Indosat Integrasikan Jaringan
KETIKA tawaran kemudahan dari semua operator seluler, khususnya GSM sudah hampir sama, maka yang bisa dijual adalah cakupan layanan (coverange). Layanan yang semula mampu menarik banyak pelanggan baru, bebas jelajah (roaming), kini bukan lagi layanan eksklusif ProXL dan Mentari, tetapi sudah biasa-biasa saja, karena Simpati pun sudah free. Sebelumnya, ProXL dan kemudian Mentari disukai ketika mereka memulai layanan free roaming, sebab hal itu berarti penghematan besar bagi para roamers, mereka yang suka bepergian. Padahal pada kenyataannya tidak hanya roamers yang memanfaatkannya, melainkan pemakai biasa yang malah tak pernah pergi ke mana-mana. Apalagi survei operator menyebutkan, jumlah roamers hanya sekitar 8 persen sampai 10 persen dari jumlah pelanggan. Seorang rekan mengaku memiliki kartu salah satu operator free roaming Makassar yang ia gunakan di Ibu Kota, khusus untuk menerima panggilan dari orangtuanya yang tinggal di tepi Sungai Jeneberang. Dengan kartu lokal, orangtuanya hanya membayar pulsa lokal jika memanggil nomornya, sementara ia juga tidak kena biaya SLJJ (sambungan langsung jarak jauh. Satu rekan pengusaha berpikiran jeli, ia membekali kantor cabangnya di Palembang dengan satu kartu prabayar free roaming Jakarta, juga sebaliknya kantornya memiliki kartu yang terdaftar di Palembang. Ketika ia akan mengontak kantor cabangnya, ia hanya membayar lokal, demikian pula sebaliknya. Rekan wartawan satu media terkemuka malah punya dua kartu, salah satunya kartu yang ber-free roaming. Ketika ia akan bertugas ke luar kota, ia pindahkan (divert) panggilan ke ponselnya ke nomor free tadi sehingga ia tak kena SLJJ kecuali membayar pulsa lokal antara nomor utamanya dengan nomor yang dibawa pergi. "Maklum kalau sedang roaming tugas ke luar Jawa dan banyak panggilan masuk, mata kita juling melihat tagihan akhir bulan. Daripada roaming dan juling, mending pakai dua kartu," katanya. Kini semua operator GSM-Telkomsel, Indosat, dan XL-sudah semua memberi layanan bebas jelajah kepada pelanggan kartu prabayarnya, khususnya Simpati, Mentari, dan ProXL. Tak ada lagi yang bisa dijadikan daya tarik sehingga orang melihat cakupan sebagai alasan menggunakan layanan sebuah operator. Kalau dibanding-bandingkan, Telkomsel mestinya akan unggul, sebab ia sudah merambah hampir di seluruh kawasan Nusantara. Hingga akhir Agustus lalu mereka sudah mengoperasikan 5.500 BTS, sementara pesaing dekatnya, Indosat, baru akhir tahun akan memiliki 4.000 BTS, awal Agustus baru punya 3.090 BTS. BTS memang seolah segalanya, sebab dengan BTS yang banyak, lebih banyak lagi pelanggan yang bisa digaet, berarti lebih banyak lagi mestinya uang masuk. Bisa dimaklumi pengalaman satu operator yang berpikir ulang untuk membuka satu kawasan terpencil karena dianggap tidak potensial, tetapi begitu layanan seluler dibuka langsung dapat 2.000-an pelanggan. Namun ketika orang mulai menuntut layanan yang tidak hanya memenuhi standar ISO 2000, hanya sekadar iso muni untuk 2.000 pelanggan maka kualitas BTS pun harus dibenahi. Walaupun jumlah BTS yang banyak lalu tidak menjamin kualitas layanan yang bagus, kecuali iso tadi. MENCOBA merebut pelanggan sebanyak mungkin, Indosat sejak awal tahun ini melancarkan program penyempurnaan layanannya dengan mengintegrasikan jaringan (single network). Semula mereka menggunakan dua jaringan yang semula milik Satelindo dan IM3 yang akhirnya merupakan kesia-siaan karena di satu tempat berdekatan dilayani dua jaringan sari satu perusahaan. Menurut Direktur Pemasaran Seluler Indosat, Hasnul Suhaimi, integrasi jaringan ini didukung penuh vendor mereka, yaitu Alcatel, Ericsson, Nokia, dan Siemens. "Kami jadi operator seluler pertama yang menggabungkan jaringannya untuk menghasilkan sinyal kuat di Indonesia," katanya. Program integrasi jaringan ini dimulai dari Batam awal tahun yang sudah selesai Maret 2004 lalu, kemudian Jawa Timur dan Bali sejak awal tahun dan akan selesai Oktober mendatang. Jabotabek, Jateng, Kalbar, dan Kalsel yang kini sedang dikerjakan akan selesai bulan Oktober, dan seluruh Jawa layanan jaringan yang prima akan terjadi pada tahun 2005. Layanan GPRS yang dimulai oleh IM3 tahun 2001 akan sudah dinikmati secara penuh oleh pelanggan Indosat saat ini di Jabotabek, Jabar, Jateng, dan Jatim, serta seluruh Sumatera dan Bali. "Kami tidak mendirikan BTS untuk sekadar hadir, tetapi juga memberi layanan GPRS sehingga pemilik ponsel dengan fitur MMS dapat menikmatinya," ujar seorang petinggi PT Indosat. Indosat tahun 2004 ini menganggarkan belanja modal sampai 540 juta dollar AS yang 80 persen di antaranya digunakan untuk layanan seluler. Tak ada jalan lain, sebab seluler sudah menempati urutan atas, sampai 65 persen dari total pendapatan perusahaan PMA (penanaman modal asing) itu. Menurut Hasnul, pertumbuhan pelanggan Indosat akhir-akhir ini mengkhawatirkan karena terlalu besar. Apa yang mereka rencanakan untuk mencapai 9 juta pelanggan akhir tahun 2004 kemungkinan besar akan terlampaui, bahkan melewati angka 10 juta. Perkiraan semula, triwulan 1 sampai dengan triwulan 4 pertumbuhan pelanggan masing-masing 600.000, 700.000, 800.000, dan 900.000. Ternyata hanya di triwulan ketiga saja sudah didapat 1,3 juta pelanggan yang diharapkan akan tambah lagi dengan 700.000 pada akhir September, atau 2 juta pelanggan baru. "Kalau sejuta di antaranya adalah switchers atau mereka yang suka pindah-pindah karena menganggap kartu perdana sebagai kartu panggil (calling card), berarti masih ada sejuta pelanggan baru," kata Hasnul. Di triwulan keempat Indosat berharap dapat sejuta pelanggan baru lagi (tahun lalu 960.000) dari program-program murah yang diluncurkan. Dengan pencapaian itu kemungkinan pelanggan "bersih" Indosat sampai akhir tahun ini akan mencapai 10 juta, di atas target yang 9 juta. Sama dengan operator GSM lain, Indosat juga meluncurkan paket-paket perdana murah sehingga selain memunculkan switchers, juga memberi tambahan pelanggan baru yang jumlahnya signifikan. Merangsang agar pelanggan baru tidak masuk golongan switchers, Indosat menawarkan bonus berupa penambahan pulsa sebesar Rp 10.000 jika nomor masih digunakan sampai hari ke-33 sejak diaktifkan. "Bonus ditambahkan Rp 15.000 jika sampai hari ke-66 masih aktif," katanya. Bagi operator, menurut hitungan Indosat, kalau masa aktif kartu perdana sampai 3 bulan saja maka modal sudah balik. Indosat juga berencana mengurangi biaya produksi pulsa dengan menerbitkan kartu-kartu SIM perdana berkapasitas 16 kb, bukan 32 kb seperti sekarang. Kebijakan ini akan menghemat biaya modal, sebab SIM 32 kb harganya sampai 2,5 dollar AS, sementara yang 16 kb sekitar 80 sen dollar AS. (HW) --- Visit www.warnet2000.net for directory of internet cafes. ============================================= Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 ============================================= ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
