WiMax masuk Indonesia semester II/2005  
    
JAKARTA (Bisnis): Teknologi WiMax (worldwide interoperability for microwave 
access) segera memasuki Indonesia pada semester dua tahun depan seiring 
diproduksinya perangkat teknologi tersebut secara massal untuk keperluan 
backbone pada jaringan teknologi informasi (TI) perusahaan. 

Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel Indonesia, mengatakan implementasi 
teknologi itu belum secara resmi masuk ke Indonesia, meski saat ini 
beberapa perusahaan telah menggunakannya. 

"Teknologi tersebut sangat berguna untuk operator telekomunikasi, 
penyelenggara jasa Internet (PJI), dan perusahaan yang memiliki banyak 
cabang sebagai sarana telekomunikasi dan akses Internet secara nirkabel 
secara efisien, sehingga penerapannya tidak dapat ditunda lagi," ujarnya 
kepada Bisnis belum lama ini. 

Menurut dia, frekuensi yang dipancarkan Wi-Max memiliki radius hingga 50km, 
atau 17 kali lipat dibandingkan WiFi biasa, sehingga bisa menghemat 
infrastruktur base transceiver station secara signifikan. 

Wi-Max merupakan broadband wireless access (BWA) yang memiliki frekuensi 
dalam kisaran 5,8 Ghz hingga 10 Ghz dan bandwidth sampai 260Mbps. Teknologi 
tersebut memiliki nomor standar IEEE (Institute of Electrical and 
Electronics Engineers) sebagai 802.16d dan 802.16p. 

Menurut Pengamat Telematika Onno W. Purbo, saat ini WiMax digunakan sebagai 
backbone dan memiliki kemampuan mobile high speed data pada kecepatan lebih 
tinggi dari 3G dan berpotensi menjadi pesaing teknologi seluler itu tahun 
depan. 

"Yang menjadi masalah adalah pemerintah belum mengatur masalah 
frekuensinya, meski beberapa perusahaan telah menggunakannya," ujarnya. 

Dia menambahkan apabila Kepmen pembebasan frekuensi 2,4 GHz atau WiFi telah 
keluar, maka penggunaan frekeunsi tersebut akan mendominasi di segmen last 
mile, sementara WiMax dipakai sebagai backbone. Budi melanjutkan, Intel 
akan menanamkan chip pada perangkat Wi-Max yang akan diproduksi secara 
massal itu. 

"Namun kami belum menargetkan penjualannya, mengingat pada tahap awal, 
perangkat Wi-Max cenderung memiliki harga tinggi." 

Seperti halnya Indonesia, penggunaan WiMax di negara lain di dunia seperti 
di Eropa dan AS juga belum diatur secara resmi oleh pemerintah masing-
masing sehingga pemakaiannya masih secara sembunyi-sembunyi. 

Menurut Michael Sunggiardi, Anggota Presidium Asosiasi Warnet Indonesia 
(Awari), tidak seperti WiFi yang masuk kategori Industry, Scientific, 
Medical (ISM) band, Wi-Max belum bisa digunakan secara gratis meski Kepmen 
pembebasan frekuensi 2,4 GHz ditetapkan. 

"Penggunaan Wi-Max secara massal akan terjadi bila standarnya telah 
ditetapkan konsorsiumnya secara terbuka sekitar Maret tahun depan," 
ujarnya. 

Selain sebagai penunjang infrastruktur, Wi-Max juga bisa untuk aplikasi 
mobile seperti ponsel, dan notebook. Menanggapai hal tersebut, Budi 
menuturkan, implementasi Wi-Max untuk pengguna akhir (end-user) seperti 
pada ponsel dan notebook akan dilakukan pada 2007. 

Menurut Susilo Hartono, Direktur Bina Telekomunikasi dan Informatika 
Dephub, pemerintah belum berencana mengatur frekuensi 5,8 GHz ke atas 
karena masih berkonsentrasi membuat Kepmen pembebasan frekeunsi 2,4 GHz. 
(02) 
 
-- 
Warnet2000 menyediakan pasang banner dengan bonus. Banner anda 
akan kami pasangkan selama satu bulan gratis. Siapkan image
banner berikut link anda dan kirim ke [EMAIL PROTECTED] 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke