Revolusi Dunia Tanpa Kabel 

DUNIA tampaknya telah memasuki revolusi berikutnya ketika perkembangan
komputer yang luar biasa diikuti dengan munculnya telepon genggam alias
HP. Terjadilah komunikasi tanpa kabel dari satu wilayah ke wilayah lain,
gedung ke gedung, dan orang ke orang. Manusia sekarang bisa saling
berkoneksi secara personal tanpa batas tempat, waktu, dan untuk segala
keperluan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: dari mencari teman
kencan, mendukung demokratisasi, sampai mengoordinasikan serangan
terorisme.

SESUATU yang mungkin tidak pernah dibayangkan Guglielmo Marconi ketika
keberhasilannya mengirim sinyal radio tahun 1890-an mengawali revolusi
komunikasi tanpa kabel. Ini mungkin memang suatu kebetulan yang aneh,
ketika revolusi serupa berulang 100 tahun kemudian dengan telepon tanpa
kabel yang bisa dibawa ke mana-mana. Nomor HP tidak hanya menjadi
identitas seseorang, tetapi juga begitu beragam fasilitasnya. Bersinergi
dengan komputerisasi, HP membuat dunia ada dalam genggaman tangan bahkan
dalam arti yang harfiah.

Tidak dapat disangkal, gabungan teknologi komputer dan komunikasi tanpa
kabel telah melahirkan perubahan hubungan antarmanusia. Identitas
seseorang kini tidak lagi ditentukan oleh KTP atau SIM, tetapi sederet
nomor telepon genggam atau alamat e-mail. Cukup menekan nomor HP, maka
komunikasi terjalin di mana pun yang menghubungi dan dihubungi berada:
di laut, di gunung, bahkan di WC sekalipun.

Atau mau berkomunikasi lebih panjang tapi murah? E-mail membuat semua
pesan yang dikirim diterima hanya dalam bilangan detik. Dengan kemudahan
komunikasi yang ada sekarang-akses internet tanpa kabel-maka pesan Anda
juga bisa dibaca di mana saja: di taman, kedai kopi, atau bandar udara
(bandara). 

Itulah revolusi Wi-Fi (wireless fidelity) dengan teknologi wireless
local area network yang kini melanda berbagai kota besar dunia. Dalam
laporan utamanya, majalah Newsweek (Juni, 2004) menyebut ada 10 kota
dunia yang paling banyak memiliki fasilitas komunikasi nirkabel ini,
yaitu Seoul, New York, London, San Francisco, Paris, Seattle, Tokyo,
Hongkong, Chicago, dan Singapura.

Bayangkanlah nyamannya duduk beralas rumput, menikmati kenyamanan Bryant
Park, salah satu hotspot atau titik akses internet tanpa kabel di New
York, sambil membaca e-mail pacar dengan laptop di pangkuan. Tidak perlu
repot memikirkan di mana mesti menancapkan kabel listrik dan telepon.

Selain hotspot yang dapat dimanfaatkan tanpa biaya seperti kawasan
Kampus Universitas Columbia, Union Square, dan kompleks olahraga Chelsea
Piers, hotspot juga menjadi fasilitas ekonomis. Di New York, 112 kedai
kopi Starbucks, 60 restoran McDonald�s, dan ribuan hotel menyediakan
jaringan Wi-Fi yang dapat diakses dengan berlangganan atau membeli
voucher.

Di Singapura, negara kota yang hanya berjarak 1,5 jam penerbangan dari
Jakarta, satu penyedia jasa internet seperti SingTel telah mengembangkan
sekitar 300 lokasi hotspot. Belum lagi layanan serupa dari penyedia jasa
lainnya.

PERTUMBUHAN hotspot di ruang-ruang publik menandai maraknya perkembangan
koneksi data nirkabel ini. Membahas urusan pekerjaan dengan kolega di
kafe favorit akan semakin lengkap dengan dukungan laptop yang
memungkinkan koneksi data melalui internet. Suatu hal yang juga mulai
tampak paling tidak di metropolitan Jakarta.

Teknologi Wi-Fi bukan hanya telah mengakomodasi kebutuhan tersebut,
tetapi secara timbal balik juga memengaruhi gaya hidup. Perangkat
teknologi ini telah meningkatkan kebutuhan untuk mengakses data setiap
saat sambil melakukan beragam aktivitas lain. Sama halnya dengan
kebutuhan untuk selalu dapat dihubungi di mana saja lewat HP.

Centrin Online, salah satu penyedia layanan internet di Jakarta, telah
membangun titik akses serupa di ruang tunggu Terminal II Bandara
Soekarno-Hatta pada pertengahan tahun 2002. "Awalnya tidak setiap hari
ada orang yang memanfaatkan wireless internet di bandara itu walaupun
masih gratis," kata Manajer Penjualan dan Pemasaran Centrin, Huianto.

Centrin memandang perlu memperkenalkan layanan ini kepada masyarakat
karena pemanfaatan Wi-Fi diyakini merupakan perkembangan tren yang perlu
diantisipasi. Bersamaan dengan itu, kalangan pekerja dengan mobilitas
lebih tinggi makin jamak dijumpai di negeri ini. Pemanfaatan Wi-Fi
diyakini akan turut mendorong mobilitas menjadi lebih produktif dan
efisien. Apalagi orang Indonesia dikenal sebagai konsumen yang paling
cepat mengikuti perubahan, termasuk menyerap produk-produk teknologi
individual.

Pemanfaatan Wi-Fi di Indonesia makin terdorong oleh ketersediaan
perangkat (gadget) yang berkemampuan akses Wi-Fi lebih luas dan relatif
lebih murah. Selain laptop, Wi-Fi juga dapat diakses dengan personal
digital assistant (PDA). Nokia bahkan sudah bersiap meluncurkan seri
Communicator terbarunya yang dilengkapi dengan kamera, bluetooth, dan
fasilitas Wi-Fi.

Padahal hingga dua tahun lalu, perangkat laptop yang berkemampuan Wi-Fi
belum banyak beredar di Indonesia. Perangkat tambahan untuk laptop yang
sering disebut wireless card pun masih tergolong mahal, berkisar 170
dollar Amerika Serikat (AS). Sedangkan mengakses Wi-Fi dari PDA perlu
tambahan compact flash.

Kini perangkat tambahan untuk laptop bisa dibeli dengan harga 30 dollar
AS. Laptop keluaran baru Intel Centrino bahkan sudah berkualifikasi
Wi-Fi, tak perlu lagi tambahan ini itu.

Maka, hotspot pun berkembang pesat di Jakarta, juga Pulau Bali dan
Batam. Telkomsel, salah satu penyedia layanan ini, misalnya,
mengoperasikan sembilan hotspot di Jakarta dan tiga titik akses serupa
di Batam sejak Agustus 2003. Berdasarkan pemantauan Telkomsel akhir
tahun lalu, pengguna hotspot Telkomsel mencapai 1.000 dalam sepekan.

Tahun 2004, Telkomsel menargetkan 50 hotspot baru-juga disebut
surfzone-dapat dioperasikan. Sebagian besar surfzone berlokasi di
hotel-hotel berbintang. "Oktober nanti, misalnya, kami akan install
Wi-Fi di Hotel Hilton, Jakarta, dengan coverage area seluruh lingkungan
hotel," kata Yoseph Garo, General Manager of Technology dan Strategic
Network Telkomsel.

CBN yang juga menyediakan produk layanan internet nirkabel kini
mengoperasikan sekitar 15 hotspot di sejumlah kafe di Plaza Indonesia,
Cilandak Town Square, Plaza Senayan, dan Hotel Mulia, Jakarta. Pengguna
hotspot CBN ini diperhitungkan Direktur CBN Sugiharto Dharmakusuma
sekitar 20-30 orang per hari. Di akhir pekan, pengguna hotspot CBN bisa
mencapai 50 orang per hari.

Hingga saat ini layanan hotspot memang masih merupakan fasilitas
tambahan gratis buat pelanggan CBN dan Telkomsel. Meskipun belum
memastikan kapan layanan ini mulai dikenai biaya, Telkomsel berencana
menyatukan tagihan penggunaan hotspot dengan biaya penggunaan pulsa bagi
pelanggan kartu Halo Telkomsel. Pengguna hotspot yang bukan pelanggan
Telkomsel dapat mengaksesnya melalui pembelian voucher.

BERBEDA dengan CBN dan Telkomsel, Centrin sudah menerapkan biaya atas
penggunaan Wi-Fi di area hotspot sejak Juni lalu. Pengguna hotspot yang
bukan pelanggan Centrin mesti membeli kartu prepaid internet acces
bernilai Rp 50.000 dan Rp 100.000. Kartu ini dijual di lokasi hotspot
McCaf� di samping restoran McDonald�s Sarinah dan frontdesk Executive
Lounge Terminal II Bandara Soekarno-Hatta.

Awal tahun ini Centrin juga mengoperasikan jaringan internet nirkabel di
seluruh kompleks Hotel Westin Resort Nusa Dua, Bali, yang terletak satu
lokasi dengan Bali International Convention Centre (BICC). Respons
pengguna hotspot yang kebanyakan tamu hotel tersebut ternyata jauh lebih
baik dari prediksi Centrin. Paruh tahun pertama ini hotspot di hotel itu
sudah mendatangkan profit bagi Centrin.

"Fasilitas hotspot sebenarnya tersedia sejak 2003, namun baru
dipublikasikan awal tahun ini dan dijual awal Juli lalu. Ini adalah
fasilitas teknologi tambahan yang menjadi standar The Westin di seluruh
dunia," ujar Manajer Sistem Informasi The Westin Resort, Heri Harijanto,
ketika ditemui pada hari Kamis (26/8).

Sementara ini, fasilitas hotspot di The Westin Resort dapat dinikmati di
beberapa tempat, yaitu lobi hotel, lobi BICC, restoran dan kedai kopi,
serta kawasan Royal Beach Club. Kecepatan layanan saat ini terpasang 384
Kbps.

Untuk dapat menggunakan fasilitas hotspot, menurut Heri, selain memiliki
laptop yang memadai, pengunjung hotel juga harus mendapatkan otorisasi
dari penyedia layanan. Caranya dengan membeli voucher yang disediakan di
Business Centre.

Marketing Communication Executive The Westin Resort Ajani K Rahadiany
mengungkapkan, selain tamu hotel, pengguna layanan internet nirkabel di
The Westin lebih banyak panitia dan peserta konferensi. "Tamu hotel
lebih sering memakai fasilitas internet di kamar mereka," katanya.

Sales and Marketing Director PT Sky8 Indonesia-mitra PT Centrin Online
Tbk yang menangani penyediaan fasilitas hotspot-David Lesmana, yang
ditemui di Bali Deli, mengatakan, fasilitas internet nirkabel banyak
digunakan para ekspatriat dan wisatawan yang ingin berkomunikasi dengan
kolega atau kerabat mereka sambil tetap menikmati waktu liburnya.

"Umumnya mereka merasa lebih nyaman menggunakan laptop pribadi
dibandingkan dengan komputer umum di warung internet. Apalagi fasilitas
hotspot kecepatannya lebih tinggi. Selain itu, sekarang sudah banyak
komputer yang dilengkapi prosesor Centrino, otomatis mereka memilih
wireless," kata David.

Hingga kini fasilitas hotspot tersebut terpasang di Kuta, Seminyak, dan
Nusa Dua. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan menambah hotspot di
beberapa tempat, di antaranya Sanur dan Ubud. "Sudah banyak yang
meminta, tetapi kami harus menyiapkan dulu backbone-nya," ujarnya.

Manajer Pemasaran Bali Deli, Alex Pearse, mengungkapkan, fasilitas
layanan internet nirkabel di Bali Deli dapat digunakan pengunjung Bali
Deli. "Cukup dengan membeli voucher Rp 50.000," ujarnya.

SELAIN CBN, Centrin, dan Telkomsel, layanan hotspot di Indonesia juga
dikembangkan oleh Indosat dan Biznet. Sebagian besar pola pengembangan
hotspot masih berbentuk sewa penempatan jaringan oleh penyedia layanan
tersebut di kafe, mal, atau hotel tertentu.

Akan tetapi, diakui Yoseph Garo, sangat besar potensi pengembangan
hotspot sebagai kerja sama yang saling menguntungkan antara penyedia
layanan dan pengelola lokasi. Di Singapura, misalnya, kebanyakan area
mal merupakan hotspot. Ketika pengguna hotspot akan mengakses internet
di area mal, tampilan iklan tawaran produk dan fasilitas aneka gerai di
mal itu bermunculan pada halaman log-in. Iklan menjadi semacam muatan
lokal masing-masing hotspot.

Pemanfaatan Wi-Fi memang masih merupakan hal baru di Indonesia. Huianto
memperkirakan, dari sekitar delapan juta pengguna internet di Indonesia
saat ini, hotspot hanya diakses oleh satu hingga dua persennya.
Pelanggan Centrin yang juga mengakses internet di area hotspot sendiri
baru 10 persen.

Namun, teknologi yang terus berubah, dunia yang terus bergerak,
tampaknya akan terus menambah angka-angka itu. Apa yang kini tampak
seperti kepingan puzzle, sudah berada di sekitar kita walau belum
terlihat bentuk.

Ada teknologi GPS (global positioning system) yang membuat orangtua bisa
memantau keberadaan anak, ada dokter yang bisa memantau pasien jarak
jauh, ada game yang bisa dimainkan bersamaan dari tempat yang berbeda.
Dengan makin banyaknya area hotspot, makin banyaknya manusia yang
terkoneksi tanpa kabel, makin banyak pula relasi sosial tradisional yang
bakal berubah. Akankah suatu keluarga hanya bertemu di dunia maya?
Mungkin itulah hasil susunan puzzle-nya.(DAY/cok/nes)

-- 
We need books donation for our ICT center, new or used books, magazines 
on information, communication and recent technologies are to be sent to 
Datacom Telecentre, Jl Pucang Anom Timur I/19, Surabaya 60282, INDONE
SIA. All donation accepted will be listed in our website, starting with 
our own collection. CDs are also acceptable mailto:[EMAIL PROTECTED]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke