Kerja Nyata 
(K2N) di Pulau Miangas, Provinsi Sulawesi Utara. Hiji pulo anu paling deukeut 
ka 
wewengkon Pilipina tibatan ka Manado. Perjalanana wae ti palabuan Bitung 
(Manado) ka Pulau Miangas make kapal perang KRI aya kana 20 jamna. Aya oge 
kapal 
biasa anu, tapi saminggu sakali datangna. Pendudukna wae ngan aya 70 KK, aya 
kana 200 an urang. Salah sahiji kagiatan  K2N nyaeta ngajar di sakola SD, SMP 
jeung SMK. Para siswa ngarasa reueus jeung sumanget, sabab diajar ku para 
mahasiswa UI. Taun ieu oge aya 100 an mahasiswa UI ngalaksanakeun K2N di 11 
tempat perbatasan di Indonesia, nyaeta Sabang, Kalimantan Barat, Kalimantan 
Timur, NTT, Maluku jeung Merauke (Papua)

Tina pangalaman di Miangas, naon anu digagas ku Anies Baswedan, hiji romantisme 
anu jauh tina kanyataan anu sabenerna. Baheula oge orde baru pan aya program 
sarjana masuk desa. Duka tah kumaha hasilna. Sigana wae idena Anies Baswedan 
ngaharib-harib kana program sarjana masuk desa, ngan leuwih fokus dina perkara 
atikan. Tibatan jadi sarjana pangangguran nu boga gawe mah, ieu teh hiji 
kasempetan. Tapi pikeun sarjana anu kreatif, boga jiwa enterpreuneur mah 
sakumaha anu disaratkeun dina surat Anes di handap, pasti mending milih nyiar 
kipayah di Jawa.

Jadi inget dongengna (alm) Prof.Dr. Kusnadi Hardjsoemantri, SH, MH, tahun 1950 
an babarengan jeung Prof.Dr. Emil Salim (harita masih mahasiswa), jadi tanaga 
guru sukarela  di NTT. Tahun 1990-an, kakarek kaala hasilna. Salah sahiji 
muridna anu asli urang NTT jadi Gubernur Bank Indonesia. Tah, tina pangalaman 
Prof. Kusnadi jeung Prof Emil Salim eta, ku pamarentah dijieun program Kuliah 
Kerja Nyata. Kitu cenah, dongengna sajarah Kuliah Kerja Nyata, sakumaha anu 
dicaritakeun Prof. Kusnadi ka Kuring  dina hiji kasempetan.

mrachmatrawyani





________________________________
From: mj <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, July 28, 2010 9:30:41 AM
Subject: [Urang Sunda] surat ajakan ngajar di desa ti lsm indonesia mengajar

  
Surat dari Pendiri Indonesia Mengajar, Anies Baswedan

 Wednesday at 6:33pm
Surat untuk Anak-anak Muda Indonesia
Dari : Anies Baswedan
Hal : Indonesia Mengajar

Saya menulis khusus pada Anda dengan sebuah keyakinan bahwa kita bersama bisa 
saling dukung demi kemajuan republik dan bangsa kita. Saya yakin karena sejarah 
sudah membuktikan bahwa Republik ini berdiri, tumbuh, berkembang dan maju 
seperti sekarang karena ditopang oleh anak-anak muda yang tecerdaskan, tangguh 
dan energik seperti Anda.

Hari ini kondisi kita jauh lebih maju daripada saat kita menyatakan merdeka. 
Saat republik berdiri, angka buta huruf adalah 95%. Saya membayangkan betapa 
beratnya beban para pemimpin republik muda di waktu itu. Mereka harus 
menggerakan kemajuan dari nol, dari nol besar.
Puluhan juta rakyatnya sanggup berjuang dalam revolusi kemerdekaan, tapi tidak 
sanggup menuliskan namanya sendiri. Hari ini melalui kerja kolektif seluruh 
bangsa, kita berhasil memutarbalikan hingga tinggal 8% yang buta huruf.Tidak 
banyak bangsa besar di dunia yang dalam waktu 60 tahun bisa berubah sedrastis 
ini.

Itu prestasi kolosal, dan kita boleh bangga. Tapi daftar masalah yang belum 
terselesaikan masih panjang. Melek huruf adalah langkah awal. Langkah 
berikutnya 
adalah akses yang merata, akses untuk setiap anak pada pendidikan berkualitas. 
Pendidikan berkualitas adalah kunci mengkonversi dari kemiskinan dan 
keterbelakangan menjadi kemajuan, menjadi bangsa yang cerdas, adil dan makmur.

Garda terdepan dalam soal pendidikan ini adalah guru. Di balik
kompleksitas perdebatan yang rumit dan panjang soal sistem pendidikan, soal 
kurikulum, soal ujian dan semacamnya, berdiri para guru. Mereka bersahaja, 
berdiri di depan anak didiknya; mereka mendidik, merangsang dan menginspirasi. 
Dalam himpitan tekanan ekonomi, mereka hadir di hati anak-anak Indonesia. Hati 
mereka bergetar setiap melihat anak-anak itu menjadi orang di kemudian hari. 
Setiap ucapan terima
kasih adalah tanda atas pahala guru-guru ini. Mereka adalah profesi terpercaya, 
pada pundak guru-guru ini kita titipkan persiapan masa depan republik ini.

Hari ini kita berhadapan dengan masalah: variasi kualitas guru dan distribusi 
guru. Menghadapi masalah ini kita bisa berkeluh kesah, menyalahkan negara dan 
menuding pemerintah. Atau kita gulungkan lengan baju dan berbuat sesuatu. Saya 
mengajak kita semua untuk turun tangan. Libatkan diri kita untuk mempersiapkan 
masa depan republik. Untuk kita, untuk masa depan anak-anak kita dan untuk 
melunasi janji
kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini saya dan banyak kawan seide sedang mengembangkan program Indonesia 
Mengajar, yaitu sebuah inisiatif dengan misi ganda: pertama, mengisi kekurangan 
guru berkualitas di Sekolah Dasar, khususnya di daerah terpencil; dan kedua 
menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk jadi pemimpin masa depan yang 
memiliki 
pengetahuan, pengalaman dan kedekatan dengan rakyat kecil di pelosok negeri.

Kami mengundang putra-putri terbaik republik ini untuk menjadi
Pengajar Muda, menjadi guru SD selama 1 tahun. Satu tahun berada di 
tengah-tengah rakyat di pelosok negeri, di tengah anak-anak bangsa yang kelak 
akan meneruskan sejarah republik ini. Satu tahun berada bersama anak-anak di 
dekat keindahan alam, di pesisir pulau-pulau kecil, di puncak-puncak pegunungan 
dan di lembah-lembah hijau yang membentang sepanjang
khatulistiwa. Saya yakin pengalaman satu tahun ini akan menjadi bagian dari 
sejarah hidup yang tidak mungkin bisa Anda lupakan: desa terpencil dan 
anak-anak 
didik itu akan selalu menjadi bagian dari diri Anda.

Di desa-desa terpencil itu para Pengajar Muda akan menorehkan jejak, menitipkan 
pahala; bagi para siswa SD disana, alas kaki bisa jadi tidak ada, baju bisa 
jadi 
kumal dan ala kadarnya tapi mata mereka bisa berbinar karena kehadiran Anda. 
Anda hadir memberikan harapan. Anda hadir mendekatkan jarak
mereka dengan pusat kemajuan. Anda hadir membuat anak-anak SD di pelosok negeri 
memiliki mimpi. Anda hadir membuat para orang-tua di desa-desa terpencil ingin 
memiliki anak yang terdidik seperti anda.

Ya, ketertinggalan adalah baju mereka sekarang, tapi Anda hadir
merangsang mereka untuk punya cita-cita, punya mimpi. Mimpi adalah energi 
mereka 
untuk meraih baju baru di masa depan. Kemajuan dan kemandirian adalah baju 
anak-anak di
masa depan. Anda hadir disana, di desa mereka, Anda hadir membukakan pintu 
menuju masa depan yang jauh lebih baik.

Sebagai Pengajar Muda, Anda adalah role model, Anda menjadi sumber inspirasi. 
Kita semua yakin, mengajar itu adalah memberi inspirasi. Menggandakan semangat, 
menyebarkan harapan dan optimisme; hal-hal yang selama ini terlihat defisit di 
pelosok negeri ini.

Bukan hanya itu, selama 1 tahun para Pengajar Muda ini sebenarnya akan belajar. 
Pengalaman berada di pelosok Indonesia, tinggal di rumah rakyat kebanyakan, 
berinteraksi dekat dengan rakyat. Menghadapi tantangan mulai dari sekolah yang 
minim fasilitas, desa tanpa listrik, masyarakat yang jauh dari informasi sampai 
dengan kemiskinan yang merata; itu semua adalah wahana tempaan, itu 
pengembangan 
diri yang luar biasa. Anda dibenturkan dengan kenyataan republik ini. Anda
ditantang untuk mengeluarkan seluruh potensi energi Anda untuk
mendorong kemajuan. Satu tahun ini menjadi leadership training yang luar biasa. 
Sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, tetapi karena Anda 
berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan. Setahun Anda 
berpeluang membekali diri sendiri dengan resep untuk sukses.

Apalagi, kita semua tahu bahwa: You are a leader only if you have follower. 
Keberhasilan Anda menjadi leader di hadapan anak-anak SD adalah pengalaman 
leadership yang kongkrit.Biarkan anak-anak itu memiliki Anda, mencintai Anda, 
menyerap ilmu Anda, mengambil inspirasi dari Anda. Anda mengajar selama 
setahun, 
tapi kehadiran Anda dalam hidup mereka adalah seumur hidup, dampak positifnya 
seumur hidup.

Sesudah satu tahun menjadi Pengajar Muda, Anda bisa meniti karir di berbagai 
bidang.Anda memulai karir dengan bobot pengalaman dan nilai kepemimpinan yang 
luar biasa. Saya sering tekankan: your high GPA will get you a job interview, 
but your leadership gets you the bright future.Setahun menjadi Pengajar Muda 
tidak akan membuat Anda terlambat dibandingkan kawan-kawan yang tidak menjadi 
Pengajar Muda.

Perusahaan-perusaha an, institusi masyarakat dan lembaga pemerintahan semua 
akan 
memandang Anda sebagai anak-anak muda yang cerdas, berpengalaman, kreatif, 
berkepemimpinan kuat, konstruktif dan grounded.Mereka sangat mencari anak-anak 
muda seperti itu. Mereka akan membuka lebar pintunya bagi kehadiran Pengajar 
Muda.

Sejak awal bulan Juni 2010 Gerakan Indonesia Mengajar membuka peluang bagi 
bakat-bakat muda terbaik bangsa seperti Anda, dari berbagai disiplin ilmu dan 
dari dalam negeri maupun dari luar negeri, untuk menjadi Pengajar Muda. Sarjana 
yang direkrut oleh Gerakan Indonesia Mengajar hanyalah best graduate, 
sarjana-sarjana terbaik: berprestasi
akademik, berjiwa kepemimpinan, aktif bermasyarakat, kemampuan yang komunikasi 
baik.

Sebelum berangkat, Anda akan dibekali dengan pelatihan yang komplit sebagai 
bekal untuk mengajar, untuk hidup dan untuk berperan di pelosok negeri. Selama 
menjadi Pengajar Muda, Anda akan mendapatkan gaji yang memadai dan kompetitif 
dibandingkan kawan Anda yang bekerja di sektor swasta. Anda akan dibekali 
dengan 
teknologi penunjang selama program dan jaringan yang luas untuk memilih karier 
sesudah selesai
mengabdi sebagai Pengajar Muda. Selama menjadi Pengajar Muda, Anda tidak akan 
dibiarkan sendirian. Kami akan hadir dekat dengan Anda.

Seselesainya program ini, Anda meniti karier sebagai anak-anak terbaik bangsa. 
Dalam beberapa tahun kedepan, Anda menjadi garda terdepan Indonesia di era 
globalisasi baik di sektor swasta maupun publik. Kelak Anda menjadi pemimpin di 
bidang masing-masing dengan kompetensi kelas dunia dan ditopang pemahaman 
mendalam tentang bangsa sendiri.One day you become world class leader, but 
grounded and strong roots in the heart of the nation. Suatu saat mungkin Anda 
menjadi CEO, menjadi guru besar, menjadi pejabat tinggi atau yang lainnya, saat 
itu
di posisi apapun, Anda selalu bisa mengatakan bahwa "Saya pernah hidup di desa 
terpencil dan mengabdi untuk bangsa ini"; hari ini kita bisa dengan mudah 
menghitung berapa banyak kalangan sipil yang sanggup mengatakan kalimat itu.

Di atas segalanya, program ini menawarkan kesempatan untuk setahun mengajar, 
seumur hidup menginspirasi anak bangsa. Setahun menempa diri, seumur hidup 
memancarkan gelora kepemimpinan.

Saya menggugah, sekaligus menantang Anda. Saya mengajak Anda untuk bergabung 
bersama Indonesia Mengajar. Menjadi bagian dari ikatan untuk membangun 
Indonesia 
kita.

Salam hangat,
Anies Baswedan
anies.baswedan@ indonesiamengaja r.org

Pendaftaran Pengajar Muda dan info lebih jauh di
www.indonesiamengaj ar.org(deadline pendaftaran 30 Juli 2010).
 


      

Kirim email ke