Bebas "Roaming" Pascabayar Sulit Dilawan
OPERATOR telekomunikasi seluler GSM dan CDMA boleh gentar dengan kebijakan PT Telkomsel terakhir ini, yang melepaskan hambatan psikologis untuk pertumbuhan pelanggan pascabayarnya. Pekan lalu, anak perusahaan PT Telkom dan Singapore Telecom (SingTel) ini membebaskan biaya menerima telepon bagi Kartu Halo dari nomor mana pun saat menjelajah ke luar wilayah (free roaming) di lingkup nasional. Semula fasilitas free roaming nasional ini diberikan umumnya kepada pemakai kartu prabayar, yang dimulai ProXL, Mentari, dan menyusul Simpati, tetapi tidak untuk ProXL pascabayar, Matrix, dan Halo. Alasan termudah, tarif kartu prabayar sudah cukup tinggi sehingga bisa dikurangi, apalagi mereka yang sering keluar kota (roamers) paling banyak 10 persen. Tarif prabayar bisa "dimainkan" operator, sebab menurut ketentuan boleh ditetapkan sendiri oleh operator dengan batasan 140 persen di atas tarif pascabayar. Tarif airtime pascabayar memang sudah dipatok dengan Rp 325/Rp 440 per menit sehingga walau roamers hanya 10 persen, tetap akan memengaruhi pendapatan yang dinilai sudah minim. Kebijakan pemberian fasilitas bebas roaming diakui para operator menurunkan harapan pendapatan 20 persen-30 persen. Namun, di sisi lain pelanggan diharapkan membuka terus ponselnya ketika berada di luar daerah yang akan juga membangkitkan panggilan kembali (call back). Manajemen pembebasan roaming pasti sudah dirancang sedemikian ketat sehingga tidak terlalu memengaruhi ARPU (average revenue per user-pendapatan rata-rata dari tiap pelanggan) yang memang sudah cenderung turun. Namun, efek psikologis juga diperhitungkan, sebab fasilitas ini ternyata mempunyai nilai jual tinggi, kepada mereka yang jarang ke luar domisilinya sekalipun. Bisa jadi, operator lain akan "berdarah-darah" jika harus ikut kebijakan PT Telkomsel untuk bebas jelajah bagi pelanggan kartu pascabayarnya. Tak ada pilihan, kelak mereka akan memberikan fasilitas sama, walau itu akan berdampak luas pada pendapatan mereka, walau tarif pascabayar yang tak pernah naik sejak tahun 2000 itu dianggap sudah sangat rendah. Bagi PT Telkomsel yang punya 1,275 juta pelanggan pasca- bayar dari 13,4 juta pelanggannya, tindakan ini dianggap sangat berani. Namun, jika yang dikhawatirkan adalah pertumbuhan pelanggan kompetitor yang lebih tinggi dibandingkan dengan Telkomsel, alasan pemberian fasilitas ini dapat diterima. PERANG tarif di antara operator seluler GSM dengan pelanggan sudah mencapai 25,5 juta, termasuk Lippo Telecom yang sekitar 90.000, sudah mencapai titik yang membara. Korbannya memang operator baru yang hampir tak mungkin menawarkan kemudahan, sebab biaya modal mereka (capex-capital expenditure) jauh lebih tinggi, karena skala ekonominya masih kecil. Perang tarif tadi, yang bentuknya berupa nilai pulsa yang tinggi dibandingkan dengan harga perdana, diakui beberapa pengamat telah menambah jumlah pelanggan pesaing Telkomsel secara signifikan, Excelcomindo Pratama misalnya, kini bahkan sudah mendapat tambahan pelanggan lebih dari yang mereka harapkan, 1 juta. Demikian pula Indosat, pertambahan pelanggannya di atas perkiraan yang membuat mereka akan merevisi target 9 juta menjadi 10 juta, bahkan 10,5 juta pelanggan pada akhir tahun 2004. Pemberian fasilitas bebas roaming saat ini sangat tepat karena menghadapi musim libur panjang puasa, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Biasanya, tanpa gebrakan yang berarti pun, pertambahan pelanggan operator seluler saat itu melebihi rata-rata bulanan sebelumnya. Dan, umumnya mereka mencari kartu yang bisa digunakan untuk menerima telepon secara gratis di kampung mereka. Akan tetapi, Excelcomindo waktu itu berani memberikan bebas jelajah sebab sudah memiliki jaringan tulang punggung (backbone) sendiri di Jawa, yaitu serat optik dan gelombang mikro, kini kabel laut. Mentari yang menyusul kemudian pun mengandalkan dukungan transmisi satelit mereka, Palapa C, sementara Telkomsel masih mengandalkan jaringan milik induknya, PT Telkom. Beda dengan XL dan Indosat yang boleh dikata "lewat jaringan secara gratis" di backbone mereka, Telkomsel masih harus menghitung harga sewa jaringan milik PT Telkom itu. Namun, hitungan adanya call back, lalu efek psikologis dan musim yang tepat yang membuat pertambahan jumlah pelanggan, akan meminimalisir kemungkinan kerugian yang diderita. Saat ini ARPU Kartu Halo Telkomsel cukup tinggi, sekitar Rp 270.000-yang mungkin akan turun karena fasilitas bebas roaming-secara rata-rata tetap akan menyumbang angka yang besar pada perusahaan. ARPU kemungkinan turun dengan 2 persen-3 persen, tetapi volumenya, jumlah pelanggannya diharapkan akan naik dengan sedikitnya 50 persen pada triwulan akhir ini. Selain kemungkinan memberi fasilitas bebas jelajah bagi pelanggan pascabayarnya, operator GSM atau CDMA harus memikirkan kiat lain untuk tidak tertinggal oleh Telkomsel. Paling tidak, keunggulan luasnya jaringan harus mulai dipertimbangkan dengan matang.(HMS Hendrowijono) --- Visit www.warnet2000.net for directory of internet cafes. ============================================= Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 ============================================= ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
