Telkom bangun backbone senilai Rp600 miliar  
    
JAKARTA (Bisnis): PT Tel-kom selama 2005 akan melanjutkan pembangunan 
infrastruktur backbone jaringan fiber optik di wilayah barat menggunakan 
topologi ring yang diperkirakan menelan investasi Rp600 miliar. Sarwoto 
Atmosoetarno, Kepala Divisi Long Distance PT Telkom, menuturkan pembangunan 
ring backbone itu mencakup Medan-Pekanbaru-Padang-Sibolga-Medan serta 
Jakarta-Pelembang-Pekanbaru-Batam-Pontianak-Tanjung Pandan-Jakarta. 

"Kedua ring backbone ini merupakan bagian dari tujuh ring besar yang akan 
dikembangkan Telkom sampai 2008. Topologi ring ini memang sudah lazim 
digunakan dalam sistem fiber optik untuk meningkatkan reliability dari 
jaringan," katanya kemarin. 

Dia menjelaskan dengan menggunakan topologi ring maka jika pada satu titik 
terjadi gangguan pada sistem kabel tidak akan mengganggu komunikasi karena 
link lain yang ada dalam sistem ring itu akan berputar dan se-gera menutupi 
titik itu. 

Sarwoto memaparkan selain akan membangun dua ring besar tambahan di wilayah 
barat itu, Telkom juga sedang menggarap ring backbone di wilayah Kalimantan 
dan Sulawesi, sedangkan untuk Jawa sudah selesai dan telah menjangkau semua 
kota besar. 

"Khusus untuk 2005, investasi yang akan dikeluarkan Telkom sekitar Rp600 
miliar untuk pembangunan dua ring besar di wilayah barat itu," ujarnya. 

Selanjutnya, kata Sarwoto, sampai 2008 BUMN tersebut akan terus melanjutkan 
pembangunan dari rencana tujuh ring backbone besar yang tersebar di 
Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Irian yang 
didalamnya juga ada ring-ring kecil. 

Jaringan HPBB 

Terkait dengan jaringan Telkom, BUMN itu sebelumnya juga telah merampungkan 
pembangunan backbone jaringan serat optik yang membentang sepanjang pulau 
Sumatra senilai Rp650 miliar yang disebut sebagai High Performance Back 
Bone (HPBB) Sumatra. 

HPBB Sumatra yang dikerjakan oleh Siemens - Pirelly itu merupakan sistem 
komunikasi serat optik dengan menggunakan teknik modulasi Dense Wavelength 
Division Multiplexing (DWDM). Jaringan ini berfungsi sebagai sarana 
transmisi untuk menghubungkan Network Java Backbone dan Sumatra Backbone 
disamping merupakan transpor utama untuk Sambungan Langsung Internasional 
(SLI) dan Data Packet. 

Jaringan HPBB Sumatra yang dibangun dengan total biaya sebesar Rp650 miliar 
ini meliputi ruas Medan-Pekan Baru-Jambi-Talang Kelapa Palembang-Bandar 
Lampung-Jakarta, dan ruas Pekan Baru-Bukit Dangas Batam, serta ruas Pekan 
Baru-Padang. 

Peresmian jaringan serat optik HPBB itu dilakukan bersamaan dengan 
peresmian proyek kerja sama antara Telkom- Singapore Telecommunications 
Limited (SingTel) dan The Telecommunications Authority of Thailand (CAT) 
dalam membangun proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) International 
Thailand (Songkhla) - Indonesia (Batam) - Singapore (Changi). 

Telkom menyatakan SKKL Thailand-Indonesia-Singapura (TIS) itu merupakan 
salah satu jaringan akses ke jaringan global berkapasitas besar untuk 
menyongsong tumbuhnya trafik komunikasi data sejalan dengan berkembangnya 
Internet. 

Jaringan kabel TIS memiliki panjang 1.035 kilometer dan telah selesai 
dibangun pada 26 November 2003 itu dikerjakan oleh Konsorsium NEC dengan 
menghabiskan dana sebesar US$36 juta yang menjadi tanggungan bersama dari 
ketiga operator tersebut. 

Beroperasinya kedua proyek High Performance Back Bone Sumatra dan Sistem 
Komunikasi Kabel Laut Thailand-Indonesia-Singapore dipercaya meningkatkan 
nilai strategis bagi Riau. Selain itu SKKL TIS, Telkom juga menjalin kerja 
sama pembangunan kabel laut Dumai-Malaka (DMCS) dengan Telekom Malaysia. 

Sarwoto mengatakan saat ini sistem jaringan menggunakan fiber optik paling 
memadai untuk mendukung komunikasi internasional atau jarak jauh karena 
gateway-nya menuju ke next generation netwok yang link-nya harus didukung 
oleh high speed dan bandwidth yang besar. 

"Dengan kondisi ini, ke depan tren untuk SLI dan long distnace memang akan 
beralih dari sistem satelit ke fiber optik karena bisa lebih murah 
seperempat kali dari satelit. Meski demikian untuk daerah-daerah tertentu 
di Indo-nesia masih harus menggunakan satelit," papar dia. (jha) 

-- 
Warnet2000 menyediakan pasang banner dengan bonus. Banner anda 
akan kami pasangkan selama satu bulan gratis. Siapkan image
banner berikut link anda dan kirim ke [EMAIL PROTECTED] 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke