Investasi TI BCA capai US$55 juta
JAKARTA (Bisnis): PT Bank Central Asia Tbk menginvestasikan dana hingga
US$55 juta untuk belanja teknologi infomasi maupun biaya pengelolaan sistem
yang telah berjalan hingga sekarang.
"Yang murni untuk belanja modal adalah US$25 juta, sementara untuk
pengelolaan, software, dan sebagainya sebesar US$30 juta," ungkap Direktur
Keuangan BCA Jahja Setiatmadja kepada Bisnis di Jakarta kemarin.
Menurut dia, alokasi belanja modal sebagian besar masih digunakan untuk
memperluas jaringan delivery channel berupa mesin anjungan tunai mandiri
maupun mesin setoran tunai (cash deposit machine). "Tahun depan kami akan
menambah 500 mesin ATM baru. Ini untuk memperkuat layanan pembayaran BCA."
Pada saat yang sama, kata dia, bank terbesar kedua dari sisi aset tersebut
juga bakal menambah CDM hingga 200 mesin di tahun depan. "Jumlah tersebut
jauh lebih besar yang kami tempatkan tahun ini hanya 20 mesin."
Menurut Jahja, belanja modal tahun depan 25% lebih besar dari tahun ini
yang mencapai US$20 juta. Dia mengatakan belanja modal TI tahun ini masih
di dominasi untuk perluasan jaringan ATM yang mencapai 300 mesin.
Dia menambahkan BCA masih akan menkonsentrasikan bisnisnya sebagai pemimpin
dalam layanan pembayaran di samping ekspansi di sektor kredit. Kemampuan
memberikan layanan pembayaran yang prima mendatangkan fee based income yang
sangat signifikan bagi bank publik tersebut.
BCA dikenal sebagai bank yang inovatif dalam mengembangkan fitur pembayaran
baik melalui ATM maupun tempat-tempat belanja. Hal ini didukung oleh
infrastruktur teknologi informasi yang memadai dengan investasi yang sangat
besar.
Hingga US$750 juta
Pada 2005, sektor perbankan diperkirakan menguasai belanja teknologi
informasi (TI) di Indonesia sebesar US$500 juta hingga US$750 juta atau 50%
dari total belanja TI nasional yang mencapai US$1 miliar hingga US$1,5
miliar tahun depan.
Praktisi TI Perbankan Jos Luhukay mengatakan tuntutan pengadaan TI di
sektor perbankan akan meningkat seiring rencana diterapkannya manajemen
resiko (risk management) atau standar Basel II oleh Bank Indonesia.
Menurut dia, bila dibandingkan tahun ini, maka belanja TI di sektor
tersebut akan meningkat sekitar 20% hingga 25%. Sebagian besar belanja
tersebut disalurkan untuk pengadaan komputer baru, biaya konsultan atau
outsourcing TI dan pengembangan pusat data. Umumnya, pengembangan tersebut
dalam rangka membentuk arsitektur TI yang terdiri dari corporate server,
branch delivery, non branch delivery dan executive support. (htr)
--
Warnet2000 menyediakan pasang banner dengan bonus. Banner anda
akan kami pasangkan selama satu bulan gratis. Siapkan image
banner berikut link anda dan kirim ke [EMAIL PROTECTED]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Visit our website at http://www.warnet2000.net
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/